News Ticker
  • Jaga Kerukunan, Danramil 0813-08 Kedungadem Beri Wawasan Kebangsaan Anggota Pencak Silat
  • Peringati Hari Bumi, FPAB Bagi Bibit Ke Masyarakat
  • Scoopy Seruduk Becak di Kapas, 3 Orang Alami Luka-luka
  • Dugaan Korupsi Mantan Kades Pragelan, Ini Kata Komisi A
  • I Putu Gede: Memang Kita Belum Melatih Finishing
  • CEO Persema: Mungkin Pemain Demam Panggung Dihadapan Ribuan Suporter
  • Penjualan Produk Di Galeri UKM Capai Jutaan Rupiah
  • Setelah Digrebek Warga, Pasangan Selingkuh di Sekar ini Dibawa ke Kantor Polisi
  • Honda Revo Seruduk Suzuki Satria di Baureno, Pengendara Revo Luka-Luka
  • Warga Keluarahan Jetak Temukan Mayat Tanpa Identitas, Mengapung di Bengawan Solo
  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Bantaran Sungai Bengawan Solol, Kecamatan Rengel
  • Persibo Berhasil Menang Tipis 1-0 Atas Persema
  • 35 Anak SD/MI Ikuti Lomba Baca Puisi Pekan Buku Kampung Ilmu 2017
  • Berikut Para Pemain Inti Laskar Angling Dharma Sore Ini
  • Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman
  • Kurang Konsentrasi, Vario Sruduk Truk di Margomulyo, Pengendara Patah Kaki
  • Ketahuan Malak di Sekolah, 3 Pelajar Ini Diberi Pembinaan Oleh Polisi
  • Disdik Mulai Bahas Mekanisme PPDB
  • Perseman Lakukan Uji Coba Stadion Pagi Ini 
  • Dana Pinjaman Usaha Tembakau Macet Rp 21 Miliar

Pengalaman Jadi Bupati Sehari dalam Kang Yoto Leadership Chalenge 2016 (Bagian 2)

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Oleh Siska Dwi Indrawati

FAJAR mulai menyingsing. Mentari sebentar lagi menampakkan diri dan hari bersejarah ini akan segera dimulai. Saya pun bersiap-siap. Safari batik dan span hitam siap saya kenakan. Bersama pembina saya berangkat menuju sekolah. Kali ini bukan untuk duduk di kelas dan mengikuti pelajaran, namun  duduk di kursi Bupati dan menjalankan tugas-tugasnya. Seluruh warga sekolah sudah memenuhi lapangan, membentuk formasi, dan bersorak sorai melantunkan yel-yel sebagai pelepasan Bupati sehari yang akan bertugas. Sebelum berangkat ditemani pembina, kepala Madrasah, dan utusan dari dinas pendidikan sejenak saya menyapa dan memohon do’a restu kepada bapak ibu guru dan teman-teman supaya di beri kelancaran dan kemudahan dalam kegiatan ini oleh Allah SWT. Tepat pukul 07.00 WIB mobil dinas Bupati berplat S 1 A diiringi dengan pengawalan lengkap tiba di halaman madrasah. Ajudan dan protokoler menghampiri dan memberi hormat kepada saya selayaknya Bupati yang sesungguhnya. Suasana haru, sorak sorai dan gagap gempita bercampur menjaadi satu mengiringi setiap langkahku.

