News Ticker
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • 23 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Juni 2026
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Adu Strategi di Map Land of Dawn ,Ratusan Gamer Muda Padati Turnamen Mobile Legend Kapolres Blora Cup 2026
  • Kunjungi Desa Jumok, Cantika Wahono Ajak Kader PKK Bojonegoro Jadi Agen Perubahan Wujudkan Keluarga Sehat
  • Sarapan Bukan Musuh Diet, Ini Cara Efektif Turunkan Berat Badan Menurut Ahli
  • RSUD dr Soetomo Raih Peringkat 1 Nasional SCImago 2026, Gubernur Khofifah Mengaku Bangga
  • Pesona Kali Pacal CFD Minggu Pagi Geliatkan Ekonomi Lokal Kecamatan Sukosewu
  • 22 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 22 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro Gelar Expo UMKM dan Pasar Murah Selama 6 Hari
  • Gubernur Khofifah Sediakan Ratusan Ribu Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa Jatim
  • Satu Dekade Festival Samin di Margomulyo Jadi Wadah Merawat Tradisi dan Persiapan Penilaian UNESCO
  • 21 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 21 Juni 2026 di Bojonegoro
Dimana Bisa Eksis, Disana Pasti Ada Ilmu Yang Bermanfaat

AKP Roro Sri Harwati, Ketua Polwan Polres Bojonegoro

Dimana Bisa Eksis, Disana Pasti Ada Ilmu Yang Bermanfaat

Oleh Linda Estiyanti

POLISI dimanapun mempunyai tugas yang sama tidak peduli polisi laki-laki maupun polisi wanita (polwan). Setidaknya prinsip itulah yang menjadikan AKP Roro Sri Harwati teguh dengan profesinya sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat. Sudah 32 tahun lamanya, ia mengabdi untuk negara dengan selalu mengupayakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wanita polisi kelahiran Tulungagung, 30 Mei 1964 tersebut adalah sosok wanita yang lembut dan sangat penyayang. Meskipun telah berbalut seragam polisi, sosok keibuan tetap saja masih melekat dari seorang AKP Roro Sri Harwati. Namun, meski demikian, kemampuannya dalam melindungi mengayomi dan melayani masyarakat tidak bisa diragukan. Ia pernah menjadi Kapolsek di Sumberrejo pada 1999 dan Kapolsek Kapas pada 2000.

“Saya bukan orang yang penuh prestasi mbak,” ujar AKP Roro Sri Harwati menyambut dengan senyum saat awak mediaberitabojonegoro.com menemuinya di Mapolres Bojonegoro.

AKP Roro Sri Harwati, wanita asli Tulungagung tersebut memulai karir sebagai polisi pada tahun 1984. Pada masa itu, polisi wanita masih sangat jarang, sehingga besar kemungkinan ia pun langsung diterima untuk menjalani pendidikan di Sekolah Polwan di Ciputat, Jakarta. “Pada waktu itu belum tahu Polwan itu seperti apa, di kabupaten belum ada soalnya. Saat diajak teman dan diterima ternyata pendidikan fisiknya cukup berat. Namun saya selalu meyakini bahwa berat yang saya rasa itu karena belum terbiasa, sehingga saya terus berlatih fisik selama pendidikan itu,” kenang AKP Roro Sri Harwati.

Ketika usai menjalani pendidikan selama 9 bulan, pada tahun 1986, ia ditugaskan kembali ke Jawa Timur. Dengan tugasnya diperbantukan sebagai perbentukan DIT personel Binjas di DIT Denma. Hingga setahun kemudian ia ditugaskan di Polres Bojonegoro, di fungsi Intelkam. “Sejak 1987 itu, saya ditugaskan di Polres Bojonegoro. Alhamdulillah hingga sekarang,” tutur polwan yang juga aktif dan pernah menjadi pelatih bela diri anggota Polri tersebut.

Selain melatih bela diri, ia juga mempunyai kesibukan untuk melatih hansip (linmas,red). Dan rupanya kesibukan itu membuat ia bertemu dengan lelaki yang kini menjadi pasangan hidupnya. Lelaki yang juga adalah anggota sesama Polri, Kompol Masduki SH, menjadi pasangan hidupnya hingga kemudian ia dikaruniai dua orang putri, Dewi Indah Setyoutami (28) dan Sinta Aprilia Wirapradhani (22).

Pada tahun 1998, ia menempuh pendidikan Capa (stupa), yakni pendidikan pembentukan perwira di Sukabum. Usai menyelesaikan pendidikan tersebut, ia pun diamanati sebagai Kasat Binmas Polres Bojonegoro. “Yang paling ingat itu saat pendidikan di Stupa, karena anak saya yang nomor dua masih berusia tiga tahun waktu itu, saya sering dilema karena tidak tega meninggalkan anak masih kecil. Tetapi mau bagaimana itu sudah menjadi jalan hidup saya. Akhirnya ketika di sana ternyata ada teman senagkatan yang juga mempunyai anak masih kecil, yang bahkan lebih keecil dari anak saya. Lalu saya yakinkan diri, saya bisa melampaui ini,” bebernya kepadaberitabojonegoro.com.

