News Ticker
  • Bocah 11 Tahun Alami Patah Tulang Iga Usai Dilanggar Sepeda Motor
  • Kandang Sapi Hangus Terbakar, Pemilik Rugi 5 Juta
  • Berkat Aplikasi SIBI, Empat Orang Pelaku Pencurian Berhasil Ditangkap Jajaran Polres Tuban
  • Warga Malo Dilaporkan Tenggelam di Bengawan Solo
  • Tak Hati-Hati Potong Jalan, Motor Revo Ditabrak Kijang Innova di Padangan
  • Sambaran Petir Kembali Bawa Korban Tewas di Sugihwaras
  • 70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman
  • Seorang Nenek Terluka Usai Tersenggol Rombong Penjual Jangkrik
  • Mio Tabrak Dump Truk Parkir, Pengendara Meninggal Dunia
  • Jika Pegawai Tak Digaji Pusat, Pemkab Akan Ambil Alih Kembali Terminal Rajekwesi
  • Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita
  • Jembatan di Pilanggede Balen Sering Ambrol, Warga Resah
  • Rasa Gethuk Modern yang Aneh di Lidah Masyarakat
  • PSHT Gandeng Polsek Purwosari Adakan Donor Darah
  • Kenalkan Sekolah, SMP Al-Fatimah Bojonegoro Gelar Try Out Akbar
  • Getuk Terpanjang Mulai Dibuat
  • Peringatan HPN Oleh PWI Bojonegoro Dilakukan Mandiri
  • Perahu Pengangkut Pasir Bengawan Solo di Kanor Tenggelam
  • Ini Update Situasi Banjir Luapan Kali Kening yang Melanda 6 Desa di Parengan
  • Hadiri Pembukaan Kejuaraan IKS PI Cup, Kapolres: Para Pesilat Harus Dapat Hidup Berdampingan

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh Roly Abdul Rokhman *)          

KEMAJUAN kehidupan zaman sekarang semakin menggembirakan. Namun apabila mau lebih cermat, kemajuan ini tetasa begitu hampa dan dirasakan kurang membahagiakan. Situasi yang seperti ini terjadi karena hiruk pikuk kemajuan tidak diimbangi dengan tumbuhnya perasaaan cinta dan kesadaràn untuk bekerja dan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang penuh harmoni. Karenanya, tiga kata itu menjadi pelepas ketegangan atas carut marutnya realita kehidupan berbangsa saat ini.

Lihatlah fakta di lapangan. Betapa tragisnya antar elemen bangsa. Energi mereka terkuras untuk saling melapor ke polisi, karena di dadanya sudah tak ada lagi rasa cinta. Bahkan rasa cinta telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. Hampir sebagian besar jiwa kita seakan telah menjadi sakit yang akut dan sulit diobati. Tatkala di hati ini ada dendam, maka cinta yang kita miliki akan hilang dan musnah  ditelan bumi. Akibatnya, kehampaan akan menjangkiti setiap diri sehingga akan berakibat pada ketegangan atau bahkan kecamuk permusuhan.

Karena kontrol diri terus melemah, maka pada saat ada lawan politik yang sedikit bermanuver melalui medsos, maka hal yang demikian ini menjadi celah untuk menyuburkan kebencian dan  langsung melaporkannya ke polisi dengan beragam dalih dan delik yang diciptakan. Seakan dengan melapor ke polisi ada kebanggaan yang klimaks yang sekaligus menunjukan kemampuan dan kelihaian bermanuver dihadapan  publik.

Mengapa situasi yang demikian ini semakin mengemuka dan bisa terjadi dengan begitu mudaahnya? Sudah barang tentu karena cinta sudah tidak hidup dalam diri dan telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. 

Begitupun juga dengan semakin merebaknya beragam pekerjaan rumah yang begitu menumpuk di republik ini. Maka kerja nyata di keheningan yang seharusnya diwujudkan, niscaya seakan berubah menjadi jargon saja. Bekerja ikhlas seolah tidak ada peminatnya. Karena kerja hanya menjadi jargon pencitraan yang membutuhkan jepretan kamera dan publikasi media massa. Dengan popularitas yang diciptakan media, maka seorang akan berada di atas angin untuk dapat mewujudkan harapan  dan ambisi kehidupan yang telah diimpikan.

