Perajin di Jatimulyo Tambakrejo Kembangkan Produk Gerabah
Jumat, 27 Mei 2016 13:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Tambakrejo - Seorang perajin gerabah tampaknya harus terus melakukan inovasi terhadap produk - produknya agar produk kerajinan mereka tetap disukai konsumen serta mampu bersaing di pasaran. Seperti yang dilakukan oleh perajin gerabah dari Dusun Kramanan Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Mereka membuat produk kerajinan model baru agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Sebelumnya inovasi terhadap kerajinan gerabah ini sudah lebih dulu dilakukan oleh para perajin gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo. Saat ini Desa Rendeng sendiri telah menjadi pusat wisata kerajinan gerabah.
Jika dahulu kerajinan gerabah hanya berbentuk hewan biasa seperti kucing, macan, ayam dan lain sebagainya, saat ini di Rendeng para perajin membuat bentuk yang lebih unik seperti bentuk tokoh kartun seperti Doraemon, Spidermen, Naruto dan lain - lain yang lebih disukai oleh anak - anak.
Hal tersebut pula yang coba dilakukan oleh perajin gerabah di Dusun Kramanan Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Salah satu perajin gerabah Agus Suwarno mengaku harus memutar otak agar kerajinan mereka tetap laku di pasaran.
Menurutnya, Dusun Kramanan adalah dusun terpencil yang terdapat di Desa Jatimulyo,
yang mana beberapa penduduknya mempunyai kegiatan membuat kerajinan gerabah.
“Kerajinan gerabah dari dulu sampai sekarang hanya monoton, hanya berupa jon (wadah ambil air) dan gentong saja,'' ujarnya.
Dari kondisi tersebut, Agus berpikir harus ada pengembangan serta inovasi baru agar kerajinan gerabah tidak lenyap serta tetap eksis dan lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Agus mengajak kepala dusun setempat serta anak - anak muda karang taruna desa untuk membuat kreasi unik kerajinan gerabah ini. Dia yakin dengan memajukan potensi desa, masyarakat setempat akan bisa mandiri khususnya dari sisi ekonomi.
''Setelah sekian lama vakum timbul pemikiran saya, pak kepala dusun bersama karang taruna untuk mencoba memproduksi dengan inovasi gerabah seperti vas bunga, hello kitty, burung dan lain sebagainya,'' terang Agus.
Dia melakukan inovasi tersebut baru sekitar seminggu lamanya, menurutnya untuk saat ini respon dari masyarakat belum begitu signifikan karena memang masih baru sebatas pengenalan
Dia tak segan meminta sumbangan ide, saran dan kritik membangun.
Selanjutnya Agus berkeinginan menjadikan Dusun Kramanan Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo menjadi desa wisata perajin gerabah serta bisa meningkatkan perekonomian perajin khususnya dan masyarakat umumnya. ''Artinya kita akan turut serta mendukung program Pemkab Bojonegoro yaitu wong Bojonegoro sehat cerdas produktif bahagia dan sejahtera,” ujarnya. (ping/kik)































.md.jpg)






