Air Sumur Peninggalan Masa Majapahit Tak Pernah Habis
Jumat, 11 September 2015 09:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Sumberrejo - Sumur kuno yang hanya mempunyai kedalaman 4 meter dan lebarnya 1 meter persegi ini mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo dan sekitarnya. Warga setempat meyakini bahwa sumur itu merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.
Letak sumur ini berada di sisi selatan jalur jalan raya Bojonegoro - Surabaya tepatnya di depan SMP Negeri 1 Prayungan. Terkait keyakinan warga, bahwa sumur itu adalah warisan Kerajaan Majapahit, Suwarno ( 40 ) warga asal Prayungan, mengungkapkan, hal itu dibuktikan dengan batu bata yang digunakan berukuran kecil, keras dan tidak mengalami pelapukan, rongga semen yang digunakan untuk merekatkan batu bata itu juga sangat sempit.
“Hal itu jelas sangat berbeda dengan batu bata di zaman baru - baru ini yang ukurannya relatif lebih besar, mudah lapuk, karenanya warga sekitar yakin bahwa sumur ini adalah hasil tangan orang - orang di masa Kerajaan Majapahit,” ujarnya saat ditemui BBC, sapaan BeritaBojonegoro. com, usai menimba air, Jumat (11/09).
Suwarno mengungkapkan, debit air di dalam sumur di musim kemarau ini hanya sekitar 1,5 meter. Namun anehnya, air yang ada di dalamnya mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar setiap harinya. "D imusim kemarau ini, setiap pagi dan sore puluhan warga berbondong - bondong menuju ke sini untuk menimba air bersih,” ungkapnya.
Suwarno menambahkan, setiap hari warga mengambil air di sumur kuno itu memakai jeriken berukuran 50 liter. Warga mengambil air itu untuk keperluan air minum, memasak, mandi dan lainnya.
Warga lainnya, Mubin (50), mengungkapkan sumur kuno itu adalah peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Setiap Jumat Wage warga mengirim sesaji yang berupa ikan panggang yang diletakkan di sudut sumur.
“Istilah jawanya itu nyadran,” ujarnya.
Mubin menerangkan, sumur ini dikhususkan untuk keperluan masak dan minum bagi warga sekitar karena airnya sangat jernih. Meski, kata dia, pada musim kemarau ini banyak warga yang menimba air dari sumur ini, debit airnya tetap akan bertahan dengan kedalaman 1,5 meter. (ori/kik)































.md.jpg)