Padahal republik pada saat ini amat merindukan sosok seperti Soeharto yang rela bekerja di keheningan bahkan téjauhkan dari pemberitaan media. Pada saat awal-awal pembangunan para pendiri negeri ini tela hati untuk terjun ke pelosok daerah untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Bahkan dia rela berada di tengah- tengah masyarakat untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama dengan tidak ada media yang meliput. Para pendiri bangsa ini telah memberikan cotoh bagaimana para peminpin bisa bekerja dengan sungguh- sungguh dan tulus untuk keemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Situasi yang seperti ini menjadi amat langka ditemukan di era sekarang. Situasi yang betul-betul kerja, kerja dan kerja.

Di era ini, diakui ataupun tidak, sebagian besar orang, mereka bekerja pada umumnya lebih diorientasikan untuk pencitraan yang akan berdampak pada popularitas. Jadi jangan heran jika seorang yang bekerja bukan untuk karya nyata yang di raihnya tetapi popularitas yang sekaligus menjadi jembatan untuk mendapàtkan jabatan atau posisi yang lebih mapan. Situasi yang demikian ini terjadi karena hampanya rasa yang mendorong seorang untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain ataupun masyarakàt yang menjadi tanggung jawabnya.

Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak hanya hampa dalam urusan cinta dan berkàrya. Namun, hubungan pergaulan  manusia sudah mulai ternodai oleh banyak pihak. Keharmonisan pergaulan menjadi urusan yang sangat sensitif  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Akhir-akhir ini juga mulai muncul tanda-tanda yang kurang kondusif. Lihatlah fakta di tengah keberagaman anak bangsa, di tengah kebhinekaan yang nyata di negeri tercinta ini, ada  yang mencoba menyalakan api untuk menyulut kebencian yang menimbulkan permusuhan dan pergolakan antar kelompok. Sehingga akan menimbulkan chaos.

Lihatlah dalam soal agama yang selama ini merupakan ranah privat yang sakral. Tetapi mengapa ada yang berani mencerca di depan publik tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, kasus pernyataan “Jangan mau dibohongi dengan al-maidah 51” masih dalam proses hukum, namun kasus tersebut belum tuntas, sudah muncul yang terbaru tatkala ulama menekankan keesaan Tuhan, di hadapan umatnya sendiri, “Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak di peranakan.” Kalau Tuhan itu beranak, lantas siapa bidannya…?. Pernyataan ini justru dilaporkan oleh pemeluk agama lain, karena menurut mereka pernyataan  tersebut menistakan agama yang dianutnya. Apabila fakta ketidakharmonisan hubungan ummat beragama yang seperti ini dibiarkan berlarur-larut, maka akan dapat merusak harmoni dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara yang pada akhirnya akan dapat memicu munculnya persoalan horizontal yang sangat merugikan masyarakat.

Kecuali ulama itu menjelekkan-jelekkan agama lain di hadapan pemeluknya. Akan tetapi faktanya kejadian di hadapan ummat Islam yang sedang mendalami akidah Islam! Ulama itu hanya dapat menegaskan keyakinan dan ini merupakan prinsip bahwa Allah tidak punya anak dan tidak pula di peranakkan!

Ini prinsip utama keesaan dalam Islam. Betapa ironinya jika seorang ulama menjelaskan  prinsip dasar akidah Islam di hadapan umat Islam lantas dengan tiba-tiba secara sepihak dilaporkan oleh umat yang beragama lain dengan tuduhan menistakan agama. Karena itu dalam urusan yang seperti ini pemerintah harus hadir dengan otoritas dan ketegasan dalam menegakkan pancasila sebagai nilai dasàr yang melandasi. Karena itu dalam konteks yang seperti ini bisa  dikatakan masih ada warga masyarakat yang gagal paham dalam memaknai toleransi umat beragama.