Selama perjalanan menuju gedung Pemkab saya berbincang sejenak untuk menanyakan agenda apa saja yang akan saya lakukan hari ini. Selama bertugas saya di temani oleh seorang ajudan Bupati yang amat sopan tingkahnya dan santun tutur katanya tidak lain adalah Mas Sigit. Agenda pertama saya adalah berada di ruang kerja Bupati dan kegiatan yang saya lakukan adalah  mendesposisi surat-surat yang masuk didampingi oleh sekretaris pribadi Bupati. Menerima tamu dari utusan Dinas Pendidikan dan menerima laporan tentang pengadaan wisata alam. Pagi ini beberapa surat dengan perihal yang berbeda-beda pula, mulai dari kasus kriminal, pengajuan program, pengajuan dana untuk korban bencana, dan undangan. Dari sini saya menjadi tahu dan berpikir bahwa seorang Bupati harus selalu membuka telinga untuk mendengar panggilan rakyat, harus selalu membuka mata untuk melihat keadaan rakyat, harus selalu mau memahami apa yang dirasakan rakyat, yang paling penting mampu memberikan solusi dengan sekecil mungkin kerugiannya untuk semua unsur di daerah dan menyusun skala prioritas yang tepat. Menggerakkan pemerintah untuk memprioritaskan melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik. 

Pekerjaan di ruang kerja telah selesai, agenda selanjutnya adalah Review menejemen yang bertempat di rumah dinas Bupati. Review manajemen ini didikuti oleh para Kepala SKPD, Camat dari beberapa kecamatan, dan pejabat-pejabat lainnya. Bapak Setyo Yuliono yang lebih akrab disapa Pak Nanang merupakan asisten 1 Bupati Bojonegoro bertindak sebagai moderator pada pagi itu. Dalam review manajemen ini akan dipaparkan program, kinerja, kendala, dan solusi dari berbagai bidang oleh masing-masing SKPD ataupun Camat yang bersangkutan. Saya dan Nadya hanya mengikuti sampai pada paparan keempat saja karena kami harus melakukan sidak ke beberapa tempat untuk memeriksa pelaksanaan pembangunan.

Paparan yang pertama oleh Dinas Pertanian yang fokus pada pembahasan kelangkaan pupuk bersubsidi di Bojonegoro karena hanya ada sekian stoke dari pemerintah provinsi. Hal itu membuat resah para petani apalagi sekarang adalah masa tanam padi. Menanggapi hal itu rekan saya Nadya Shahada Faradillah memberikan saran dan arahan bahwasanya pemerintah dan para petani Bojonegoro harus lebih mandiri, dengan membuat pupuk organik sendiri. Itu untuk mengantisipasi kalau terjadi kasus semacam ini sehingga kita tidak hanya bergantung. Dilanjutkan paparan yang kedua disampaikan oleh Camat Kalitidu. Pemaparannya begitu kompleks dan mencakup berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan, yaitu jumlah kematian ibu meningkat disebabkan mempertahankan kehamilan pada saat ibu sedang menderita penyakit komplikasi dan beberapa penyakit lainnya. Beralih ke bidang wisata, Program wisata naik perahu sambil memetik buah belimbing yang ada di desa Mojo sudah mulai beroperasi namun fasilitas perahu masih minim. Kemudian keberadaan dua gereja tertua di Bojonegoro yang berdampingan dengan mushola dan masjid, tepatnya terletak di dusun Kwangenrejo, desa Leran. Penduduk dilingkungan itu mayoritas juga beragama nasrani dan rukun hidup berdampingan dengan umat islam. Inilah salah satu perwujudan dari penghargaan sebagai Kota Ramah HAM yang disandang Bojonegoro. Dari pemaparan itu saya ungkapkan apa yang saya pikirkan, diantaranya menyarankan bahwa kita bisa memberikan pelatihan pada siswa SMK di Bojonegoro untuk membuat perahu wisata. Mereka telah disiapkan dalam bidangnya mengapa tidak kita memberikan kesempatan kepada mereka berkarya untuk Bojonegoro, kemudian saya menyarankan pula kepada SKPD untuk survei secara langsung ke lokasi tersebut.

