News Ticker
  • Polsek Bubulan Limpahkan Tersangka Curat ke JPU Kejaksaan Negeri Bojonegoro
  • Polres Bojonegoro Luncurkan Layanan Call Center Polri 110
  • Dinkop dan UM Bojonegoro Terima ICSB Indonesia Presidential Award
  • Gebyar Budaya Komunitas Adat Samin 2017 Meriah
  • Seorang Warga Sumberrejo Tewas Terserempet Kereta Api Maharani
  • Seorang Bandar Judi Dadu, Diamankan Anggota Polsek Bubulan
  • Polres Bojonegoro Turut Awasi Penggunaan Dana Desa
  • Kapolda Jatim Berikan Penghargaan Pada Bhabinkamtibmas Polres Bojonegoro
  • SHA Hari Ini Dipanggil Penyidik Polres Bojonegoro Sebagai Saksi Pencemaran Nama Baik
  • Kapolres Bojonegoro Lakukan MoU dengan Bupati Suyoto Terkait Dana Desa
  • Dua Pelaku Judi Dadu Kopyok Ditangkap Tim Buser Sat Reskrim Polres Blora
  • Pemilik Kebun Salak Wedi Keluhkan Anjloknya Harga Buah Salak
  • Anggota Polsek Gondang Salurkan Bantuan Kapolres Bojonegoro Pada Kaum Dhuafa
  • Mas Jenggot Sulap Limbah Kayu Menjadi Miniatur Keren
  • Kang Yoto Ajak Siswa Berpikir Cerdas dan Terus Berusaha
  • Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kalitidu Berhasil Ditemukan
  • Hingga Petang ini Warga Kalitidu Korban Tenggelam di Bengawan Solo Belum Ditemukan
  • Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kalitidu
  • Warga Kalitidu Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
  • Lagi-Lagi, Gudang Oven Tembakau Milik Warga Temayang Terbakar

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh Roly Abdul Rokhman *)          

KEMAJUAN kehidupan zaman sekarang semakin menggembirakan. Namun apabila mau lebih cermat, kemajuan ini tetasa begitu hampa dan dirasakan kurang membahagiakan. Situasi yang seperti ini terjadi karena hiruk pikuk kemajuan tidak diimbangi dengan tumbuhnya perasaaan cinta dan kesadaràn untuk bekerja dan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang penuh harmoni. Karenanya, tiga kata itu menjadi pelepas ketegangan atas carut marutnya realita kehidupan berbangsa saat ini.

Lihatlah fakta di lapangan. Betapa tragisnya antar elemen bangsa. Energi mereka terkuras untuk saling melapor ke polisi, karena di dadanya sudah tak ada lagi rasa cinta. Bahkan rasa cinta telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. Hampir sebagian besar jiwa kita seakan telah menjadi sakit yang akut dan sulit diobati. Tatkala di hati ini ada dendam, maka cinta yang kita miliki akan hilang dan musnah  ditelan bumi. Akibatnya, kehampaan akan menjangkiti setiap diri sehingga akan berakibat pada ketegangan atau bahkan kecamuk permusuhan.

Karena kontrol diri terus melemah, maka pada saat ada lawan politik yang sedikit bermanuver melalui medsos, maka hal yang demikian ini menjadi celah untuk menyuburkan kebencian dan  langsung melaporkannya ke polisi dengan beragam dalih dan delik yang diciptakan. Seakan dengan melapor ke polisi ada kebanggaan yang klimaks yang sekaligus menunjukan kemampuan dan kelihaian bermanuver dihadapan  publik.

Mengapa situasi yang demikian ini semakin mengemuka dan bisa terjadi dengan begitu mudaahnya? Sudah barang tentu karena cinta sudah tidak hidup dalam diri dan telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. 

Begitupun juga dengan semakin merebaknya beragam pekerjaan rumah yang begitu menumpuk di republik ini. Maka kerja nyata di keheningan yang seharusnya diwujudkan, niscaya seakan berubah menjadi jargon saja. Bekerja ikhlas seolah tidak ada peminatnya. Karena kerja hanya menjadi jargon pencitraan yang membutuhkan jepretan kamera dan publikasi media massa. Dengan popularitas yang diciptakan media, maka seorang akan berada di atas angin untuk dapat mewujudkan harapan  dan ambisi kehidupan yang telah diimpikan.

