Petani Kabalan Kanor Panen, Harga Gabah Naik
Minggu, 06 September 2015 22:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kanor - Ketika banyak petani yang gagal panen di musim kemarau ini, ternyata tidak dengan petani di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor. Padi yang tanam pada bulan Juni lalu, sekarang sudah tiba waktunya panen.
Lahan persawahan di Desa Kabalan ini memang tergolong tidak kekurangan air. Meskipun debit air Bengawan Solo mengalami penurunan di musim kemarau ini, tetap saja bisa mencukupi kebutuhan pengairan sawah warga.
Salah satu petani, Ihsan Hadi (40), membenarkan hal itu. "Makanya, tanaman padi di sini tumbuh normal dan panen maksimal," terang Ihsan saat ditemui BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, hari ini, Minggu (06/09).
Hadi melanjutkan keterangannya bahwa panenan di desa ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. "Kini bisa mencapai 6 ton per hektare. Sebelumnya tidak sampai segitu," katanya.
Pada musim kemarau seperti ini memang jarang petani yang menanam padi, kecuali dari daerah - daerah yang terletak di tepi Bengawan Solo. Itu akibatnya, kata Hadi, kini harga gabah juga berangsur naik.
Petani lain, Suyono (42), mengatakan bahwa sejak memasuki bulan Agustus kemarin harga gabah berangsur naik. Harga gabah basah yang sebelumnya Rp 3.500/ Kg, pada pertengahan Agustus naik menjadi Rp4.700/ Kg. Sedangkan pada September ini, kata Yono, naik menjadi Rp 4.900/ Kg. Sementara itu, harga gabah kering saat ini mencapai Rp 6000/Kg, yang sebelumnya kisaran Rp 5.000 sampai Rp 5.500/ Kg.
Kenaikan harga itu, bisa jadi, masih menurut Yono, disebabkan karena turunnya stok beras di pasaran akibat kemarau. "Selain itu, beras yang dihasilkan dari petani juga bagus," pungkasnya. (nam/moha)































.md.jpg)






