News Ticker
  • Bocah 11 Tahun Alami Patah Tulang Iga Usai Dilanggar Sepeda Motor
  • Kandang Sapi Hangus Terbakar, Pemilik Rugi 5 Juta
  • Berkat Aplikasi SIBI, Empat Orang Pelaku Pencurian Berhasil Ditangkap Jajaran Polres Tuban
  • Warga Malo Dilaporkan Tenggelam di Bengawan Solo
  • Tak Hati-Hati Potong Jalan, Motor Revo Ditabrak Kijang Innova di Padangan
  • Sambaran Petir Kembali Bawa Korban Tewas di Sugihwaras
  • 70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman
  • Seorang Nenek Terluka Usai Tersenggol Rombong Penjual Jangkrik
  • Mio Tabrak Dump Truk Parkir, Pengendara Meninggal Dunia
  • Jika Pegawai Tak Digaji Pusat, Pemkab Akan Ambil Alih Kembali Terminal Rajekwesi
  • Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita
  • Jembatan di Pilanggede Balen Sering Ambrol, Warga Resah
  • Rasa Gethuk Modern yang Aneh di Lidah Masyarakat
  • PSHT Gandeng Polsek Purwosari Adakan Donor Darah
  • Kenalkan Sekolah, SMP Al-Fatimah Bojonegoro Gelar Try Out Akbar
  • Getuk Terpanjang Mulai Dibuat
  • Peringatan HPN Oleh PWI Bojonegoro Dilakukan Mandiri
  • Perahu Pengangkut Pasir Bengawan Solo di Kanor Tenggelam
  • Ini Update Situasi Banjir Luapan Kali Kening yang Melanda 6 Desa di Parengan

Pengalaman Jadi Bupati Sehari dalam Kang Yoto Leadership Chalenge 2016 (Bagian 2)

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Jabatan Ini Bukanlah Sesuatu yang Sakral

Oleh Siska Dwi Indrawati

FAJAR mulai menyingsing. Mentari sebentar lagi menampakkan diri dan hari bersejarah ini akan segera dimulai. Saya pun bersiap-siap. Safari batik dan span hitam siap saya kenakan. Bersama pembina saya berangkat menuju sekolah. Kali ini bukan untuk duduk di kelas dan mengikuti pelajaran, namun  duduk di kursi Bupati dan menjalankan tugas-tugasnya. Seluruh warga sekolah sudah memenuhi lapangan, membentuk formasi, dan bersorak sorai melantunkan yel-yel sebagai pelepasan Bupati sehari yang akan bertugas. Sebelum berangkat ditemani pembina, kepala Madrasah, dan utusan dari dinas pendidikan sejenak saya menyapa dan memohon do’a restu kepada bapak ibu guru dan teman-teman supaya di beri kelancaran dan kemudahan dalam kegiatan ini oleh Allah SWT. Tepat pukul 07.00 WIB mobil dinas Bupati berplat S 1 A diiringi dengan pengawalan lengkap tiba di halaman madrasah. Ajudan dan protokoler menghampiri dan memberi hormat kepada saya selayaknya Bupati yang sesungguhnya. Suasana haru, sorak sorai dan gagap gempita bercampur menjaadi satu mengiringi setiap langkahku.

Selama perjalanan menuju gedung Pemkab saya berbincang sejenak untuk menanyakan agenda apa saja yang akan saya lakukan hari ini. Selama bertugas saya di temani oleh seorang ajudan Bupati yang amat sopan tingkahnya dan santun tutur katanya tidak lain adalah Mas Sigit. Agenda pertama saya adalah berada di ruang kerja Bupati dan kegiatan yang saya lakukan adalah  mendesposisi surat-surat yang masuk didampingi oleh sekretaris pribadi Bupati. Menerima tamu dari utusan Dinas Pendidikan dan menerima laporan tentang pengadaan wisata alam. Pagi ini beberapa surat dengan perihal yang berbeda-beda pula, mulai dari kasus kriminal, pengajuan program, pengajuan dana untuk korban bencana, dan undangan. Dari sini saya menjadi tahu dan berpikir bahwa seorang Bupati harus selalu membuka telinga untuk mendengar panggilan rakyat, harus selalu membuka mata untuk melihat keadaan rakyat, harus selalu mau memahami apa yang dirasakan rakyat, yang paling penting mampu memberikan solusi dengan sekecil mungkin kerugiannya untuk semua unsur di daerah dan menyusun skala prioritas yang tepat. Menggerakkan pemerintah untuk memprioritaskan melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik. 

