News Ticker
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Rp 14.000 jadi Rp 2.954.000 per Gram
  • 10 Februari dalam Sejarah
  • Awal 2026, Perkara Cerai di PA Bojonegoro Meningkat, Istri Dominasi Gugatan
  • Puluhan Sapi Terjangkit (PMK), Disnakkan Lakukan Pengawasan Ketat
  • Pleret, Jajalan Tradisional Langka yang Gurih dan lembut
  • Ribuan Nahdliyin Bojonegoro Ikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
  • Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Naik Rp 20.000 jadi Rp 2.940.000 per Gram
  • Pentingnya Screening Kesehatan Secara Rutin
  • 9 Februari dalam Sejarah, Ada Hari Pers Nasional
  • Perkiraan Cuaca Senin, 09 Februari 2026
  • Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-80 Persit KCK
  • Wamenkop RI Farida Farichah Resmikan KDKMP Desa Ngraseh, Bojonegoro
  • Ini Tips agar Minggu Anda Lebih Produktif
  • 8 Februari dalam Sejarah
  • Polres Bojonegoro Gelar Ramp Check Bus AKAP di Sembilan Pool, Persiapan Jelang Operasi Ketupat
  • Momentum Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Blora Gelar Jumat Berkah
  • Datang di Bojonegoro, Mahasiswa Perminyakan ITB Belajar dari Lapangan Banyu Urip
  • Reses Anggota DPRD Bojonegoro Sudiyono, Dorong Warga Dapilnya Aktif Pengusus Koperasi Desa Merah Putih
  • Kasus PMK Kembali Merebak di Bojonegoro, 86 Ekor Sapi Terinfeksi dan 6 Ekor Mati
  • Pemerintah Tekankan Koordinasi Lintas Daerah demi Percepatan Penurunan Stunting Nasional 2026
  • Tak Perlu Mahal, Ini 5 Olahraga Murah dan Ringan yang Bisa Dilakukan di Rumah
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 64.000 jadi Rp 2.920.000 per Gram
  • 7 Februari dalam Sejarah
  • Kecelakaan di Balen, Bojonegoro, Seorang Guru Ponpes Attanwir, Meninggal Dunia
Dimana Bisa Eksis, Disana Pasti Ada Ilmu Yang Bermanfaat

AKP Roro Sri Harwati, Ketua Polwan Polres Bojonegoro

Dimana Bisa Eksis, Disana Pasti Ada Ilmu Yang Bermanfaat

Oleh Linda Estiyanti

POLISI dimanapun mempunyai tugas yang sama tidak peduli polisi laki-laki maupun polisi wanita (polwan). Setidaknya prinsip itulah yang menjadikan AKP Roro Sri Harwati teguh dengan profesinya sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat. Sudah 32 tahun lamanya, ia mengabdi untuk negara dengan selalu mengupayakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wanita polisi kelahiran Tulungagung, 30 Mei 1964 tersebut adalah sosok wanita yang lembut dan sangat penyayang. Meskipun telah berbalut seragam polisi, sosok keibuan tetap saja masih melekat dari seorang AKP Roro Sri Harwati. Namun, meski demikian, kemampuannya dalam melindungi mengayomi dan melayani masyarakat tidak bisa diragukan. Ia pernah menjadi Kapolsek di Sumberrejo pada 1999 dan Kapolsek Kapas pada 2000.

“Saya bukan orang yang penuh prestasi mbak,” ujar AKP Roro Sri Harwati menyambut dengan senyum saat awak mediaberitabojonegoro.com menemuinya di Mapolres Bojonegoro.

AKP Roro Sri Harwati, wanita asli Tulungagung tersebut memulai karir sebagai polisi pada tahun 1984. Pada masa itu, polisi wanita masih sangat jarang, sehingga besar kemungkinan ia pun langsung diterima untuk menjalani pendidikan di Sekolah Polwan di Ciputat, Jakarta. “Pada waktu itu belum tahu Polwan itu seperti apa, di kabupaten belum ada soalnya. Saat diajak teman dan diterima ternyata pendidikan fisiknya cukup berat. Namun saya selalu meyakini bahwa berat yang saya rasa itu karena belum terbiasa, sehingga saya terus berlatih fisik selama pendidikan itu,” kenang AKP Roro Sri Harwati.

Ketika usai menjalani pendidikan selama 9 bulan, pada tahun 1986, ia ditugaskan kembali ke Jawa Timur. Dengan tugasnya diperbantukan sebagai perbentukan DIT personel Binjas di DIT Denma. Hingga setahun kemudian ia ditugaskan di Polres Bojonegoro, di fungsi Intelkam. “Sejak 1987 itu, saya ditugaskan di Polres Bojonegoro. Alhamdulillah hingga sekarang,” tutur polwan yang juga aktif dan pernah menjadi pelatih bela diri anggota Polri tersebut.

Selain melatih bela diri, ia juga mempunyai kesibukan untuk melatih hansip (linmas,red). Dan rupanya kesibukan itu membuat ia bertemu dengan lelaki yang kini menjadi pasangan hidupnya. Lelaki yang juga adalah anggota sesama Polri, Kompol Masduki SH, menjadi pasangan hidupnya hingga kemudian ia dikaruniai dua orang putri, Dewi Indah Setyoutami (28) dan Sinta Aprilia Wirapradhani (22).

