Kalau Pengeboran Alun-Alun Gagal, Pertamina Rugi Rp 100 Miliar
Rabu, 09 September 2015 10:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota – Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan negara membutuhkan lahan warga di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, seluas 4,8 hektare untuk pengembangan lapangan Sukowati pad C-1. Kemudian pihak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina (JOB PPEJ) selaku pengelola lapangan Sukowati bisa menyedot minyak yang ada di bawah Alun-Alun Bojonegoro dan Pendapa Pemkab Bojonegoro. Karena itu, ia berharap rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara memberikan izin.
“Targetnya bisa memproduksi sampai 2.000 barel per hari. Mudah-mudahan berhasil karena kalau pengeboran gagal, Pertamina akan rugi lebih dari Rp 100 miliar. Pertamina itu perusahaan milik negara. Karena itu mari kita doakan agar pengeboran Pertamina berhasil,” ujar Kang Yoto, sapaan Suyoto.
Ia mengatakan, jika kegiatan eksploitasi sumur Banjarsari pad C-1 berhasil, JOB PPEJ sebagai operator hanya akan mendapat bagian keuntungan 15%. Sisanya, 85% menjadi hak negara. “Jadi kalau pengeboran gagal, 100 % menjadi risiko Pertamina dan Petrochina. Kalau berhasil hanya diberi bagian 15%,” katanya.
Jika kegiatan eksplorasi dan eksploitasi berhasil, kata dia, Desa Banjarsari otomatis akan menjadi lokasi pengeboran. Ini akan membuat Banjarsari punya peluang mendapat ADD (alokasi dana desa) dalam jumlah besar.
“Ada desa yang menerima ADD lebih dari Rp 1 miliar. Nah mulai tahun depan, karena kegiatan migas di Bojonegoro ini lancar, tiap siswa SMA akan menerima dana dari Pemkab Bojonegoro sebesar Rp 2 juta. Tahun ini baru Rp 500.000,” katanya.
Dana yang diterima Pemkab Bojonegoro dari kegiatan industri migas, katanya, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM Bojonegoro. Tujuannya, agar anak-anak Bojonegoro bisa mendapatkan pendidikan yang memadai dan mendapatkan pekerjaan.
Menurut Field Manager JOB PPEJ Junizar Dipodiwirjo, pihaknya optimistis kandungan minyak di bawah Alun- Alun Bojonegoro bisa menghasilkan minyak untuk bisa kembali menambah produksi lapangan Sukowati. Alasannya, JOB PPEJ sebelum ini sudah mengeksploitasi sumur Skw 28 di Sukowati PAD B dengan hasil yang bagus. Lokasi sumur Skw 28 itu ada di pinggiran struktur Sukowati PAD C-1.
“Karena itu kami yakin PAD C-1 ini hasilnya juga akan bagus,” katanya.
Ditambahkan, tiap tahun produksi lapangan Sukowati mengalami penurunan alamiah sekitar 40%. Kini produksinya tinggal 16.500 barel per hari. Karena itu harus menemukan cadangan baru agar produksi bisa kembali ditingkatkan.
Menurut Junizar, pengeboran minyak yang ada di bawah Alun-Alun Bojonegoro akan dilakukan dari Desa Banjarsari yang jaraknya sekitar 1,2 kilometer. Untuk mengetahui persis kandungan minyak di bawah Alun-Alun Bojonegoro itu, lanjutnya, akan dilakukan pengeboran awal 1 sumur. Luas lokasinya sendiri dapat menampung hingga 3 sumur.
“Total cadangan minyak di Sukowati diperkirakan 200 juta barel. Yang sudah diproduksi sekitar 108 juta barel. Meski begitu, kita masih harus memastikan berapa persis kandungan minyaknya,” katanya.
Dalam izin yang kini sedang diproses, produksi maksimal di sumur Sukowati PAD C-1 akan mencapai 5.000 barel per hari. Jika ternyata produksinya melebihi, akan diajukan izin baru, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan yang lebih lengkap sebelum dieksploitasi lebib besar. (rul/kik)































.md.jpg)






