News Ticker
  • Dicari!!! Gadis Meninggalkan Rumah
  • Wabup: TPP Naik, Kewajiban Juga Harus Dituntaskan
  • Tak Bisa Berenang, Pelajar SMP di Tuban Tenggelam di Sungai
  • Kapolres Paparkan Tentang Cyber Crime Kepada Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro
  • Mensesneg Gelar Acara Sinau Bareng Pembangunan Desa Melalui BUMDes di Tambakrejo
  • Dua Kader Demokrat Siap Calonkan Diri Sebagai Ketua DPC 
  • Hari ini Satpol PP Bojonegoro Amankan 5 Anak Punk Asal Tuban
  • Siswa Club Jurnalis Ahmad Dahlan Berkunjung ke Pameran Foto dan Workshop
  • Kapolres Berkunjung ke Kediaman Mensesneg di Tambakrejo
  • Manajemen Persibo Akan Sewa Aset Pemkab Sebagai Kantor
  • Pembangunan Jembatan Bojonegoro-Trucuk Tahap Pertama Selesai
  • Pendidikan Menjadi Prioritas
  • Kapolres Beri Motivasi Pada Calon Peserta Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Tahun 2017
  • Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Buat Aksi Tanam Tanaman Obat
  • Mensesneg Pulang Kampung di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo
  • EMCL Serahkan Bantuan Pagar Lapangan Malowopati Desa Talok
  • Jurus Patuh BKP Turut Memeriahkan Apel Besar Saka Bhayangkara se-Jawa Timur
  • Suporter Siap Dukung Persibo Berlaga dalam Dirgantara Cup di Yogyakarta
  • Seorang Warga Kelurahan Karang Pacar Ditangkap Polisi Karena Kedapatan Miliki Sabu
  • LCCG Cluster 3, SD Negeri Gayam I Juara

Pengalaman Jadi Bupati Sehari dalam Kang Yoto Leadership Chalenge 2016 (Bagian 2)

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Oleh Siska Dwi Indrawati

FAJAR mulai menyingsing. Mentari sebentar lagi menampakkan diri dan hari bersejarah ini akan segera dimulai. Saya pun bersiap-siap. Safari batik dan span hitam siap saya kenakan. Bersama pembina saya berangkat menuju sekolah. Kali ini bukan untuk duduk di kelas dan mengikuti pelajaran, namun  duduk di kursi Bupati dan menjalankan tugas-tugasnya. Seluruh warga sekolah sudah memenuhi lapangan, membentuk formasi, dan bersorak sorai melantunkan yel-yel sebagai pelepasan Bupati sehari yang akan bertugas. Sebelum berangkat ditemani pembina, kepala Madrasah, dan utusan dari dinas pendidikan sejenak saya menyapa dan memohon do’a restu kepada bapak ibu guru dan teman-teman supaya di beri kelancaran dan kemudahan dalam kegiatan ini oleh Allah SWT. Tepat pukul 07.00 WIB mobil dinas Bupati berplat S 1 A diiringi dengan pengawalan lengkap tiba di halaman madrasah. Ajudan dan protokoler menghampiri dan memberi hormat kepada saya selayaknya Bupati yang sesungguhnya. Suasana haru, sorak sorai dan gagap gempita bercampur menjaadi satu mengiringi setiap langkahku.

Selama perjalanan menuju gedung Pemkab saya berbincang sejenak untuk menanyakan agenda apa saja yang akan saya lakukan hari ini. Selama bertugas saya di temani oleh seorang ajudan Bupati yang amat sopan tingkahnya dan santun tutur katanya tidak lain adalah Mas Sigit. Agenda pertama saya adalah berada di ruang kerja Bupati dan kegiatan yang saya lakukan adalah  mendesposisi surat-surat yang masuk didampingi oleh sekretaris pribadi Bupati. Menerima tamu dari utusan Dinas Pendidikan dan menerima laporan tentang pengadaan wisata alam. Pagi ini beberapa surat dengan perihal yang berbeda-beda pula, mulai dari kasus kriminal, pengajuan program, pengajuan dana untuk korban bencana, dan undangan. Dari sini saya menjadi tahu dan berpikir bahwa seorang Bupati harus selalu membuka telinga untuk mendengar panggilan rakyat, harus selalu membuka mata untuk melihat keadaan rakyat, harus selalu mau memahami apa yang dirasakan rakyat, yang paling penting mampu memberikan solusi dengan sekecil mungkin kerugiannya untuk semua unsur di daerah dan menyusun skala prioritas yang tepat. Menggerakkan pemerintah untuk memprioritaskan melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik. 

