Pentas Seni Wong Sambong
Senin, 07 September 2015 08:00 WIBOleh Novi Tustrikara
Pengirim Novi Tustrikara
Purwosari - “Bersama untuk Sebuah Karya,” itulah slogan yang dibawa oleh Forum Komunikasi Pemuda Sambong (Fokus) pada puncak acara Pagelaran Pentas Seni (Pensi) HUT Kemerdekaan RI Ke - 70 di Dusun Sambong, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, pada Sabtu (05/09). Acara yang digelar mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan 00.30 WIB dengan menutup akses jalan penghubung Kecamatan Purwosari – Tambakrejo tersebut patut dibanggakan. Warga menyaksikan pementasan itu sejak awal hingga akhir dengan antusias.
Kepala Desa Purwosari, Hariyanto, mengaku bangga dengan kreatifitas dan karya yang dihasilkan oleh para pemuda Sambong. Apalagi, kata dia, ketua panitia acaranya adalah Galang Renata Delapena yang masih duduk di bangku SMA tetapi sudah berani memikul tanggung jawab besar.
“Ini menjadi pembelajaran yang bagus. Ke depan, tradisi tahunan ini harus tetap dipertahankan dan menelurkan karya dan kreatifitas yang lebih besar,” ujarnya saat membuka acara tersebut.
Sementara itu, Endro Setyo Widodo, selaku tokoh masyarakat Sambong, mengaku mendukung penuh kegiatan para pemuda yang kreatif dan inovatif ini. Sebab, kata dia, karya yang dihasilkan oleh para pemuda itu dapat merekatkan masyarakat Sambong sekaligus dapat memompa semangat untuk terus berkarya positif.
Berbagai seni dan hiburan yang didominasi dari karya-karya seni warga Sambong ditampilkan dalam acara pentas seni itu mulai dari tari tradisional dan modern anak-anak Sambong, tari gambyong dari Sanggar Janur Kuning, koor emak-emak gokil dan mbok-mbok gaul dance karya ibu-ibu warga Sambong, musik akustik, Rockmates band, Clean Band, Orpas Band, OM Mandezta yang personelnya juga didominasi oleh pemuda Sambong, serta puncak acara yang selalu dinantikan sebagai ikon pentas seni Sambong yaitu operet musikal ala Wong Sambong.
Sanggar Merah Putih yang dimotori oleh Yono Trinil dan Novi serta dibantu oleh kreator-kreator seni warga Sambong, di antaranya Parma (koreo), Wanto (property), Andika (backdrop screen), dan diperankan oleh pemuda pemudi Sambong, pada kali ini mempersembahkan operet dengan judul “Minak Jinggo is Death”, menceritakan bagaimana perjalanan Minak Jinggo yang ingin mempersunting Ratu Majapahit Dewi Kenconowungu hingga akhirnya mati dibunuh oleh Damarwulan yang merupakan abdi Majapahit. Cerita yang sedikit dimodifikasi dari cerita legenda aslinya ini sangat memukau penonton, ada yang menjerit histeris ketika sesion horor hingga tertawa terpingkal-pingkal pada sesion cerita yang dikemas komedi ini. (nov/kik)































.md.jpg)






