Warga Sekitar Waduk Pacal
Waduk Mengering, Rejeki Datang
Selasa, 01 September 2015 13:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Temayang - Mengeringnya Waduk Pacal memang membuat resah para petani di sejumlah kecamatan. Terutama yang biasa menggunakan air pengairan dari waduk tersebut. Seperti petani di Kecamatan Temayang, Sukosewu, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Kepohbaru, Kedungadem dan Sugihwaras.
Namun ternyata, mengeringnya air waduk yang dibangun tahun 1933 itu malah memberikan manfaat cukup besar bagi warga sekitar. Seperti yang dirasakan Sunaji, salah satu warga Dusun Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
Pria berusia 35 tahun itu mengaku beruntung dengan mengeringnya Waduk Pacal. Karena, dia dan keluarganya bisa memanfaatkan areal waduk yang kering untuk bercocok tanam. Saat ini dia menanam tembakau, jagung, semangka juga padi.
"Daripada gersang dan kering lebih baik saya tanami yang bisa menghasikan uang," ungkapnya kepada BeritaBojonegoro.com, Selasa (1/9).
Dia menuturkan, yang memanfaatkan areal Waduk Pacal untuk lahan persawahan tidak hanya dirinya. Warga sekitar waduk yang biasa mencari ikan, hampir semuanya membuka lahan cocok tanam di areal waduk.
"Seperti saya ini, biasanya juga mencari ikan di waduk ini. Karena airnya kering, saya pun berinisiatif bercocok tanam di areal waduk untuk melanjutkan hidup," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Darimin, warga Dusun Tretes lainnya. Dia juga ikut memanfaatkan areal Waduk Pacal yang mengering. Menurutnya, pemanfaatan areal waduk yang mengering setidaknya warga sekitar tidak sampai kehilangan mata pencaharian.
"Paling tidak Waduk Pacal ini bisa menjadi lumbung pangan buat warga sekitar. Tetapi pemanfaatan ini tidak pasti, karena tergantung cuaca dan musim," pungkasnya. (nam/tap)































.md.jpg)