Pekerjaan di ruang kerja telah selesai, agenda selanjutnya adalah Review menejemen yang bertempat di rumah dinas Bupati. Review manajemen ini didikuti oleh para Kepala SKPD, Camat dari beberapa kecamatan, dan pejabat-pejabat lainnya. Bapak Setyo Yuliono yang lebih akrab disapa Pak Nanang merupakan asisten 1 Bupati Bojonegoro bertindak sebagai moderator pada pagi itu. Dalam review manajemen ini akan dipaparkan program, kinerja, kendala, dan solusi dari berbagai bidang oleh masing-masing SKPD ataupun Camat yang bersangkutan. Saya dan Nadya hanya mengikuti sampai pada paparan keempat saja karena kami harus melakukan sidak ke beberapa tempat untuk memeriksa pelaksanaan pembangunan.

Paparan yang pertama oleh Dinas Pertanian yang fokus pada pembahasan kelangkaan pupuk bersubsidi di Bojonegoro karena hanya ada sekian stoke dari pemerintah provinsi. Hal itu membuat resah para petani apalagi sekarang adalah masa tanam padi. Menanggapi hal itu rekan saya Nadya Shahada Faradillah memberikan saran dan arahan bahwasanya pemerintah dan para petani Bojonegoro harus lebih mandiri, dengan membuat pupuk organik sendiri. Itu untuk mengantisipasi kalau terjadi kasus semacam ini sehingga kita tidak hanya bergantung. Dilanjutkan paparan yang kedua disampaikan oleh Camat Kalitidu. Pemaparannya begitu kompleks dan mencakup berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan, yaitu jumlah kematian ibu meningkat disebabkan mempertahankan kehamilan pada saat ibu sedang menderita penyakit komplikasi dan beberapa penyakit lainnya. Beralih ke bidang wisata, Program wisata naik perahu sambil memetik buah belimbing yang ada di desa Mojo sudah mulai beroperasi namun fasilitas perahu masih minim. Kemudian keberadaan dua gereja tertua di Bojonegoro yang berdampingan dengan mushola dan masjid, tepatnya terletak di dusun Kwangenrejo, desa Leran. Penduduk dilingkungan itu mayoritas juga beragama nasrani dan rukun hidup berdampingan dengan umat islam. Inilah salah satu perwujudan dari penghargaan sebagai Kota Ramah HAM yang disandang Bojonegoro. Dari pemaparan itu saya ungkapkan apa yang saya pikirkan, diantaranya menyarankan bahwa kita bisa memberikan pelatihan pada siswa SMK di Bojonegoro untuk membuat perahu wisata. Mereka telah disiapkan dalam bidangnya mengapa tidak kita memberikan kesempatan kepada mereka berkarya untuk Bojonegoro, kemudian saya menyarankan pula kepada SKPD untuk survei secara langsung ke lokasi tersebut.

Kepala Dinas Perijinan memaparkan program barunya yaitu pelayanan secara on-line dan mengemukakan perbedaannya dengan pelayanan manual. Di lain itu digambarkan pula bagaimana pelayanan di gedung yang baru nampak lebih efektif dan nyaman bagi masyarakat. Dari Pihak Kominfo kemudian memaparkan beberapa prestasi yang diusung Bojonegoro dalam berbagai ajang. Salah satunya adalah penghargaan Top IT. Saya dan Nadya diberikan kesempatan untuk menanggapi dan memberikan arahan dari pemaparan tersebut. Saya ungkapkan bahwa program yang dijalankan sudah cukup bagus, namun harus lebih selektif dalam memberi ijin. Mengarahkan kepada investor baik lokal maupun asing agar memilih lahan yang tidak produktif dalam mendirikan perusahaan. Bagaimanapun prinsip kita adalah pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, jadi dalam pembangunan Bojonegoro jangan sampai ada pihak atau masyarakat yang terganggu  dan dirugikan. Selanjutnya dengan adanya penghargaan Top IT ini supaya dijadian cambuk bagi kita untuk menciptakan progam pelacak yang bisa mengetahui apa saja yang di unduh pengguna internet di wilayah Bojonegoro dan akan terwujud jaringan internet sehat. Semua harapan ini yakin akan kita raih kalau kita mau berusaha keras dan memadukan pikiran untuk kemajuan Bojonegoro.

