Lebaran Tiba, Pengelola Perahu Tambangan Bernafas Lega
Jumat, 08 Juli 2016 20:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Trucuk - Tiap kali Lebaran tiba, para pengelola dan operator perahu tambangan di Sungai Bengawan Solo sudah pasti bernafas lebih lega. Pasalnya, pendapatan mereka melonjak drastis. Tidak terkecuali bagi tukang perahu tambangan di wilayah Bojonegoro Kota dan Kecamatan Trucuk.
Di hari biasa, pendapatan tukang perahu hanya sekitar Rp 1 juta per hari. Tetapi di saat Lebaran penghasilan mereka melonjak mencapai Rp 5 juta per hari.
Naiknya pendapatan ini sudah pasti karena lonjakan jumlah penumpang yang mengunakan jasa penyeberangan dari Bojonegoro menuju Trucuk, atau sebaliknya. Untuk sekali nyeberang warga cukup merogok kocek Rp 1.000 per orang plus motor.
"Alhamdulillah berkah Lebaran dengan banyaknya penumpang. Pendapatan saya bisa mencapai Rp 400 ribu, sebab dibagi dengan pemilik perahu dan anggota lainnya. Padahal, dihari biasa hanya Rp 50 ribu saja," kata Agus, salah seorang operator perahu.
Penyeberangan perahu di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini merupakan salah satu jalur alternatif dari Pasar Kota Bojonegoro menuju Kecamatan Trucuk. Maka tidak heran, banyak warga yang hendak ke pasar atau bersilaturahmi dan berlibur yang melewati Bojonegoro Kota, memilih menggunakan perahu penyeberangan.
"Kalau pakai perahu jarak lebih dekat, ketimbang mengunakan angkutan darat yang harus berputar jauh," kata Novi, salah seorang penumpang perahu. (mol/tap)































.md.jpg)






