News Ticker
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Truk Tronton Seruduk Truk Yang Sedang Berhenti
  • Setiap Hari Ratusan Pemohon SKCK Padati Sat Intelkam Polres Bojonegoro
  • PKL di Bojonegoro Harus Naik Kelas Jadi Usaha Mikro
  • Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Merangkak Naik
  • Honda Beat Seruduk Honda Sapcy di Dander, 3 Orang Alami Luka-Luka
  • Gudang Kayu di Desa Pacul, Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 40 Juta
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro, Berikan Binluh ke Sekolah
  • Penambang Pasir Bengawan Solo, Divonis Bersalah Dalam Sidang di PN Bojonegoro
  • Sebagian Warga Bersedia Pindah ke Rusunawa Milik Pemkab Blora
  • Relokasi 31 Rumah Mendapat Perlawanan Sebagian Warga
  • Komisi A Soroti Jadwal Tes Perangkat Desa yang Mendadak
  • Petani Tambakrejo Tewas Gantung Diri
  • Wakapolres Bojonegoro Pimpin Langsung Razia Miras di Sejumlah Warung
  • Ruang Genset RSI Muhammadiyah Sumberrejo, Nyaris Terbakar
  • Dua Bocah di Ngraho, Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai
  • FPTI Bojonegoro Lakukan Penjaringan Bakat Pemanjat Tebing
  • Pedagang Bendera Hias Mulai Marak di Bojonegoro
  • Seorang Warga Sumberrejo Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Embung
  • Avanza Tabrak Pohon Penghijauan di Balen, 1 Orang Meninggal 2 Orang Luka Berat
  • Peringati Hari Anak Nasional, LPA Bojonegoro Kampanyekan Stop Kekerasan Anak

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh Roly Abdul Rokhman *)          

KEMAJUAN kehidupan zaman sekarang semakin menggembirakan. Namun apabila mau lebih cermat, kemajuan ini tetasa begitu hampa dan dirasakan kurang membahagiakan. Situasi yang seperti ini terjadi karena hiruk pikuk kemajuan tidak diimbangi dengan tumbuhnya perasaaan cinta dan kesadaràn untuk bekerja dan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang penuh harmoni. Karenanya, tiga kata itu menjadi pelepas ketegangan atas carut marutnya realita kehidupan berbangsa saat ini.

Lihatlah fakta di lapangan. Betapa tragisnya antar elemen bangsa. Energi mereka terkuras untuk saling melapor ke polisi, karena di dadanya sudah tak ada lagi rasa cinta. Bahkan rasa cinta telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. Hampir sebagian besar jiwa kita seakan telah menjadi sakit yang akut dan sulit diobati. Tatkala di hati ini ada dendam, maka cinta yang kita miliki akan hilang dan musnah  ditelan bumi. Akibatnya, kehampaan akan menjangkiti setiap diri sehingga akan berakibat pada ketegangan atau bahkan kecamuk permusuhan.

Karena kontrol diri terus melemah, maka pada saat ada lawan politik yang sedikit bermanuver melalui medsos, maka hal yang demikian ini menjadi celah untuk menyuburkan kebencian dan  langsung melaporkannya ke polisi dengan beragam dalih dan delik yang diciptakan. Seakan dengan melapor ke polisi ada kebanggaan yang klimaks yang sekaligus menunjukan kemampuan dan kelihaian bermanuver dihadapan  publik.

Mengapa situasi yang demikian ini semakin mengemuka dan bisa terjadi dengan begitu mudaahnya? Sudah barang tentu karena cinta sudah tidak hidup dalam diri dan telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. 

Begitupun juga dengan semakin merebaknya beragam pekerjaan rumah yang begitu menumpuk di republik ini. Maka kerja nyata di keheningan yang seharusnya diwujudkan, niscaya seakan berubah menjadi jargon saja. Bekerja ikhlas seolah tidak ada peminatnya. Karena kerja hanya menjadi jargon pencitraan yang membutuhkan jepretan kamera dan publikasi media massa. Dengan popularitas yang diciptakan media, maka seorang akan berada di atas angin untuk dapat mewujudkan harapan  dan ambisi kehidupan yang telah diimpikan.