Pekerjaan di ruang kerja telah selesai, agenda selanjutnya adalah Review menejemen yang bertempat di rumah dinas Bupati. Review manajemen ini didikuti oleh para Kepala SKPD, Camat dari beberapa kecamatan, dan pejabat-pejabat lainnya. Bapak Setyo Yuliono yang lebih akrab disapa Pak Nanang merupakan asisten 1 Bupati Bojonegoro bertindak sebagai moderator pada pagi itu. Dalam review manajemen ini akan dipaparkan program, kinerja, kendala, dan solusi dari berbagai bidang oleh masing-masing SKPD ataupun Camat yang bersangkutan. Saya dan Nadya hanya mengikuti sampai pada paparan keempat saja karena kami harus melakukan sidak ke beberapa tempat untuk memeriksa pelaksanaan pembangunan.

Paparan yang pertama oleh Dinas Pertanian yang fokus pada pembahasan kelangkaan pupuk bersubsidi di Bojonegoro karena hanya ada sekian stoke dari pemerintah provinsi. Hal itu membuat resah para petani apalagi sekarang adalah masa tanam padi. Menanggapi hal itu rekan saya Nadya Shahada Faradillah memberikan saran dan arahan bahwasanya pemerintah dan para petani Bojonegoro harus lebih mandiri, dengan membuat pupuk organik sendiri. Itu untuk mengantisipasi kalau terjadi kasus semacam ini sehingga kita tidak hanya bergantung. Dilanjutkan paparan yang kedua disampaikan oleh Camat Kalitidu. Pemaparannya begitu kompleks dan mencakup berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan, yaitu jumlah kematian ibu meningkat disebabkan mempertahankan kehamilan pada saat ibu sedang menderita penyakit komplikasi dan beberapa penyakit lainnya. Beralih ke bidang wisata, Program wisata naik perahu sambil memetik buah belimbing yang ada di desa Mojo sudah mulai beroperasi namun fasilitas perahu masih minim. Kemudian keberadaan dua gereja tertua di Bojonegoro yang berdampingan dengan mushola dan masjid, tepatnya terletak di dusun Kwangenrejo, desa Leran. Penduduk dilingkungan itu mayoritas juga beragama nasrani dan rukun hidup berdampingan dengan umat islam. Inilah salah satu perwujudan dari penghargaan sebagai Kota Ramah HAM yang disandang Bojonegoro. Dari pemaparan itu saya ungkapkan apa yang saya pikirkan, diantaranya menyarankan bahwa kita bisa memberikan pelatihan pada siswa SMK di Bojonegoro untuk membuat perahu wisata. Mereka telah disiapkan dalam bidangnya mengapa tidak kita memberikan kesempatan kepada mereka berkarya untuk Bojonegoro, kemudian saya menyarankan pula kepada SKPD untuk survei secara langsung ke lokasi tersebut.