Jam dinding menunjukkan pukul 10.00 WIB, waktunya kami meninggalkan forum Review manajemen dan segera meluncur untuk sidak di beberapa tempat. Tujuan pertama adalah rumah sakit umum yang berada di jalan Dr. Wahidin. Bangunan yang sudah tua dan sempit terasa amat pengap, sedangkan pasien selalu padat dan datang silih berganti setiap saat. Ditemani Bapak Kepala Rumah sakit saya dan rombongan Bupati sehari keliling untuk melihat suasana dan Kondisi disini. Sungguh memprihatinkan, kemudian saya berbincang sejenak dengan Ibu yang mengidap penyakit gagal ginjal dan sedang melakukan cuci darah. Beliau merasa sangat terbantu karena sekarang RS. Umum Bojonegoro sudah memiliki alat cuci darah sendiri. Beliau mengatakan bahwa sebelumnya harus jauh ke Surabaya untuk melakukan cuci darah, namun sekarang tidak perlu lagi dan cukup di Bojonegoro. Melihat semangat dan perjuangan para pasien melawan penyakitnya kita harus memberikan pelayanan yang maksimal untuk mereka. Sebab itu di garap pembangunan Rumah sakit di jalan Veteran.

Pemandangan yang berbeda saya temukan ketika melihat langsung pembangunan RS dr Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran. Wow..., pembangunan yang sempat terbengkalai berkat kegigihan dan tekat kuat pemerintahan Kang Yoto dan Kang Hartono sebentar lagi akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemegahan bangunan yang terdiri dari 300 kamar dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai wujud kemajuan pembangunan dan baiknya pengelolaan anggaran daerah. Tentunya harus didiringi dengan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Ternyata Rumah Sakit ini memang didesain sesuai standart Internasional. Semoga semua ini bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan sesuai dengan harapan Bojonegoro. Kami melanjutkan sidak pada pelaksanaan program pembangunan jembatan Trucuk. Diharapkan program pembangunan jembatan ini akan mempermudah masyarakat di desa dalam beraktivitas dan mengakses kebutuhan yang ada di kota, begitulah penjelasan dari Mas Sigit  dalam perjalanan ke lokasi. Sesampainya di lokasi pembangunan saya dan Nadya berdialog sejenak seputar pembangunan dengan kontraktornya. Ini usaha pemerintah memberantas keterbelakangan bagi masyarakat desa. 

Setengah hari sudah terlewati dan berjalan lancar tanpa satu kendala apapun. Saya dan rombongan kembali ke pemkab untuk menunaikan sholat Jumat bagi yang menjalankan dan beristirahat sejenak. Saya dan Nadya melepas lelah sambil berdiskusi mempersiapkan diri dan ide pada dialog publik usai makan siang nanti. Sesaat kemudiaan tibalah kedua orang tua saya dan Nadya, Ibuku kemudian memelukku dengan erat sambil meneteskan air mata haru. Ibu tidak menyangka akan apa yang terjadi pada hari ini, apa yang saya impikan terwujud meskipun hanya sehari. Ini semua juga karena do’a Ibu yang selalu dipanjatkan untukku usai bersujud. Air mata ini tak terbendung lagi dan akhirnya menetes. Hal yang tak terfikirkan sebelumnya, namun saya percaya tidak ada yang mustahil didunia ini. Ruangan yang luas dan megah yang berada di lantai tujuh gedung pemkab yang baru hari ini adalah milik saya dan harus saya nikmati. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya jabatan ini bukanlah sesuatu yang sakral dan siapa saja bisa menduduki jabatan ini. “Desakralisasi” memang itu tujuan Kang Yoto mencetuskan Program ini. (bersambung)

Tulisan pertama Jangan Sampai Apa yang Kita Lakukan Ini Sia-Sia

 

 

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Ingin Jadi Contoh Untuk Semua Buruh Migran di Manapun

Yanne, Buruh Migran yang Jadi Model di Hongkong

Ingin Jadi Contoh Untuk Semua Buruh Migran di Manapun

Oleh Vera Astanti KEMARIN diberitakan, ada seorang TKW yang saat ini lebih sering disebut Buruh Migran Indonesia akan menggelar fashion ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Promosikan Bojonegoro Melalui Festival

Promosikan Bojonegoro Melalui Festival

*Oleh Asep Fahza BANYAK cara dalam mempromosikan suatu daerah agar para wisatawan terpancing untuk berkunjung ke daerah tersebut. Seperti dengan ...