Kepala Dinas Perijinan memaparkan program barunya yaitu pelayanan secara on-line dan mengemukakan perbedaannya dengan pelayanan manual. Di lain itu digambarkan pula bagaimana pelayanan di gedung yang baru nampak lebih efektif dan nyaman bagi masyarakat. Dari Pihak Kominfo kemudian memaparkan beberapa prestasi yang diusung Bojonegoro dalam berbagai ajang. Salah satunya adalah penghargaan Top IT. Saya dan Nadya diberikan kesempatan untuk menanggapi dan memberikan arahan dari pemaparan tersebut. Saya ungkapkan bahwa program yang dijalankan sudah cukup bagus, namun harus lebih selektif dalam memberi ijin. Mengarahkan kepada investor baik lokal maupun asing agar memilih lahan yang tidak produktif dalam mendirikan perusahaan. Bagaimanapun prinsip kita adalah pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, jadi dalam pembangunan Bojonegoro jangan sampai ada pihak atau masyarakat yang terganggu  dan dirugikan. Selanjutnya dengan adanya penghargaan Top IT ini supaya dijadian cambuk bagi kita untuk menciptakan progam pelacak yang bisa mengetahui apa saja yang di unduh pengguna internet di wilayah Bojonegoro dan akan terwujud jaringan internet sehat. Semua harapan ini yakin akan kita raih kalau kita mau berusaha keras dan memadukan pikiran untuk kemajuan Bojonegoro.

Jam dinding menunjukkan pukul 10.00 WIB, waktunya kami meninggalkan forum Review manajemen dan segera meluncur untuk sidak di beberapa tempat. Tujuan pertama adalah rumah sakit umum yang berada di jalan Dr. Wahidin. Bangunan yang sudah tua dan sempit terasa amat pengap, sedangkan pasien selalu padat dan datang silih berganti setiap saat. Ditemani Bapak Kepala Rumah sakit saya dan rombongan Bupati sehari keliling untuk melihat suasana dan Kondisi disini. Sungguh memprihatinkan, kemudian saya berbincang sejenak dengan Ibu yang mengidap penyakit gagal ginjal dan sedang melakukan cuci darah. Beliau merasa sangat terbantu karena sekarang RS. Umum Bojonegoro sudah memiliki alat cuci darah sendiri. Beliau mengatakan bahwa sebelumnya harus jauh ke Surabaya untuk melakukan cuci darah, namun sekarang tidak perlu lagi dan cukup di Bojonegoro. Melihat semangat dan perjuangan para pasien melawan penyakitnya kita harus memberikan pelayanan yang maksimal untuk mereka. Sebab itu di garap pembangunan Rumah sakit di jalan Veteran.

Pemandangan yang berbeda saya temukan ketika melihat langsung pembangunan RS dr Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran. Wow..., pembangunan yang sempat terbengkalai berkat kegigihan dan tekat kuat pemerintahan Kang Yoto dan Kang Hartono sebentar lagi akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemegahan bangunan yang terdiri dari 300 kamar dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai wujud kemajuan pembangunan dan baiknya pengelolaan anggaran daerah. Tentunya harus didiringi dengan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Ternyata Rumah Sakit ini memang didesain sesuai standart Internasional. Semoga semua ini bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan sesuai dengan harapan Bojonegoro. Kami melanjutkan sidak pada pelaksanaan program pembangunan jembatan Trucuk. Diharapkan program pembangunan jembatan ini akan mempermudah masyarakat di desa dalam beraktivitas dan mengakses kebutuhan yang ada di kota, begitulah penjelasan dari Mas Sigit  dalam perjalanan ke lokasi. Sesampainya di lokasi pembangunan saya dan Nadya berdialog sejenak seputar pembangunan dengan kontraktornya. Ini usaha pemerintah memberantas keterbelakangan bagi masyarakat desa. 

