Kekeringan Parah, Warga Sugihwaras Terpaksa Beli Air Bersih
Kamis, 17 September 2015 10:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Sugihwaras – Warga di Kecamatan Sugihwaras mengalami kekeringan dan krisis air bersih cukup parah selama musim kemarau tahun ini. Sumur gali yang ada di sekitar rumah telah mengering, begitu pula sumber mata air yang ada di kampung-kampung telah menyusut drastis. Mereka kini hanya berharap bantuan air bersih, namun acapkali bantuan air bersih itu tidak merata.
Menurut Mohammad Anam, warga RT 20 RW 08, Desa/Kecamatan Sugihawaras, kondisi kekeringan tahun ini sangat parah. Musim kemarau yang panas berlangsung sangat panjang. Akibatnya, kata dia, warga mengalami kekeringan dan krisis air bersih teramat parah.
“Memang ada bantuan air bersih tetapi hanya dua mobil tangki. Sedangkan, di Sugihwaras ini ada enam desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Akibatnya, antara pengiriman air bersih dengan warga yang membutuhkan tidak seimbang dan akhirnya bantuan tidak merata,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Kamis (17/09).
Warga lainnya di Sugihwaras, Yusuf, mengungkapkan, setiap ada bantuan air bersih di satu desa maka warga lainnya dari luar desa ikut mengambil dan berebut. Akibatnya, bantuan air bersih itu tidak tepat sasaran.
Akibat kondisi kekeringan dan krisis air bersih ini, kata Yusuf, ada warga yang memanfaatkannya dengan berjualan air bersih keliling kampung. Mereka biasanya menjual air bersih itu dengan memakai pikap dan truk lalu keliling kampung. Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya warga banyak yang terpaksa membeli air bersih yang dijual keliling itu. Salah satunya di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, setiap hari masyarakatnya membeli air bersih dari pedagang air bersih yang berjualan keliling memakai truk.
“Masyarakat berharap pemerintah daerah bisa memerhatikan kondisi masyarakat yang mengalami krisis air bersih ini,” tandas Yusuf. (nam/kik)
Foto truk yang dipakai berjualan air bersih keliling kampung































.md.jpg)






