Petani Enggan Petik Daun Tembakau
Kamis, 17 September 2015 13:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Sugihwaras – Petani tembakau di Kecamatan Sugihwaras enggan memetik atau memanen daun tembakau di persawahan. Penyebabnya, harga daun tembakau saat musim kemarau ini sangat rendah bila dibandingkan musim panen tahun sebelumnya. Petani untuk sementara membiarkan tanaman tembakau di sawah sambil menunggu harga daun tembakau beranjak naik.
Menurut Sujianto, petani tembakau di Desa/Kecamatan Sugihwaras, harga daun tembakau di pasaran saat ini kurang menguntungkan bagi petani. Harga daun tembakau basar hanya sekitar Rp2.000 per kilogramnya. Padahal, pada musim panen tahun sebelumnya harga daun tembakau basah di kisaran Rp4.000 per kilogram. Begitu pula, kata dia, harga daun tembakau kering rajangan saat ini di kisaran Rp12.000 per kilogram, padahal setahun lalu harga daun tembakau kering rajangan di kisaran Rp15.000 sampai Rp17.000 per kilogram.
“Harga daun tembakau saat ini sangat rendah. Saya biarkan dulu saja tanaman tembakau di sawah. Menunggu sampai harga tembakau membaik,” ujar Sujianto ditemui BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, Kamis (17/09).
Petani tembakau lainnya di Sugihwaras, Suyono, menuturkan, petani masih enggan memetik daun tembakau karena harga jual daun tembakau masih rendah. Ia berharap harga tembakau naik. “Kami tidak punya banyak pilihan. Sebab, di sisi lain serapan tembakau dari pabrikan juga berkurang belakangan ini,” ujarnya.
Pihak Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro menyarankan kepada petani tembakau agar menjual daun tembakau dalam keadaan sudah berupa kering rajangan. Sebab, harga jual daun tembakau kering rajangan lebih menguntungkan apabila dibandingkan daun tembakau basah.
Menurut Kepala Dishutbun Kabupaten Bojonegoro, Nuzulul Hudaya, arel tanam tembakau virginia di Bojonegoro pada musim kemarau tahun ini seluas 44.000 hektare tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Sugihwaras, Kedungadem, Ngasem, Malo, Sumberejo dan Baureno.
Menurutnya, untuk areal tanaman tembakau di wilayah Kecamatan Kepohbaru seluas 1.700 hektare saat ini belum memasuki saat panen. Lambatnya musim petik ini karena petani di wilayah tersebut baru tanam tembakau setelah panen tanaman padi.
Hudaya mengatakan, untuk luasan areal tanaman tembakau jenis jawa luasan tanamnya mencapai 2.300 hektar . Sedangkan luasan areal tanaman tembakau seluruhnya di wilayah Bojonegoro tersebar di Kecamatan Temayang, Bubulan, Tambakrejo, Purwosari, Ngraho, Gayam, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu. (nam/kik)































.md.jpg)






