News Ticker
  • Jaga Kerukunan, Danramil 0813-08 Kedungadem Beri Wawasan Kebangsaan Anggota Pencak Silat
  • Peringati Hari Bumi, FPAB Bagi Bibit Ke Masyarakat
  • Scoopy Seruduk Becak di Kapas, 3 Orang Alami Luka-luka
  • Dugaan Korupsi Mantan Kades Pragelan, Ini Kata Komisi A
  • I Putu Gede: Memang Kita Belum Melatih Finishing
  • CEO Persema: Mungkin Pemain Demam Panggung Dihadapan Ribuan Suporter
  • Penjualan Produk Di Galeri UKM Capai Jutaan Rupiah
  • Setelah Digrebek Warga, Pasangan Selingkuh di Sekar ini Dibawa ke Kantor Polisi
  • Honda Revo Seruduk Suzuki Satria di Baureno, Pengendara Revo Luka-Luka
  • Warga Keluarahan Jetak Temukan Mayat Tanpa Identitas, Mengapung di Bengawan Solo
  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Bantaran Sungai Bengawan Solol, Kecamatan Rengel
  • Persibo Berhasil Menang Tipis 1-0 Atas Persema
  • 35 Anak SD/MI Ikuti Lomba Baca Puisi Pekan Buku Kampung Ilmu 2017
  • Berikut Para Pemain Inti Laskar Angling Dharma Sore Ini
  • Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman
  • Kurang Konsentrasi, Vario Sruduk Truk di Margomulyo, Pengendara Patah Kaki
  • Ketahuan Malak di Sekolah, 3 Pelajar Ini Diberi Pembinaan Oleh Polisi
  • Disdik Mulai Bahas Mekanisme PPDB
  • Perseman Lakukan Uji Coba Stadion Pagi Ini 
  • Dana Pinjaman Usaha Tembakau Macet Rp 21 Miliar

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh Roly Abdul Rokhman *)          

KEMAJUAN kehidupan zaman sekarang semakin menggembirakan. Namun apabila mau lebih cermat, kemajuan ini tetasa begitu hampa dan dirasakan kurang membahagiakan. Situasi yang seperti ini terjadi karena hiruk pikuk kemajuan tidak diimbangi dengan tumbuhnya perasaaan cinta dan kesadaràn untuk bekerja dan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang penuh harmoni. Karenanya, tiga kata itu menjadi pelepas ketegangan atas carut marutnya realita kehidupan berbangsa saat ini.

Lihatlah fakta di lapangan. Betapa tragisnya antar elemen bangsa. Energi mereka terkuras untuk saling melapor ke polisi, karena di dadanya sudah tak ada lagi rasa cinta. Bahkan rasa cinta telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. Hampir sebagian besar jiwa kita seakan telah menjadi sakit yang akut dan sulit diobati. Tatkala di hati ini ada dendam, maka cinta yang kita miliki akan hilang dan musnah  ditelan bumi. Akibatnya, kehampaan akan menjangkiti setiap diri sehingga akan berakibat pada ketegangan atau bahkan kecamuk permusuhan.

Karena kontrol diri terus melemah, maka pada saat ada lawan politik yang sedikit bermanuver melalui medsos, maka hal yang demikian ini menjadi celah untuk menyuburkan kebencian dan  langsung melaporkannya ke polisi dengan beragam dalih dan delik yang diciptakan. Seakan dengan melapor ke polisi ada kebanggaan yang klimaks yang sekaligus menunjukan kemampuan dan kelihaian bermanuver dihadapan  publik.

Mengapa situasi yang demikian ini semakin mengemuka dan bisa terjadi dengan begitu mudaahnya? Sudah barang tentu karena cinta sudah tidak hidup dalam diri dan telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. 

Begitupun juga dengan semakin merebaknya beragam pekerjaan rumah yang begitu menumpuk di republik ini. Maka kerja nyata di keheningan yang seharusnya diwujudkan, niscaya seakan berubah menjadi jargon saja. Bekerja ikhlas seolah tidak ada peminatnya. Karena kerja hanya menjadi jargon pencitraan yang membutuhkan jepretan kamera dan publikasi media massa. Dengan popularitas yang diciptakan media, maka seorang akan berada di atas angin untuk dapat mewujudkan harapan  dan ambisi kehidupan yang telah diimpikan.

