News Ticker
  • Resmi Jadi Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro, Desa Margomulyo Balen Dorong Kesetaraan Kelompok Rentan
  • Bojonegoro Inovatif Award 2026, Pemkab Bojonegoro Dorong Kualitas dan Manfaat Nyata Inovasi Daerah
  • Polisi Ingatkan Bahaya Narkoba Berbentuk Jajanan Ringan ke Pelajar di SMPN 2 Sumberrejo
  • Negeri Atas Angin Bojonegoro Bersiap Bangkit, Perhutani Matangkan Pengelolaan Wisata
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk di Kalitidu, Bojonegoro Terperosok dan Terguling di Bahu Jalan
  • Kemenag Bojonegoro Ajak Masjid Jadi Pusat Perubahan Sosial
  • Pemprov Jatim Buka 4.807 Lowongan Kerja, 11 Perusahaan Siapkan Peluang bagi Penyandang Disabilitas
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 30 Oktober 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Oktober 2026
  • 30 Oktober dalam Sejarah
  • Sinergi Peringatan HLN ke-81 dan Sumpah Pemuda, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar Tuban Gelar Jalan Sehat hingga Bazar UMKM dan
  • Satgas Polisi Jogo Sekolah, Upaya Polres Bojonegoro Amankan Generasi Muda
  • Dorong Peran Pemuda di Sektor Kesehatan, Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bhakti Pemuda Jatim
  • Kumpul Bersama Masyarakat, Kapolres Bojonegoro Serap Aspirasi Warga Ngraho
  • Target Operasi 2027, Pemkab Bojonegoro Matangkan Persiapan RSUD Kalitidu Layanan Unggulan Kesehatan Jiwa
  • Momen HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro Bebaskan 15 ODGJ Dipasung dan Terapkan Program Bapak Asuh OPD
  • 29 Oktober dalam Catatan Sejarah  
  • IDMC 2026, Kolaborasi Media dan Industri Kreatif Buka Peluang bagi UMKM
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Oktober 2026
  • Setelah Lima Tahun Terpasung, Warga Teleng Sumberrejo Dievakuasi ke Pondok Rehab Jiwa Gus Jack
  • Puluhan Pelajar di Tuban Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Edukasi Terkait Industri Hulu Migas
  • Cara Para Pendidik di Bojonegoro Tumbuhkan Budaya Memilah Sampah Sejak Dini
  • Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Bojonegoro Bertabur Penghargaan Prestasi Pemuda
  • Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Sekda Blora Bertepatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Awalnya Bingung Melihat Polisi, Akhirnya Malah Memeluk Kapolres

Berkah Untuk Warinem, Nenek Pencari Rombeng

Awalnya Bingung Melihat Polisi, Akhirnya Malah Memeluk Kapolres

Oleh Linda Estiyanti

NENEK berusia kepala tujuh ini tidak menyangka akan mendapatkan berkah dari kelelahan dan kebingungannya di tengah hiruk-pikuk di depan markas komando Polres Bojonegoro, Jalan MH Thamrin. Ia terkejut ketika seorang perwira polisi datang menghampirinya dan menanyai apa yang sedang dilakukan di tengah keramaian hari jadi polisi tersebut.

Di tengah padat arus lalu lintas dan keramaian orang berlalu-lalang mengunjungi Pasar Murah Bhayangkari Polres Bojonegoro, seorang nenek tua bernama Warinem (74), warga Dusun Genuk Desa Padang Kecamatan Trucuk, tengah duduk bersimpuh di sudut trotoar pertigaan samping Mapolres. Hingga kemudian, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, menemukannya dan menaruh perhatian kepadanya.

Ceritanya, ketika itu Jumat (01/07) pagi, sekira pukul 10.00 WIB, usai upacara HUT Bhayangkara ke-70, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama istrinya, Ny Sistri Wahyu Sri Bintoro, berjalan dari Mapolres menuju stan pasar murah di sebelah utara Mapolres. Di situlah kemudian, di sudut trotoar, sekitar 50 meter dari stan bazar, Kapolres dan istri menemukan Warinem tengah bersimpuh di balik tanaman hias kota.

