Atasi Kekeringan, Sediakan Tandon Air di Desa
Jumat, 04 September 2015 09:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Ngasem – Kekeringan parah melanda wilayah Kecamatan Ngasem saat musim kemarau tahun ini. Sedikitnya enam desa yakni Butoh, Trenggulungan, Berimbing, Kedunginas, Kajar, dan Ngasem mengalami krisis air bersih. Warga kesulitan mendapatkan air untuk keperluan air minum, memasak, dan kebutuhan sehari-hari.
Tanah persawahan di enam desa itu juga gersang. Para petani banyak yang membiarkan lahan sawahnya bero atau tidak tergarap. Namun, banyak pula petani yang menanam palawija seperti jagung, kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah. Bila kekeringan ini terus melanda warga di Kecamatan Ngasem terancam mengalami paceklik pangan. Sebab, persediaan gabah dan beras dari hasil panen musim hujan lalu juga sudah menipis.
Pihak Kecamatan Ngasem melakukan berbagai upaya mengatasi kekeringan ini. Salah satunya dengan melakukan pemantauan kondisi warga yang mengalami krisis air bersih lalu melaporkan pada Pemkab Bojonegoro. Pihak kecamatan meminta bantuan air bersih yang saat ini diperlukan oleh warga.
Menurut Camat Ngasem, Machmudin, selain meminta bantuan air bersih itu, pihaknya juga sedang menyiapkan tendon-tandon air yang nantinya bisa digunakan oleh warga di desa yang mengalami krisis air bersih.
“Mulai bulan depan tandon air itu bisa dipakai,” ujar Machmudin pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Jumat (04/09).
Selain itu, kata Machmudin, pihaknya juga melakukan pemantauan sumber-sumber mata air di desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Selanjutnya, sumber mata air itu diambil airnya lalu disimpan di tandon-tandon air tersebut. Selanjutnya, air di tandon tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga dan pengaturannya diserahkan pada pihak desa. (nam/kik)
*foto warga Bojonegoro tampung air di genuk sebagai persediaan selama musim kemarau































.md.jpg)






