Produk Kerajinan Tangan Kalah Bersaing dengan Pabrikan
Kamis, 10 September 2015 07:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota – Pedagang kerajinan anyaman bambu dan gerabah di Pasar Banjarjo, Kota Bojonegoro, mengeluhkan sulitnya menjual hasil kerajinan akhir-akhir ini. Produk kerajinan anyaman bambu dan gerabah itu kalah bersaing dengan produk dari pabrikan.
Menurut Sulasmi, 30, pedagang kerajinan, berbagai produk kerajinan anyaman bambu yang dijual di antaranya caping, tampah, bojok, dan juga berbagai gerabah seperti gentong dan genuk. Kerajinan itu kebanyakan merupakan perlengkapan dan peralatan dapur.
“Akhir-akhir ini penjualan kerajinan anyaman bambu dan gerabah seret,” ujarnya saat ditemui BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Kamis (10/09).
Sulasmi menuturkan, kerajinan anyaman bambu dan gerabah ini sebagian besar diproduksi oleh perajin lokal Bojonegoro. Namun ada pula yang dikirim dari daerah Magetan. Produk kerajinan anyaman bambu dan gerabah ini, kata dia, pembelinya kebanyakan para petani yang tinggal di daerah pedesaan. Berbagai peralatan itu dipakai untuk kebutuhan bertani maupun keperluan sehari-hari di dapur.
Sementara itu menurut pedagang kerajinan lainnya, Safi’i, mengatakan, produk kerajinan tradisional kini harus bersaing dengan produk pabrikan. Hal ini disebabkan adanya kemajuan teknologi sehingga yang dulunya dari anyaman bambu sekarang bisa diubah dari bahan baku plastik sehingga alat rumah tangga yang dihasilkan dari kerajinan tangan sekarang mulai tergeser.
"Akibatnya perajin menjadi malas pruduksi akhirnya kerajinan tangan dan budaya kita akan hilang,” ungkapnya. (nam/kik)































.md.jpg)