Padahal republik pada saat ini amat merindukan sosok seperti Soeharto yang rela bekerja di keheningan bahkan téjauhkan dari pemberitaan media. Pada saat awal-awal pembangunan para pendiri negeri ini tela hati untuk terjun ke pelosok daerah untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Bahkan dia rela berada di tengah- tengah masyarakat untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama dengan tidak ada media yang meliput. Para pendiri bangsa ini telah memberikan cotoh bagaimana para peminpin bisa bekerja dengan sungguh- sungguh dan tulus untuk keemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Situasi yang seperti ini menjadi amat langka ditemukan di era sekarang. Situasi yang betul-betul kerja, kerja dan kerja.

Di era ini, diakui ataupun tidak, sebagian besar orang, mereka bekerja pada umumnya lebih diorientasikan untuk pencitraan yang akan berdampak pada popularitas. Jadi jangan heran jika seorang yang bekerja bukan untuk karya nyata yang di raihnya tetapi popularitas yang sekaligus menjadi jembatan untuk mendapàtkan jabatan atau posisi yang lebih mapan. Situasi yang demikian ini terjadi karena hampanya rasa yang mendorong seorang untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain ataupun masyarakàt yang menjadi tanggung jawabnya.

Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak hanya hampa dalam urusan cinta dan berkàrya. Namun, hubungan pergaulan  manusia sudah mulai ternodai oleh banyak pihak. Keharmonisan pergaulan menjadi urusan yang sangat sensitif  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Akhir-akhir ini juga mulai muncul tanda-tanda yang kurang kondusif. Lihatlah fakta di tengah keberagaman anak bangsa, di tengah kebhinekaan yang nyata di negeri tercinta ini, ada  yang mencoba menyalakan api untuk menyulut kebencian yang menimbulkan permusuhan dan pergolakan antar kelompok. Sehingga akan menimbulkan chaos.

Lihatlah dalam soal agama yang selama ini merupakan ranah privat yang sakral. Tetapi mengapa ada yang berani mencerca di depan publik tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, kasus pernyataan “Jangan mau dibohongi dengan al-maidah 51” masih dalam proses hukum, namun kasus tersebut belum tuntas, sudah muncul yang terbaru tatkala ulama menekankan keesaan Tuhan, di hadapan umatnya sendiri, “Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak di peranakan.” Kalau Tuhan itu beranak, lantas siapa bidannya…?. Pernyataan ini justru dilaporkan oleh pemeluk agama lain, karena menurut mereka pernyataan  tersebut menistakan agama yang dianutnya. Apabila fakta ketidakharmonisan hubungan ummat beragama yang seperti ini dibiarkan berlarur-larut, maka akan dapat merusak harmoni dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara yang pada akhirnya akan dapat memicu munculnya persoalan horizontal yang sangat merugikan masyarakat.

Kecuali ulama itu menjelekkan-jelekkan agama lain di hadapan pemeluknya. Akan tetapi faktanya kejadian di hadapan ummat Islam yang sedang mendalami akidah Islam! Ulama itu hanya dapat menegaskan keyakinan dan ini merupakan prinsip bahwa Allah tidak punya anak dan tidak pula di peranakkan!

Ini prinsip utama keesaan dalam Islam. Betapa ironinya jika seorang ulama menjelaskan  prinsip dasar akidah Islam di hadapan umat Islam lantas dengan tiba-tiba secara sepihak dilaporkan oleh umat yang beragama lain dengan tuduhan menistakan agama. Karena itu dalam urusan yang seperti ini pemerintah harus hadir dengan otoritas dan ketegasan dalam menegakkan pancasila sebagai nilai dasàr yang melandasi. Karena itu dalam konteks yang seperti ini bisa  dikatakan masih ada warga masyarakat yang gagal paham dalam memaknai toleransi umat beragama.

Apabila urusan yang seperti ini dibiarkan berlalu tanpa ada penanganan  yang serius, maka modus-modus yang seperti ini akan dapat merusak harmoni. Demikian pula rusaknya harmoni lebih banyak disebabkan  katena hilangnya rasa cinta pada diri seorang atau bahkan bisa dikatakan,“Matinya rasa cinta aka berakibat timbulnya disharmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Karena itu, ayo tumbihkan rasa cinta dengan saling memahami, menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama, sesama warga negara. Cara ini diyakini akan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita.