Saat ditanya apa yang sedang dilakukan, Warinem, si nenek tua itu mengaku sedang kebingungan karena melihat banyak orang berseragam polisi berjaga dan berlalu lalang di jalanan. Kakinya yang saat itu sudah merasa lelah setelah berjalan kurang lebih 10 kilometer, memaksanya beristirahat di balik pohon di atas trotoar itu.

"Bingung ada orang banyak. Kakinya juga linu Pak, habis nambang berjalan ke sini mau cari rombengan, tapi sekarang ikut istirahat sebentar di sini," ucap Warinem dengan nada lemah sembari tangannya yang keriput memeluk kedua lututnya.

Mendengar ucapan tersebut, Kapolres merasa simpatik dan tertarik dengan kehidupan Warinem. Kemudian ia memerintahkan anggotanya untuk membawa nenek tua pencari rombeng tersebut masuk ke ruang lobi Mapolres.

Warinem, nenek yang sudah lama menjanda tersebut adalah seorang pencari rombeng (rongsokan). Setiap hari ia berjalan dari rumahnya di Dusun Genuk, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, menuju tambangan dan menaiki perahu, kemudian berkeliling kota Bojonegoro untuk mencari barang bekas yang bisa dirombeng. Sesekali ketika kakinya sudah sangat lelah ia memutuskan merogoh uangnya yang pas-pasan untuk naik mobil angkutan.

"Harus kerja karena di rumah merawat orang tua, ibunya almarhum suami," cerita nenek tua itu.

Keadaan ekonomi Warinem cukup memilukan. Anak keenam dari sepuluh bersaudara itu ditinggal mati sang suami sejak usia muda. Meski anak keenam, tetapi ia mempunyai umur lebih panjang daripada kesembilan saudaranya yang lain. Saudara-saudaranya sudah pada meninggal. "Suami juga sudah meninggal lama, terkadang kalau kangen suami, saya pandangi fotonya," tuturnya sambil menunjukkan foto KTP almarhum suaminya.

Warinem juga mempunyai anak lelaki yang sudah berkeluarga. Usianya sudah berkepala empat, bekerja serabutan, dan tinggal serumah dengannya. Sayangnya, anak lelakinya itu belum bisa memberinya seorang cucu. Namun keadaan itu membuat ia tetap merasa cukup. Hingga kini ia dan anaknya bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Malah sumpek kalau tidak bekerja, jadi ya begini mencari rombengan, kadang-kadang koran bekas, kadang juga karak (nasi akik)," beber Warinem.

Warinem mengaku, ia tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Meski kadang saking lelahnya berjalan sejauh 10 kilometer tu membuat kakinya linu. Ia bersyukur dengan pekerjaannya berkeliling Kota Bojonegoro. "Saya juga sering berjalan ke Pendapa agar bisa bertemu Bu Yoto. Saya ingin tahu wajah Bu Yoto langsung," ungkap nenek tua itu.

Dalam perbincangan yang berlangsung di ruang lobi Mapolres Bojonegoro, tergambar suasana keakraban yang dibangun dari perjumpaan tak sengaja antara Warinem dengan Kapolres Bojonegoro. Perbincangan mengalir begitu saja, hingga kemudian Kapolres memberikan beberapa bingkisan dan bantuan untuk meringankan beban nenek tua itu.

Dengan gerak polosnya, Warinem memeluk Kapolres. Kapolres pun mengizinkan nenek itu menciumi kedua pipinya. Lalu, beranjak pulang dengan senyum merekah di antara dua pipi yang sudah mulai keriput. (lyn/tap)

Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1793381316.1334 at start, 1793381316.9677 at end, 0.83428478240967 sec elapsed