Kubis Bisa Jadi Alternatif di Musim Kemarau
Minggu, 13 September 2015 12:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kapas - Banyak dampak tidak menguntungkan yang dialami para petani di Bojonegoro pada musim kemarau ini. Banyak yang gagal panen dan gagal panen gara-gara kekeringan musim kemarau. Banyak yang lahan sawahnya gersang alisa bero sehingga para petani menganggur. Meskipun begitu tetap saja ada para petani yang tetap bisa menanam sesuatu di tengah kekeringan. Seperti kedelai, jagung dan kacang hijau.
termasuk petani di desa Ngampel Kecamatan Kapas. Jasmadi, warga Desa Ngampel menanami sawahnya dengan kubis. Saat ditemui BBC, sebutan beritaBojonegoro.com, Jasmadi sedang memanen kubis tanamannya.
"Awalnya dulu (saat kemarau, ed) tanam melon, tetapi sekarang memilih untuk kubis," ujarnya kepada BBC, Minggu, siang ini (13/09)
Jasmadi juga menjelaskan, ia memilih tanam kubis untuk memberi warna di kalangan petani. "Agar petani itu bisa bergonta-ganti tanamannya. Biar tidak terpaku pada padi dan kedelai saja," katanya.
Di musim kemarau tanaman kubis tidak begitu menemui kendala, meskipun jarang petani di Bojonegoro yang menanam kubis. Satu hektar tanah miliknya ditanami kubis semua.
Di Desa Ngampel ini pun, baru dia saja yang menanam kubis. meski demikian daia memngaku tidak kesulitan menjual kubis panenannya.
"Untuk penjualan kubis sudah dibeli dari pemborong asal Jakarta dan yang memanen (nebas) pun juga dari Jakarta," imbuhnya. (nam/moha)































.md.jpg)






