Kemarau Panjang, Petani Libur
Minggu, 30 Agustus 2015 11:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Balen- Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Mulai dari membuat embung, sumur bor dan lain-lain. Utamanya ditujukan untuk sektor pertanian, karena memang mayoritas penduduk Bojonegoro berprofesi sebagai petani. Apalagi ditambah dengan jargonnya Bojonegoro yang dikenal dengan " Lumbung Pangan dan Energi Nasional".
Namun, upaya itu nampaknya kurang dapat dirasakan oleh sejumlah petani di Bojonegoro. Kini bayak aktifitas para petani yang terhenti. Mereka tak lagi menggarap lahan sawahnya karena kemarau panjang ini.
Seperti yang telah dialami oleh warga di Desa/ Kecamatan Balen ini, Suyono (54). Dia menjelaskan bahwa saat ini daia tidak lagi menggarap lahan sawahnya. Lahan seluas 1 hektar miliknya kini dibiarkan gersang. Meskipun, kata Yono, lahannya dekat dengan embung yang dibuat Pemkab. "Lha mau ditanami apa? Lha wong airnya sulit," ujar Yono.
Hal yang sama juga dialami oleh Saeno (51). Ia kini memilih membiarkan lahan sawahnya gersang. "Ketimbang saya rugi membuang uang untuk bertanam, mending saya biarkan gersang," kata Saeno kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, pagi hari ini (30/08).
Kondisi tanah perswahan banyak yang pecah-pacah. "Daripada nganggur, lebih baik saya bongkah tanahnya untuk di jual," ujar Saeno. (ori/moha)































.md.jpg)






