Enam Desa di Ngasem Kekeringan Parah
Kamis, 03 September 2015 08:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Ngasem – Enam desa di Kecamatan Ngasem mengalami kekeringan parah selama musim kemarau tahun ini. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan air minum, mandi, mencuci, masak, dan juga untuk air minum ternak. Selain itu, lahan persawahan juga kering kerontang karena kekeringan.
Desa yang mengalami kekeirngan parah yaitu Desa Butoh, Trenggulungan, Berimbing, Kedunginas, Kajar, dan Ngasem. Warga di enam desa ini sekarang berharap bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Menurut Diman, warga Desa Butoh, kekeringan selama musim kemarau tahun ini sangat parah. Sumur gali yang ada di sekitar rumah sudah mengering. Begitu pula sungai yang ada di desa sudah sejak awal musim kemarau menyusut dan kering.
“Saat ini warga mengandalkan sumber mata air yang ada di ujung kampung. Akan tetapi, sumber mata air itu pun mengecil. Untuk mengisi kamar mandi, kami menyalakan sanyo penyedot air dari tengah malam sampai pagi hari,” ujar Diman pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Kamis (03/09).
Sementara itu menurut Camat Ngasem, Machmudin, memang ada enam desa di Kecamatan Ngasem yang kini mengalami kekeringan. Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan di antaranya meminta bantuan air bersih pada Pemkab Bojonegoro.
“Bantuan air bersih sangat diperlukan bagi warga di enam desa itu,” ujarnya.
Ia mengatakan, di Kecamatan Ngasem sebenarnya ada tampungan air tetapi saat ini tidak berfungsi lantaran air sudah tidak ada lagi. Sementara sumber-sumber mata air yang ada di pedesaan yang diambil oleh warga kondisinya juga banyak yang menyusut dan mengecil
“Sekarang kami mengimbau agar warga memakai air dengan bijaksana. Gunakan air seperlunya karena kemarau masih lama,” tandasnya. (nam/kik)
*foto lahan sawah di Bojonegoro alami kekeringan































.md.jpg)