Ternyata rasa dilema itu belum juga berakhir, AKP Roro melanjutkan, ketika pada tahun 1999 ia ditugasi menjadi KBO satuan Intelkam Polres, tak lama kemudian ia diperbantukan untuk menjadi PJ (penanggung jawab) di Mapolsek Sumberrejo tahun 1999. Disanalah terkadang ia harus menepis perasaan lemah seorang ibu dan bersikap tega kepada anak serta keluarganya. Ia menjelaskan bahwa waktu di Sumberrejo ada konflik antar warga. Ketika itu ada warga yang hendak menggelar pertunjukan tayub saat hajatan, namun ada warga yang menolak sehingga ramailah tuntutan ke Polsek. Hingga kemudian ia yang dari Polsek mencoba menggandeng Muspika dan membuat mediasi untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Saat itu, yang tidak bisa saya hindari adalah anak saya yang merengek dan tidak mau ditinggal, ya bagaimanapun saya adalah seorang ibu, sehingga pada waktu mediasi itu, saya bawa anak. Saya pangku dan saya tidurkan di lantai,” kenang ibu dua anak itu.

Dengan berbagai pertimbangan dan dasar hukum yang mendukung, pengorbanannya tidak sia-sia. Ia berhasil menengahi permaslahan tersebut dan akhirnya warga yang menolak bersedia menerima tayub dengan ketentuan. Akhirnya, yang semula tayub tidak diperbolehkan ada di Sumberrejo, saat ini menjadi boleh ada. Namun tidak berhenti disitu, saat di pindahtugaskan di Kapas pun, ia harus berhadap-hadapan dengan kebringasan warga yang sering bentrok.

“Kalau di Kapas, waktu itu pas gencar-gencarnya reformasi, jadi sering ada bentrokan antar warga. Warga menjadi sangat mudah diprovokasi dan perang menggunakan senjata dan parang antara warga satu dan lainnya. Saya dan anggota selalu patroli malam untuk menjaga situasi. Terkadang muncul rasa takut dan ngeri kalau saya ini hanya seorang perempuan, mereka semua laki-laki, tapi ya kembali lagi, ini sudah menjadi tugas saya,” ujarnya.

Selesai dengan dilematik melawan dirinya sendiri, AKP Roro Sri Harwati, selain sebagai Polwan juga mempunyai peran ganda dalam tubuh Polri. Sebagaimana perempuan istri Polri yang lainnya, ia juga harus menjadi anggota Bhayangkari, organisasi persatuan istri polri. Peran double tersebut, seringkali membuat AKP Roro harus selalu membawa dua seragam yang berbeda di dalam tasnya.

“Ya kalau dipikir itu lucu juga, sering dalam satu acara saya harus berseragam dua. Habis tugas sebagai anggota Polri, saya harus mendampingi suami bertugas sebagai Bhayangkari. Agak ribet namun saya menikmati sekali proses itu, ada banyak ilmu juga yang bisa diambil dari organisasi Bhayangkari,” tutur perempuan yang juga Pengurus Cabang Bhayangkari Bojonegoro tersebut dengan senyum mengembang.

AKP Roro Sri Harwati, dengan pandangan lembut khas milik seorang ibu, dan kebiasaannya yang selalu semangat memotivasi orang menjadi daya pikat tersendiri. Kini ia ditugaskan di bagian Sumber Daya (sumda) Polres Bojonegoro dan dipercaya untuk mengelola mencukup kebutuhan pengembangan SDM personel Polres Bojonegoro. Tidak terasa pengabdian selama 32 tahun dalam tubuh Polri, membuat ia sangat menyayangi Polwan. Sebagai seorang Ketua Polwan Polres Bojonegoro, AKP Roro Sri Harwati harus selalu aktif memberikan sengatan motivasi untuk para anggota.

“Ya kita harus pandai juga mencari bakat dan potensi dari anggota. Itulah yang harus dikembangkan, karena kita polisi dituntut bisa dalam segala hal, makanya kita juga harus terlatih dalam segala hal,” ungkapnya.

Pada HUT Polwan ke-68 yang jatuh pada 1 September ini,AKP Roro Sri Harwati berpesan kepada seluruh anggota Polwan agar bisa selalu eksis dalam segala hal yang berhubungan dengan pengembangan potensi dan tugas-tugas kepolisian.  “Saya harap anggota Polwan, bisa selalu menambah wawasan dan ilmunya, sekecil apapun ilmu itu ia akan sangat berguna  di waktu yang lain. Semoga Polwan kedepan bisa menjadi semakin bagus dan eksis. Dimana kita bisa eksis, disitu pasti ada ilmu bermanfaat yang bisa diambil,” pesannya. (lyn/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782207316.7973 at start, 1782207317.322 at end, 0.52472305297852 sec elapsed