Padahal republik pada saat ini amat merindukan sosok seperti Soeharto yang rela bekerja di keheningan bahkan téjauhkan dari pemberitaan media. Pada saat awal-awal pembangunan para pendiri negeri ini tela hati untuk terjun ke pelosok daerah untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Bahkan dia rela berada di tengah- tengah masyarakat untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama dengan tidak ada media yang meliput. Para pendiri bangsa ini telah memberikan cotoh bagaimana para peminpin bisa bekerja dengan sungguh- sungguh dan tulus untuk keemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Situasi yang seperti ini menjadi amat langka ditemukan di era sekarang. Situasi yang betul-betul kerja, kerja dan kerja.

Di era ini, diakui ataupun tidak, sebagian besar orang, mereka bekerja pada umumnya lebih diorientasikan untuk pencitraan yang akan berdampak pada popularitas. Jadi jangan heran jika seorang yang bekerja bukan untuk karya nyata yang di raihnya tetapi popularitas yang sekaligus menjadi jembatan untuk mendapàtkan jabatan atau posisi yang lebih mapan. Situasi yang demikian ini terjadi karena hampanya rasa yang mendorong seorang untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain ataupun masyarakàt yang menjadi tanggung jawabnya.

Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak hanya hampa dalam urusan cinta dan berkàrya. Namun, hubungan pergaulan  manusia sudah mulai ternodai oleh banyak pihak. Keharmonisan pergaulan menjadi urusan yang sangat sensitif  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Akhir-akhir ini juga mulai muncul tanda-tanda yang kurang kondusif. Lihatlah fakta di tengah keberagaman anak bangsa, di tengah kebhinekaan yang nyata di negeri tercinta ini, ada  yang mencoba menyalakan api untuk menyulut kebencian yang menimbulkan permusuhan dan pergolakan antar kelompok. Sehingga akan menimbulkan chaos.

Lihatlah dalam soal agama yang selama ini merupakan ranah privat yang sakral. Tetapi mengapa ada yang berani mencerca di depan publik tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, kasus pernyataan “Jangan mau dibohongi dengan al-maidah 51” masih dalam proses hukum, namun kasus tersebut belum tuntas, sudah muncul yang terbaru tatkala ulama menekankan keesaan Tuhan, di hadapan umatnya sendiri, “Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak di peranakan.” Kalau Tuhan itu beranak, lantas siapa bidannya…?. Pernyataan ini justru dilaporkan oleh pemeluk agama lain, karena menurut mereka pernyataan  tersebut menistakan agama yang dianutnya. Apabila fakta ketidakharmonisan hubungan ummat beragama yang seperti ini dibiarkan berlarur-larut, maka akan dapat merusak harmoni dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara yang pada akhirnya akan dapat memicu munculnya persoalan horizontal yang sangat merugikan masyarakat.

Kecuali ulama itu menjelekkan-jelekkan agama lain di hadapan pemeluknya. Akan tetapi faktanya kejadian di hadapan ummat Islam yang sedang mendalami akidah Islam! Ulama itu hanya dapat menegaskan keyakinan dan ini merupakan prinsip bahwa Allah tidak punya anak dan tidak pula di peranakkan!

Ini prinsip utama keesaan dalam Islam. Betapa ironinya jika seorang ulama menjelaskan  prinsip dasar akidah Islam di hadapan umat Islam lantas dengan tiba-tiba secara sepihak dilaporkan oleh umat yang beragama lain dengan tuduhan menistakan agama. Karena itu dalam urusan yang seperti ini pemerintah harus hadir dengan otoritas dan ketegasan dalam menegakkan pancasila sebagai nilai dasàr yang melandasi. Karena itu dalam konteks yang seperti ini bisa  dikatakan masih ada warga masyarakat yang gagal paham dalam memaknai toleransi umat beragama.

Apabila urusan yang seperti ini dibiarkan berlalu tanpa ada penanganan  yang serius, maka modus-modus yang seperti ini akan dapat merusak harmoni. Demikian pula rusaknya harmoni lebih banyak disebabkan  katena hilangnya rasa cinta pada diri seorang atau bahkan bisa dikatakan,“Matinya rasa cinta aka berakibat timbulnya disharmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Karena itu, ayo tumbihkan rasa cinta dengan saling memahami, menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama, sesama warga negara. Cara ini diyakini akan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita.