Eksis

Di Tangan Parni, Limbah Plastik Raup Puluhan Juta Rupiah

Di Tangan Parni, Limbah Plastik Raup Puluhan Juta Rupiah

Oleh Vera Astanti Kapas - Di dalam ruang tamu yang minimalis, beragam model produk tas dan bunga plastik terpajang di ...

Pelesir

Jelajahi Mojodeso Lengkap dengan Wisatanya

Jelajahi Mojodeso Lengkap dengan Wisatanya

Oleh Vera Astanti Kapas - Sektor wisata bisa menjadi upaya untuk mengembangkan potensi alam sekaligus sumber daya manusianya. Seperti yang ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Pos Sholat

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Polres Bojonegoro, pada Kamis (23/02/2017) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Minggu, 26 Februari 2017

  • Parade Drumband Tk SD/MI

    Kantor kecamatan Sumberejo Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Diklat ( Training OF Traier ) Paspanter PSHT

    Ds. Papringan Kec.Temayang Kab.Bjn PSHT Cabang Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Electone

    Ds. Sumodikaran Kec. Dander Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Apel Bersama Saka Bhayangkara

    Stadion Letjen H Soedirman Kab. Bojonegoro - Pukul 08:00 WIB

  • Musda ke. IV

    Ds. Ngraseh Kec.Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 09:00 WIB

  • Bakti Sosial

    Dsn Bluru dan Dsn Tretes Ds Pragelan Kec.Gondang Kab. Bojonegoro - Pukul 10:00 WIB

  • Pasar Malam

    Lap Kec.Kalitidu Kab.Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds.Pagerwesi Kec.Trucuk Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds. / Kec. Baureno Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Turnamen Futsal Cup III

    Ds.Plesungan Kec.Kapas Kab.Bojonegoro - Pukul 19:00 WIB

  • Electone

    Sungkono Desa Kedungsari kec. Temayang Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

Berita Foto

Hujan Deras Genangi Jalan Dalam Kota

Hujan Deras Genangi Jalan Dalam Kota

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota Hujan deras yang mengguyur dalam kota Bojonegoro sore hari ini, Rabu (22/02/2017) sejak sekitar pukul 14.00 ...

Infotorial

Industri Hulu Migas Prioritas Tenaga Kerja Indonesia

Industri Hulu Migas Prioritas Tenaga Kerja Indonesia

*Oleh Imam Nurcahyo PENGOPTIMALAN sumber daya alam minyak dan gas bumi (migas) selalu menyimpan tantangan tersendiri bagi industri hulu migas ...

Resensi

Cinta itu Tak Harus Memiliki

Resensi Film You Are The Apple Of My Eye

Cinta itu Tak Harus Memiliki

Oleh Vera Astanti CINTA pertama semasa SMA memang susah dilupakan. Meski pada akhirnya takdir memutuskan untuk memisahkan, cerita asam manisnya ...

Feature

Curhat ke Kapolres, Berbalas Bea Balik Nama BPKB Gratis

Kisah 3 Anak Yatim Piatu di Malo

Curhat ke Kapolres, Berbalas Bea Balik Nama BPKB Gratis

Oleh Heriyanto Malo - Kemarin Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi bersama Pejabat Utama serta Bhayangkari melaksanakan ...

Teras

Cerita Teman Tentang Amplop Pejabat

Cerita Teman Tentang Amplop Pejabat

Oleh Muliyanto MALAM itu saya bertemu dengan seorang teman di Alun-Alun Kota Bojonegoro. Kami pun berbincang-bincang, tak lupa memesan dua ...

Statistik

Hari ini

1.213 pengunjung

2.469 halaman dibuka

199 pengunjung online

Bulan ini

150.958 pengunjung

340.529 halaman dibuka

Tahun ini

321.120 pengunjung

736.804 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 525.614

Indonesia: 10.552

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015