Padahal republik pada saat ini amat merindukan sosok seperti Soeharto yang rela bekerja di keheningan bahkan téjauhkan dari pemberitaan media. Pada saat awal-awal pembangunan para pendiri negeri ini tela hati untuk terjun ke pelosok daerah untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Bahkan dia rela berada di tengah- tengah masyarakat untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama dengan tidak ada media yang meliput. Para pendiri bangsa ini telah memberikan cotoh bagaimana para peminpin bisa bekerja dengan sungguh- sungguh dan tulus untuk keemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Situasi yang seperti ini menjadi amat langka ditemukan di era sekarang. Situasi yang betul-betul kerja, kerja dan kerja.

Di era ini, diakui ataupun tidak, sebagian besar orang, mereka bekerja pada umumnya lebih diorientasikan untuk pencitraan yang akan berdampak pada popularitas. Jadi jangan heran jika seorang yang bekerja bukan untuk karya nyata yang di raihnya tetapi popularitas yang sekaligus menjadi jembatan untuk mendapàtkan jabatan atau posisi yang lebih mapan. Situasi yang demikian ini terjadi karena hampanya rasa yang mendorong seorang untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain ataupun masyarakàt yang menjadi tanggung jawabnya.

Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak hanya hampa dalam urusan cinta dan berkàrya. Namun, hubungan pergaulan  manusia sudah mulai ternodai oleh banyak pihak. Keharmonisan pergaulan menjadi urusan yang sangat sensitif  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Akhir-akhir ini juga mulai muncul tanda-tanda yang kurang kondusif. Lihatlah fakta di tengah keberagaman anak bangsa, di tengah kebhinekaan yang nyata di negeri tercinta ini, ada  yang mencoba menyalakan api untuk menyulut kebencian yang menimbulkan permusuhan dan pergolakan antar kelompok. Sehingga akan menimbulkan chaos.

Lihatlah dalam soal agama yang selama ini merupakan ranah privat yang sakral. Tetapi mengapa ada yang berani mencerca di depan publik tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, kasus pernyataan “Jangan mau dibohongi dengan al-maidah 51” masih dalam proses hukum, namun kasus tersebut belum tuntas, sudah muncul yang terbaru tatkala ulama menekankan keesaan Tuhan, di hadapan umatnya sendiri, “Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak di peranakan.” Kalau Tuhan itu beranak, lantas siapa bidannya…?. Pernyataan ini justru dilaporkan oleh pemeluk agama lain, karena menurut mereka pernyataan  tersebut menistakan agama yang dianutnya. Apabila fakta ketidakharmonisan hubungan ummat beragama yang seperti ini dibiarkan berlarur-larut, maka akan dapat merusak harmoni dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara yang pada akhirnya akan dapat memicu munculnya persoalan horizontal yang sangat merugikan masyarakat.

Kecuali ulama itu menjelekkan-jelekkan agama lain di hadapan pemeluknya. Akan tetapi faktanya kejadian di hadapan ummat Islam yang sedang mendalami akidah Islam! Ulama itu hanya dapat menegaskan keyakinan dan ini merupakan prinsip bahwa Allah tidak punya anak dan tidak pula di peranakkan!

Ini prinsip utama keesaan dalam Islam. Betapa ironinya jika seorang ulama menjelaskan  prinsip dasar akidah Islam di hadapan umat Islam lantas dengan tiba-tiba secara sepihak dilaporkan oleh umat yang beragama lain dengan tuduhan menistakan agama. Karena itu dalam urusan yang seperti ini pemerintah harus hadir dengan otoritas dan ketegasan dalam menegakkan pancasila sebagai nilai dasàr yang melandasi. Karena itu dalam konteks yang seperti ini bisa  dikatakan masih ada warga masyarakat yang gagal paham dalam memaknai toleransi umat beragama.

Apabila urusan yang seperti ini dibiarkan berlalu tanpa ada penanganan  yang serius, maka modus-modus yang seperti ini akan dapat merusak harmoni. Demikian pula rusaknya harmoni lebih banyak disebabkan  katena hilangnya rasa cinta pada diri seorang atau bahkan bisa dikatakan,“Matinya rasa cinta aka berakibat timbulnya disharmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Karena itu, ayo tumbihkan rasa cinta dengan saling memahami, menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama, sesama warga negara. Cara ini diyakini akan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita.