Kepala Dinas Perijinan memaparkan program barunya yaitu pelayanan secara on-line dan mengemukakan perbedaannya dengan pelayanan manual. Di lain itu digambarkan pula bagaimana pelayanan di gedung yang baru nampak lebih efektif dan nyaman bagi masyarakat. Dari Pihak Kominfo kemudian memaparkan beberapa prestasi yang diusung Bojonegoro dalam berbagai ajang. Salah satunya adalah penghargaan Top IT. Saya dan Nadya diberikan kesempatan untuk menanggapi dan memberikan arahan dari pemaparan tersebut. Saya ungkapkan bahwa program yang dijalankan sudah cukup bagus, namun harus lebih selektif dalam memberi ijin. Mengarahkan kepada investor baik lokal maupun asing agar memilih lahan yang tidak produktif dalam mendirikan perusahaan. Bagaimanapun prinsip kita adalah pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, jadi dalam pembangunan Bojonegoro jangan sampai ada pihak atau masyarakat yang terganggu  dan dirugikan. Selanjutnya dengan adanya penghargaan Top IT ini supaya dijadian cambuk bagi kita untuk menciptakan progam pelacak yang bisa mengetahui apa saja yang di unduh pengguna internet di wilayah Bojonegoro dan akan terwujud jaringan internet sehat. Semua harapan ini yakin akan kita raih kalau kita mau berusaha keras dan memadukan pikiran untuk kemajuan Bojonegoro.

Jam dinding menunjukkan pukul 10.00 WIB, waktunya kami meninggalkan forum Review manajemen dan segera meluncur untuk sidak di beberapa tempat. Tujuan pertama adalah rumah sakit umum yang berada di jalan Dr. Wahidin. Bangunan yang sudah tua dan sempit terasa amat pengap, sedangkan pasien selalu padat dan datang silih berganti setiap saat. Ditemani Bapak Kepala Rumah sakit saya dan rombongan Bupati sehari keliling untuk melihat suasana dan Kondisi disini. Sungguh memprihatinkan, kemudian saya berbincang sejenak dengan Ibu yang mengidap penyakit gagal ginjal dan sedang melakukan cuci darah. Beliau merasa sangat terbantu karena sekarang RS. Umum Bojonegoro sudah memiliki alat cuci darah sendiri. Beliau mengatakan bahwa sebelumnya harus jauh ke Surabaya untuk melakukan cuci darah, namun sekarang tidak perlu lagi dan cukup di Bojonegoro. Melihat semangat dan perjuangan para pasien melawan penyakitnya kita harus memberikan pelayanan yang maksimal untuk mereka. Sebab itu di garap pembangunan Rumah sakit di jalan Veteran.

Pemandangan yang berbeda saya temukan ketika melihat langsung pembangunan RS dr Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran. Wow..., pembangunan yang sempat terbengkalai berkat kegigihan dan tekat kuat pemerintahan Kang Yoto dan Kang Hartono sebentar lagi akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemegahan bangunan yang terdiri dari 300 kamar dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai wujud kemajuan pembangunan dan baiknya pengelolaan anggaran daerah. Tentunya harus didiringi dengan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Ternyata Rumah Sakit ini memang didesain sesuai standart Internasional. Semoga semua ini bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan sesuai dengan harapan Bojonegoro. Kami melanjutkan sidak pada pelaksanaan program pembangunan jembatan Trucuk. Diharapkan program pembangunan jembatan ini akan mempermudah masyarakat di desa dalam beraktivitas dan mengakses kebutuhan yang ada di kota, begitulah penjelasan dari Mas Sigit  dalam perjalanan ke lokasi. Sesampainya di lokasi pembangunan saya dan Nadya berdialog sejenak seputar pembangunan dengan kontraktornya. Ini usaha pemerintah memberantas keterbelakangan bagi masyarakat desa. 