Cinta, kerja dan harmoni merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kekuatan utama bangsa ini yang dirasakan semakin menghilang dari realitas kehidupan kita. Sekaligus pesan ini menjadi inspirasi dan spirit bahwa jika kita mampu menghadirkan cinta di hati kita, maka kerja- kerja nyata walaupun tidak ada jepretan kamera akan menjadi ringan dan akan memberikaan manfaat yang nyata dalam menyumbangkan  kesejahteraan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Apapun suku bangsa dan rasnya, apapun agama dan adàt istiadatnya, apapun yang sedang kita urusi harus terus dibingkai dengan spirit cinta, kerja nyata dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membangkitkan kesaaran untuk bisa hidup lebih baik, lebih bermanfaat dan berkemajuan. Damailah Indonesiaku. Bahagialah bangsaku.

28 Desember 2016

 

*)Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Tidak Menyangka Terima Penghargaan Langsung dari Kapolri

Aiptu Sholeh, Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kanor

Tidak Menyangka Terima Penghargaan Langsung dari Kapolri

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro - Karena jasa-jasa serta pengabdiannya yang melebihi panggilan tugas semestinya, Aiptu Sholeh Bhabinkamtibmas Desa Sroyo Polsek ...

Quote

Sambutan Bupati Bojonegoro pada Idul Adha 1438 H

Berkorban Untuk Masa Depan Bersama Yang Lebih Baik!

Sambutan Bupati Bojonegoro pada Idul Adha 1438 H

Berkorban Untuk Masa Depan Bersama Yang Lebih Baik! Allahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakaatuh Yang saya cintai, ...

Opini

Kegaduhan DPRD Bojonegoro Persoalkan Ujian Perangkat Desa

Kegaduhan DPRD Bojonegoro Persoalkan Ujian Perangkat Desa

*Oleh Mumamad Nur Khozin KABUPATEN Bojonegoro telah sukses menyelengarakan ujian perangkat desa secara serentak. Ujian perangkat desa yang diikuti oleh ...

Eksis

Perayaan di Bulan Agustus

Perayaan di Bulan Agustus

Oleh Naura Deazzura Kirana Agustus adalah bulan yang biasa kita ramaikan bersama-sama. Pada bulan Agustus kita merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. ...

Pelesir

Warung Semok Iwak Gloso Mbak Sumi yang Fenomenal

Warung Semok Iwak Gloso Mbak Sumi yang Fenomenal

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Temayang) Sebuah warung sederhana berdiri di ujung selatan Kabupatan Bojonegoro di dekat jembatan Kedungjati turut Desa ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Takmir Masjid Cegah Paham Radikalisme

Kapolres Bojonegoro Ajak Takmir Masjid Cegah Paham Radikalisme

*Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Menghadiri acara Training Manajemen dan Standarisasi Mutu Masjid yang diadakan oleh Baznas Bojonegoro, di Masjid Al-Ikhlas ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Kamis, 23 November 2017

Berita Foto

Sejumlah Kepala Desa Laksanakan Pelantikan Perangkat Desa Baru

Pelantikan Perangkat Desa

Sejumlah Kepala Desa Laksanakan Pelantikan Perangkat Desa Baru

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Usai pelaksanaan tes tulis seleksi pengisian perangkat desa Kabupaten Bojonegoro, yang dilaksanakan secara serentak pada Kamis ...

Infotorial

Polres Bojonegoro Luncurkan Layanan Call Center Polri 110

Polres Bojonegoro Luncurkan Layanan Call Center Polri 110

DALAM rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat, Polri bekerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom) meluncurkan layanan Contact ...

Resensi

Kisah Pi yang Inspiratif

Kisah Pi yang Inspiratif

Oleh Vera Astanti Ini adalah kisah petualangan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India ...

Feature

Mas Jenggot Sulap Limbah Kayu Menjadi Miniatur Keren

Mas Jenggot Sulap Limbah Kayu Menjadi Miniatur Keren

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Kota) Meracik limbah menjadi sesuatu produk yang bernilai tinggi tentu saja tidak mudah. Tapi bagi M ...

Teras

Ada Konten Gambar Gerak (GIF) Pornografi di WhatsApp

Ada Konten Gambar Gerak (GIF) Pornografi di WhatsApp

*Oleh Imam Nurcahyo Lindungi anak-anak dari pornografi! SEJUMLAH media pada Minggu (05/11/2017) ramai memberitakan adanya unsur pornografi yang terdapat pada ...

Statistik

Hari ini

772 pengunjung

1.702 halaman dibuka

144 pengunjung online

Bulan ini

66.655 pengunjung

229.078 halaman dibuka

Tahun ini

952.677 pengunjung

3.797.345 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 581.211

Indonesia: 11.009

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015