Setengah hari sudah terlewati dan berjalan lancar tanpa satu kendala apapun. Saya dan rombongan kembali ke pemkab untuk menunaikan sholat Jumat bagi yang menjalankan dan beristirahat sejenak. Saya dan Nadya melepas lelah sambil berdiskusi mempersiapkan diri dan ide pada dialog publik usai makan siang nanti. Sesaat kemudiaan tibalah kedua orang tua saya dan Nadya, Ibuku kemudian memelukku dengan erat sambil meneteskan air mata haru. Ibu tidak menyangka akan apa yang terjadi pada hari ini, apa yang saya impikan terwujud meskipun hanya sehari. Ini semua juga karena do’a Ibu yang selalu dipanjatkan untukku usai bersujud. Air mata ini tak terbendung lagi dan akhirnya menetes. Hal yang tak terfikirkan sebelumnya, namun saya percaya tidak ada yang mustahil didunia ini. Ruangan yang luas dan megah yang berada di lantai tujuh gedung pemkab yang baru hari ini adalah milik saya dan harus saya nikmati. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya jabatan ini bukanlah sesuatu yang sakral dan siapa saja bisa menduduki jabatan ini. “Desakralisasi” memang itu tujuan Kang Yoto mencetuskan Program ini. (bersambung)

Tulisan pertama Jangan Sampai Apa yang Kita Lakukan Ini Sia-Sia

 

 

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Oleh Vera Astanti Lelaki yang sudah tak muda itu asyik melayani setiap permintaan dan pertanyaan dari anak-anak yang datang di ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Depresi, Ayo Curhat

Hari Kesehatan Sedunia

Depresi, Ayo Curhat

Oleh dr Achmad Budi Karyono TANGGAL 7 April ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Di era medsos ini dunia kesehatan mengangkat ...

Eksis

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Niko Fatkuria

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Kejadian bencana alam yang terjadi bisa membawa perubahan yang besar bagi kehidupan seseorang. Hal inilah ...

Pelesir

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Kuliner

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Oleh Muliyanto Temayang Makanan popular ini banyak diperbincangkan di media sosial akhir akhir ini. Rasa penasaran yang berawal dari perbincangan ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Pos Sholat

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Polres Bojonegoro, pada Kamis (23/02/2017) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 24 April 2017

  • Giat Seleksi Mencari Bakat Calon Atlit PSHT

    Ds. Sranak Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro - Pukul 00:00 WIB

  • Pramuka / Festival Wirakarya

    Lapangan Ds. Sumberarum Kec. Dander Kab. B - Pukul 07:00 WIB

  • Penatas Lumba Lumba

    jl. veteran Bojonegoro - Pukul 09:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds. Kalisumber Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds/Kec. Ngambon Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Turnamen Bola Voli Dander Cup II

    lapangan kantor Perhutani ( BKPH ) Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 19:00 WIB

  • Electune

    Ds. Pandantoyo Kec. Temayang Kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Pengajian Umum

    Ds. Pejok kec. Kepohbaru kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Electune

    Ds. siwalan kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Sitiaji Kec. Sukosewu Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Panemon Kec. Sugihwaras Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Balongrejo kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Wayang Thengul

    Ds/Kec. Kanor Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

  • Reog SINGO GUNTUR BAWONO

    Ds/Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

Berita Foto

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Oleh Piping Dian Permadi Bojonegoro Kota - Antusiasme pendukung Persibo Bojonegoro sangat tinggi. Terlihat ribuan suporter berdatangan untuk melihat Laskar ...

Infotorial

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Ngeblend No Fear!

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Kota - PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss Blend, telah berhasil melaksanakan aksi kemanusiaan dengan ...

Resensi

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Unlimited Wealth Bong Chandra

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Oleh Muliyanto BONG Chandra, namanya sudah melambung sebagai seorang motivator ulung Indonesia. Bukunya juga laris manis di pasaran menjadi pegangan ...

Feature

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Oleh Heriyanto Bojonegoro Pagi-pagi enaknya menyantap serabi sambil menyesap teh atau menyeruput kopi. Kue tradisional itu tidak semua orang bisa ...

Teras

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Terungkapnya grup facebook yang berisikan konten pornografi anak-anak tentu membuat siapapun, khususnya orangtua bergidik ngeri. ...

Statistik

Hari ini

5.366 pengunjung

12.280 halaman dibuka

246 pengunjung online

Bulan ini

72.913 pengunjung

257.946 halaman dibuka

Tahun ini

324.025 pengunjung

1.403.845 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 544.770

Indonesia: 13.209

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\