Setengah hari sudah terlewati dan berjalan lancar tanpa satu kendala apapun. Saya dan rombongan kembali ke pemkab untuk menunaikan sholat Jumat bagi yang menjalankan dan beristirahat sejenak. Saya dan Nadya melepas lelah sambil berdiskusi mempersiapkan diri dan ide pada dialog publik usai makan siang nanti. Sesaat kemudiaan tibalah kedua orang tua saya dan Nadya, Ibuku kemudian memelukku dengan erat sambil meneteskan air mata haru. Ibu tidak menyangka akan apa yang terjadi pada hari ini, apa yang saya impikan terwujud meskipun hanya sehari. Ini semua juga karena do’a Ibu yang selalu dipanjatkan untukku usai bersujud. Air mata ini tak terbendung lagi dan akhirnya menetes. Hal yang tak terfikirkan sebelumnya, namun saya percaya tidak ada yang mustahil didunia ini. Ruangan yang luas dan megah yang berada di lantai tujuh gedung pemkab yang baru hari ini adalah milik saya dan harus saya nikmati. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya jabatan ini bukanlah sesuatu yang sakral dan siapa saja bisa menduduki jabatan ini. “Desakralisasi” memang itu tujuan Kang Yoto mencetuskan Program ini. (bersambung)

Tulisan pertama Jangan Sampai Apa yang Kita Lakukan Ini Sia-Sia

 

 

 

Pertamina - Hari Jadi bojonegoro ke-339
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Sutar, Kepala MTs Negeri Padangan

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Oleh Sucipto BANYAK sisi menarik jika bicara mengenai pendidikan. Sistem apapun yang diterapkan, pendidikan akan selalu menjadi perhatian. Baik oleh ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Oleh Liya Yuliana Rapot merah potret generasi emas kembali tercoreng. Pelaku pendidikan kembali dirundung lara dan nestapa. Hilangnya nyawa seorang ...

Eksis

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Brigadir Isna, Bhabinkamtibmas Desa Banjaranyar Baureno

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Oleh Rischa Novian Indriyani Bojonegoro Sebagai petugas yang paling bersinggungan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas harus selalu melakukan upaya-upaya pendekatan emosional. ...

Pelesir

Pesona Bukit Kapur Rengel Tuban yang Eksotis

Pesona Bukit Kapur Rengel Tuban yang Eksotis

Oleh Ramadhan Putra dan Irvan Ramadhan Tuban - Bosan dengan wisata di Bojonegoro? Anda bisa melipir ke Kabupaten tetangga, Kota ...

Religi

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Oleh Linda Estiyanti Bojonegoro Kota - Meski rintik gerimis mengguyur Bojonegoro semalam, Sabtu (31/12/2016), sama sekali tidak mengurangi semangat masyarakat ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 23 Januari 2017

  • Pasar Malama

    Ds. Ngulanan Kec. Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds.Banjarejo Kec. Padangan Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Electone

    Dsn.Geneng rt03/rw01 Ds.Geneng Kec.Margomulyo Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

Berita Foto

70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman

70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman

Oleh Heriyanto SAPI jenis Brahman Cross asal Australia sebanyak 70 ekor pada Minggu (22/01/2017) sore, tiba di peternakan Dusun Ngantru ...

Infotorial

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

*) Oleh Imam Nurcahyo Perizinan memegang peranan penting di industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Banyak kegiatan eksplorasi maupun ...

Resensi

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Resensi Film The Matchbreaker (2016)

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Oleh Irvan Ramadhon FILM The Macthbreaker menunjukkan seseorang yang dianggap sempurna, namun tetap memiliki kekurangan. Ada hal-hal negatif dalam diri ...

Feature

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Oleh Piping Dian Permadi SUDAH banyak prestasi yang diraih oleh Tim Robotik dari SMA Negeri 1 Baureno baik di tingkat ...

Teras

Gerutu Warga Kota

Gerutu Warga Kota

Oleh Totok AP ANDA tahu Persibo kan? Klub sepak bola yang dulu jadi kebanggaan warga Kota B kelihatannya bisa eksis ...

Statistik

Hari ini

1.564 pengunjung

3.725 halaman dibuka

147 pengunjung online

Bulan ini

122.426 pengunjung

277.674 halaman dibuka

Tahun ini

122.426 pengunjung

277.674 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 549.880

Indonesia: 11.981

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015