Pada tahun 1998, ia menempuh pendidikan Capa (stupa), yakni pendidikan pembentukan perwira di Sukabum. Usai menyelesaikan pendidikan tersebut, ia pun diamanati sebagai Kasat Binmas Polres Bojonegoro. “Yang paling ingat itu saat pendidikan di Stupa, karena anak saya yang nomor dua masih berusia tiga tahun waktu itu, saya sering dilema karena tidak tega meninggalkan anak masih kecil. Tetapi mau bagaimana itu sudah menjadi jalan hidup saya. Akhirnya ketika di sana ternyata ada teman senagkatan yang juga mempunyai anak masih kecil, yang bahkan lebih keecil dari anak saya. Lalu saya yakinkan diri, saya bisa melampaui ini,” bebernya kepadaberitabojonegoro.com.

Ternyata rasa dilema itu belum juga berakhir, AKP Roro melanjutkan, ketika pada tahun 1999 ia ditugasi menjadi KBO satuan Intelkam Polres, tak lama kemudian ia diperbantukan untuk menjadi PJ (penanggung jawab) di Mapolsek Sumberrejo tahun 1999. Disanalah terkadang ia harus menepis perasaan lemah seorang ibu dan bersikap tega kepada anak serta keluarganya. Ia menjelaskan bahwa waktu di Sumberrejo ada konflik antar warga. Ketika itu ada warga yang hendak menggelar pertunjukan tayub saat hajatan, namun ada warga yang menolak sehingga ramailah tuntutan ke Polsek. Hingga kemudian ia yang dari Polsek mencoba menggandeng Muspika dan membuat mediasi untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Saat itu, yang tidak bisa saya hindari adalah anak saya yang merengek dan tidak mau ditinggal, ya bagaimanapun saya adalah seorang ibu, sehingga pada waktu mediasi itu, saya bawa anak. Saya pangku dan saya tidurkan di lantai,” kenang ibu dua anak itu.

Dengan berbagai pertimbangan dan dasar hukum yang mendukung, pengorbanannya tidak sia-sia. Ia berhasil menengahi permaslahan tersebut dan akhirnya warga yang menolak bersedia menerima tayub dengan ketentuan. Akhirnya, yang semula tayub tidak diperbolehkan ada di Sumberrejo, saat ini menjadi boleh ada. Namun tidak berhenti disitu, saat di pindahtugaskan di Kapas pun, ia harus berhadap-hadapan dengan kebringasan warga yang sering bentrok.

“Kalau di Kapas, waktu itu pas gencar-gencarnya reformasi, jadi sering ada bentrokan antar warga. Warga menjadi sangat mudah diprovokasi dan perang menggunakan senjata dan parang antara warga satu dan lainnya. Saya dan anggota selalu patroli malam untuk menjaga situasi. Terkadang muncul rasa takut dan ngeri kalau saya ini hanya seorang perempuan, mereka semua laki-laki, tapi ya kembali lagi, ini sudah menjadi tugas saya,” ujarnya.

Selesai dengan dilematik melawan dirinya sendiri, AKP Roro Sri Harwati, selain sebagai Polwan juga mempunyai peran ganda dalam tubuh Polri. Sebagaimana perempuan istri Polri yang lainnya, ia juga harus menjadi anggota Bhayangkari, organisasi persatuan istri polri. Peran double tersebut, seringkali membuat AKP Roro harus selalu membawa dua seragam yang berbeda di dalam tasnya.

“Ya kalau dipikir itu lucu juga, sering dalam satu acara saya harus berseragam dua. Habis tugas sebagai anggota Polri, saya harus mendampingi suami bertugas sebagai Bhayangkari. Agak ribet namun saya menikmati sekali proses itu, ada banyak ilmu juga yang bisa diambil dari organisasi Bhayangkari,” tutur perempuan yang juga Pengurus Cabang Bhayangkari Bojonegoro tersebut dengan senyum mengembang.

AKP Roro Sri Harwati, dengan pandangan lembut khas milik seorang ibu, dan kebiasaannya yang selalu semangat memotivasi orang menjadi daya pikat tersendiri. Kini ia ditugaskan di bagian Sumber Daya (sumda) Polres Bojonegoro dan dipercaya untuk mengelola mencukup kebutuhan pengembangan SDM personel Polres Bojonegoro. Tidak terasa pengabdian selama 32 tahun dalam tubuh Polri, membuat ia sangat menyayangi Polwan. Sebagai seorang Ketua Polwan Polres Bojonegoro, AKP Roro Sri Harwati harus selalu aktif memberikan sengatan motivasi untuk para anggota.

“Ya kita harus pandai juga mencari bakat dan potensi dari anggota. Itulah yang harus dikembangkan, karena kita polisi dituntut bisa dalam segala hal, makanya kita juga harus terlatih dalam segala hal,” ungkapnya.

Pada HUT Polwan ke-68 yang jatuh pada 1 September ini,AKP Roro Sri Harwati berpesan kepada seluruh anggota Polwan agar bisa selalu eksis dalam segala hal yang berhubungan dengan pengembangan potensi dan tugas-tugas kepolisian.  “Saya harap anggota Polwan, bisa selalu menambah wawasan dan ilmunya, sekecil apapun ilmu itu ia akan sangat berguna  di waktu yang lain. Semoga Polwan kedepan bisa menjadi semakin bagus dan eksis. Dimana kita bisa eksis, disitu pasti ada ilmu bermanfaat yang bisa diambil,” pesannya. (lyn/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Pleret, Jajalan Tradisional Langka yang Gurih dan lembut

Pleret, Jajalan Tradisional Langka yang Gurih dan lembut

Bojonegoro- Di tengah maraknya camilan modern, beberapa jajanan pasar tradisional Indonesia mulai sulit ditemui. Salah satunya adalah kue pleret, makanan ...

1770692444.8738 at start, 1770692445.1481 at end, 0.27430105209351 sec elapsed