Cinta, kerja dan harmoni merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kekuatan utama bangsa ini yang dirasakan semakin menghilang dari realitas kehidupan kita. Sekaligus pesan ini menjadi inspirasi dan spirit bahwa jika kita mampu menghadirkan cinta di hati kita, maka kerja- kerja nyata walaupun tidak ada jepretan kamera akan menjadi ringan dan akan memberikaan manfaat yang nyata dalam menyumbangkan  kesejahteraan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Apapun suku bangsa dan rasnya, apapun agama dan adàt istiadatnya, apapun yang sedang kita urusi harus terus dibingkai dengan spirit cinta, kerja nyata dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membangkitkan kesaaran untuk bisa hidup lebih baik, lebih bermanfaat dan berkemajuan. Damailah Indonesiaku. Bahagialah bangsaku.

28 Desember 2016

 

*)Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Hobi Ngulek Sambel, Ternyata Ini Rencana Kang Yoto Usai Tak Menjabat Sebagai Bupati

Hobi Ngulek Sambel, Ternyata Ini Rencana Kang Yoto Usai Tak Menjabat Sebagai Bupati

Oleh Piping Dian Permadi Bojonegoro Kota - Sudah hampir 10 tahun lamanya Bojonegoro dipimpin Bupati Drs H Suyoto MSi, tidak ...

Quote

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H / 2017

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H / 2017

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H/ 2017 "Bersatu Melangkah Maju" Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakaatuh. Alhamdullilahiribbil alamin wasolatubwassakamu ala Asrofil mursalin ...

Opini

Membangun Karakter Generasi Baru melalui PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Membangun Karakter Generasi Baru melalui PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

*Oleh Said Edy Wibowo TAHUN ajaran baru sudah di depan mata dengan liku-liku proses penerimaannya, Sudah seharusnya setiap tahun ajaran ...

Eksis

Sri Mulyanto, Sulap Pelepah Pisang Jadi Karya Seni

Sri Mulyanto, Sulap Pelepah Pisang Jadi Karya Seni

Oleh Priyo Spd Blora Siapa sangka jika pelepah pisang bisa bermanfaat dan menghasilkan uang. Hal ini dibuktikan oleh pemuda asal ...

Pelesir

Asyiknya Foto Selfie di Atas Bukit Cinta

Asyiknya Foto Selfie di Atas Bukit Cinta

Oleh Heriyanto Tuban Berkunjung di kawasan objek wisata Prataan di tengah hutan KPH Parengan, Tuban, terasa belum lengkap jika belum ...

Religi

Bhayangkari Cabang Bojonegoro Gelar Halal Bihalal dan Doa Bersama

Bhayangkari Cabang Bojonegoro Gelar Halal Bihalal dan Doa Bersama

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Nuansa Idul Fitri yang masih hangat ini dimanfaatkan oleh Bhayangkari cabang Bojonegoro . Bertempat di ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Selasa, 25 Juli 2017

Berita Foto

Reog Ponorogo dan Antusiasme Penonton

Reog Ponorogo dan Antusiasme Penonton

Oleh Heriyanto Arus modernisme telah menggerus selera masyarakat di Indonesia, tak terkecuali Bojonegoro. Banyak kesenian rakyat yang berjaya di zaman ...

Infotorial

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Program PHBS dan Pengelolaan Sampah di Sekolah

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama pemerintah terus melakukan berbagai ...

Resensi

Kisah Penderita Sakit Jiwa yang Dapat Nobel

Kisah Penderita Sakit Jiwa yang Dapat Nobel

Oleh Muliyanto

Paqra jenius seringkali nampak aneh di tengah masyarakat. Mereka kesannya malah seperti tidak waras. Dan memang ada ...

Feature

Mudik Lebaran, Perempuan Ini Kayuh Sepeda Pancal dari Bandung ke Blora

Cerita Mudik Unik Hatning Natalia Maindra (36)

Mudik Lebaran, Perempuan Ini Kayuh Sepeda Pancal dari Bandung ke Blora

Oleh Priyo Spd Blora Menempuh perjalanan ribuan kilometer saat mudik lebaran dengan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor atau ...

Teras

Menikmati Senja di Jakarta

Menikmati Senja di Jakarta

Oleh Heriyanto Jakarta Liburan Lebaran yang berbarengan dengan liburan sekolah terasa kurang lengkap apabila tidak memanfaatkannya untuk liburan. Melepas penat ...

Statistik

Hari ini

2.675 pengunjung

5.302 halaman dibuka

150 pengunjung online

Bulan ini

84.901 pengunjung

261.756 halaman dibuka

Tahun ini

614.068 pengunjung

2.512.295 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 573.166

Indonesia: 13.073

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\