Cinta, kerja dan harmoni merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kekuatan utama bangsa ini yang dirasakan semakin menghilang dari realitas kehidupan kita. Sekaligus pesan ini menjadi inspirasi dan spirit bahwa jika kita mampu menghadirkan cinta di hati kita, maka kerja- kerja nyata walaupun tidak ada jepretan kamera akan menjadi ringan dan akan memberikaan manfaat yang nyata dalam menyumbangkan  kesejahteraan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Apapun suku bangsa dan rasnya, apapun agama dan adàt istiadatnya, apapun yang sedang kita urusi harus terus dibingkai dengan spirit cinta, kerja nyata dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membangkitkan kesaaran untuk bisa hidup lebih baik, lebih bermanfaat dan berkemajuan. Damailah Indonesiaku. Bahagialah bangsaku.

28 Desember 2016

 

*)Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Oleh Vera Astanti Lelaki yang sudah tak muda itu asyik melayani setiap permintaan dan pertanyaan dari anak-anak yang datang di ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Depresi, Ayo Curhat

Hari Kesehatan Sedunia

Depresi, Ayo Curhat

Oleh dr Achmad Budi Karyono TANGGAL 7 April ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Di era medsos ini dunia kesehatan mengangkat ...

Eksis

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Niko Fatkuria

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Kejadian bencana alam yang terjadi bisa membawa perubahan yang besar bagi kehidupan seseorang. Hal inilah ...

Pelesir

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Kuliner

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Oleh Muliyanto Temayang Makanan popular ini banyak diperbincangkan di media sosial akhir akhir ini. Rasa penasaran yang berawal dari perbincangan ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Pos Sholat

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Polres Bojonegoro, pada Kamis (23/02/2017) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 24 April 2017

  • Giat Seleksi Mencari Bakat Calon Atlit PSHT

    Ds. Sranak Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro - Pukul 00:00 WIB

  • Pramuka / Festival Wirakarya

    Lapangan Ds. Sumberarum Kec. Dander Kab. B - Pukul 07:00 WIB

  • Penatas Lumba Lumba

    jl. veteran Bojonegoro - Pukul 09:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds. Kalisumber Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds/Kec. Ngambon Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Turnamen Bola Voli Dander Cup II

    lapangan kantor Perhutani ( BKPH ) Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 19:00 WIB

  • Electune

    Ds. Pandantoyo Kec. Temayang Kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Pengajian Umum

    Ds. Pejok kec. Kepohbaru kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Electune

    Ds. siwalan kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Sitiaji Kec. Sukosewu Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Panemon Kec. Sugihwaras Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Balongrejo kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Wayang Thengul

    Ds/Kec. Kanor Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

  • Reog SINGO GUNTUR BAWONO

    Ds/Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

Berita Foto

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Oleh Piping Dian Permadi Bojonegoro Kota - Antusiasme pendukung Persibo Bojonegoro sangat tinggi. Terlihat ribuan suporter berdatangan untuk melihat Laskar ...

Infotorial

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Ngeblend No Fear!

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Kota - PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss Blend, telah berhasil melaksanakan aksi kemanusiaan dengan ...

Resensi

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Unlimited Wealth Bong Chandra

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Oleh Muliyanto BONG Chandra, namanya sudah melambung sebagai seorang motivator ulung Indonesia. Bukunya juga laris manis di pasaran menjadi pegangan ...

Feature

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Oleh Heriyanto Bojonegoro Pagi-pagi enaknya menyantap serabi sambil menyesap teh atau menyeruput kopi. Kue tradisional itu tidak semua orang bisa ...

Teras

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Terungkapnya grup facebook yang berisikan konten pornografi anak-anak tentu membuat siapapun, khususnya orangtua bergidik ngeri. ...

Statistik

Hari ini

5.317 pengunjung

12.158 halaman dibuka

201 pengunjung online

Bulan ini

72.913 pengunjung

257.946 halaman dibuka

Tahun ini

324.025 pengunjung

1.403.845 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 544.770

Indonesia: 13.209

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\