Apabila urusan yang seperti ini dibiarkan berlalu tanpa ada penanganan  yang serius, maka modus-modus yang seperti ini akan dapat merusak harmoni. Demikian pula rusaknya harmoni lebih banyak disebabkan  katena hilangnya rasa cinta pada diri seorang atau bahkan bisa dikatakan,“Matinya rasa cinta aka berakibat timbulnya disharmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Karena itu, ayo tumbihkan rasa cinta dengan saling memahami, menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama, sesama warga negara. Cara ini diyakini akan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita.

Cinta, kerja dan harmoni merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kekuatan utama bangsa ini yang dirasakan semakin menghilang dari realitas kehidupan kita. Sekaligus pesan ini menjadi inspirasi dan spirit bahwa jika kita mampu menghadirkan cinta di hati kita, maka kerja- kerja nyata walaupun tidak ada jepretan kamera akan menjadi ringan dan akan memberikaan manfaat yang nyata dalam menyumbangkan  kesejahteraan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Apapun suku bangsa dan rasnya, apapun agama dan adàt istiadatnya, apapun yang sedang kita urusi harus terus dibingkai dengan spirit cinta, kerja nyata dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membangkitkan kesaaran untuk bisa hidup lebih baik, lebih bermanfaat dan berkemajuan. Damailah Indonesiaku. Bahagialah bangsaku.

28 Desember 2016

 

*)Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro

Pertamina - Hari Jadi bojonegoro ke-339
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Sutar, Kepala MTs Negeri Padangan

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Oleh Sucipto BANYAK sisi menarik jika bicara mengenai pendidikan. Sistem apapun yang diterapkan, pendidikan akan selalu menjadi perhatian. Baik oleh ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Oleh Liya Yuliana Rapot merah potret generasi emas kembali tercoreng. Pelaku pendidikan kembali dirundung lara dan nestapa. Hilangnya nyawa seorang ...

Eksis

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Brigadir Isna, Bhabinkamtibmas Desa Banjaranyar Baureno

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Oleh Rischa Novian Indriyani Bojonegoro Sebagai petugas yang paling bersinggungan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas harus selalu melakukan upaya-upaya pendekatan emosional. ...

Pelesir

Pesona Bukit Kapur Rengel Tuban yang Eksotis

Pesona Bukit Kapur Rengel Tuban yang Eksotis

Oleh Ramadhan Putra dan Irvan Ramadhan Tuban - Bosan dengan wisata di Bojonegoro? Anda bisa melipir ke Kabupaten tetangga, Kota ...

Religi

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Oleh Linda Estiyanti Bojonegoro Kota - Meski rintik gerimis mengguyur Bojonegoro semalam, Sabtu (31/12/2016), sama sekali tidak mengurangi semangat masyarakat ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 23 Januari 2017

  • Pasar Malama

    Ds. Ngulanan Kec. Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds.Banjarejo Kec. Padangan Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Electone

    Dsn.Geneng rt03/rw01 Ds.Geneng Kec.Margomulyo Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

Berita Foto

70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman

70 Ekor Sapi Australia Tiba di Kasiman

Oleh Heriyanto SAPI jenis Brahman Cross asal Australia sebanyak 70 ekor pada Minggu (22/01/2017) sore, tiba di peternakan Dusun Ngantru ...

Infotorial

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

*) Oleh Imam Nurcahyo Perizinan memegang peranan penting di industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Banyak kegiatan eksplorasi maupun ...

Resensi

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Resensi Film The Matchbreaker (2016)

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Oleh Irvan Ramadhon FILM The Macthbreaker menunjukkan seseorang yang dianggap sempurna, namun tetap memiliki kekurangan. Ada hal-hal negatif dalam diri ...

Feature

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Oleh Piping Dian Permadi SUDAH banyak prestasi yang diraih oleh Tim Robotik dari SMA Negeri 1 Baureno baik di tingkat ...

Teras

Gerutu Warga Kota

Gerutu Warga Kota

Oleh Totok AP ANDA tahu Persibo kan? Klub sepak bola yang dulu jadi kebanggaan warga Kota B kelihatannya bisa eksis ...

Statistik

Hari ini

1.564 pengunjung

3.725 halaman dibuka

144 pengunjung online

Bulan ini

122.426 pengunjung

277.674 halaman dibuka

Tahun ini

122.426 pengunjung

277.674 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 549.880

Indonesia: 11.981

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015