News Ticker
  • Dicari!!! Gadis Meninggalkan Rumah
  • Wabup: TPP Naik, Kewajiban Juga Harus Dituntaskan
  • Tak Bisa Berenang, Pelajar SMP di Tuban Tenggelam di Sungai
  • Kapolres Paparkan Tentang Cyber Crime Kepada Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro
  • Mensesneg Gelar Acara Sinau Bareng Pembangunan Desa Melalui BUMDes di Tambakrejo
  • Dua Kader Demokrat Siap Calonkan Diri Sebagai Ketua DPC 
  • Hari ini Satpol PP Bojonegoro Amankan 5 Anak Punk Asal Tuban
  • Siswa Club Jurnalis Ahmad Dahlan Berkunjung ke Pameran Foto dan Workshop
  • Kapolres Berkunjung ke Kediaman Mensesneg di Tambakrejo
  • Manajemen Persibo Akan Sewa Aset Pemkab Sebagai Kantor
  • Pembangunan Jembatan Bojonegoro-Trucuk Tahap Pertama Selesai
  • Pendidikan Menjadi Prioritas
  • Kapolres Beri Motivasi Pada Calon Peserta Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Tahun 2017
  • Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Buat Aksi Tanam Tanaman Obat
  • Mensesneg Pulang Kampung di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo
  • EMCL Serahkan Bantuan Pagar Lapangan Malowopati Desa Talok
  • Jurus Patuh BKP Turut Memeriahkan Apel Besar Saka Bhayangkara se-Jawa Timur
  • Suporter Siap Dukung Persibo Berlaga dalam Dirgantara Cup di Yogyakarta
  • Seorang Warga Kelurahan Karang Pacar Ditangkap Polisi Karena Kedapatan Miliki Sabu
  • LCCG Cluster 3, SD Negeri Gayam I Juara

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyelaraskan Cinta, Kerja dan Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh Roly Abdul Rokhman *)          

KEMAJUAN kehidupan zaman sekarang semakin menggembirakan. Namun apabila mau lebih cermat, kemajuan ini tetasa begitu hampa dan dirasakan kurang membahagiakan. Situasi yang seperti ini terjadi karena hiruk pikuk kemajuan tidak diimbangi dengan tumbuhnya perasaaan cinta dan kesadaràn untuk bekerja dan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang penuh harmoni. Karenanya, tiga kata itu menjadi pelepas ketegangan atas carut marutnya realita kehidupan berbangsa saat ini.

Lihatlah fakta di lapangan. Betapa tragisnya antar elemen bangsa. Energi mereka terkuras untuk saling melapor ke polisi, karena di dadanya sudah tak ada lagi rasa cinta. Bahkan rasa cinta telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. Hampir sebagian besar jiwa kita seakan telah menjadi sakit yang akut dan sulit diobati. Tatkala di hati ini ada dendam, maka cinta yang kita miliki akan hilang dan musnah  ditelan bumi. Akibatnya, kehampaan akan menjangkiti setiap diri sehingga akan berakibat pada ketegangan atau bahkan kecamuk permusuhan.

Karena kontrol diri terus melemah, maka pada saat ada lawan politik yang sedikit bermanuver melalui medsos, maka hal yang demikian ini menjadi celah untuk menyuburkan kebencian dan  langsung melaporkannya ke polisi dengan beragam dalih dan delik yang diciptakan. Seakan dengan melapor ke polisi ada kebanggaan yang klimaks yang sekaligus menunjukan kemampuan dan kelihaian bermanuver dihadapan  publik.

Mengapa situasi yang demikian ini semakin mengemuka dan bisa terjadi dengan begitu mudaahnya? Sudah barang tentu karena cinta sudah tidak hidup dalam diri dan telah tergantikan dengan dendam kusumat yang membara. 

Begitupun juga dengan semakin merebaknya beragam pekerjaan rumah yang begitu menumpuk di republik ini. Maka kerja nyata di keheningan yang seharusnya diwujudkan, niscaya seakan berubah menjadi jargon saja. Bekerja ikhlas seolah tidak ada peminatnya. Karena kerja hanya menjadi jargon pencitraan yang membutuhkan jepretan kamera dan publikasi media massa. Dengan popularitas yang diciptakan media, maka seorang akan berada di atas angin untuk dapat mewujudkan harapan  dan ambisi kehidupan yang telah diimpikan.

Padahal republik pada saat ini amat merindukan sosok seperti Soeharto yang rela bekerja di keheningan bahkan téjauhkan dari pemberitaan media. Pada saat awal-awal pembangunan para pendiri negeri ini tela hati untuk terjun ke pelosok daerah untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Bahkan dia rela berada di tengah- tengah masyarakat untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama dengan tidak ada media yang meliput. Para pendiri bangsa ini telah memberikan cotoh bagaimana para peminpin bisa bekerja dengan sungguh- sungguh dan tulus untuk keemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Situasi yang seperti ini menjadi amat langka ditemukan di era sekarang. Situasi yang betul-betul kerja, kerja dan kerja.

Di era ini, diakui ataupun tidak, sebagian besar orang, mereka bekerja pada umumnya lebih diorientasikan untuk pencitraan yang akan berdampak pada popularitas. Jadi jangan heran jika seorang yang bekerja bukan untuk karya nyata yang di raihnya tetapi popularitas yang sekaligus menjadi jembatan untuk mendapàtkan jabatan atau posisi yang lebih mapan. Situasi yang demikian ini terjadi karena hampanya rasa yang mendorong seorang untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain ataupun masyarakàt yang menjadi tanggung jawabnya.

Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak hanya hampa dalam urusan cinta dan berkàrya. Namun, hubungan pergaulan  manusia sudah mulai ternodai oleh banyak pihak. Keharmonisan pergaulan menjadi urusan yang sangat sensitif  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Akhir-akhir ini juga mulai muncul tanda-tanda yang kurang kondusif. Lihatlah fakta di tengah keberagaman anak bangsa, di tengah kebhinekaan yang nyata di negeri tercinta ini, ada  yang mencoba menyalakan api untuk menyulut kebencian yang menimbulkan permusuhan dan pergolakan antar kelompok. Sehingga akan menimbulkan chaos.

Lihatlah dalam soal agama yang selama ini merupakan ranah privat yang sakral. Tetapi mengapa ada yang berani mencerca di depan publik tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, kasus pernyataan “Jangan mau dibohongi dengan al-maidah 51” masih dalam proses hukum, namun kasus tersebut belum tuntas, sudah muncul yang terbaru tatkala ulama menekankan keesaan Tuhan, di hadapan umatnya sendiri, “Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak di peranakan.” Kalau Tuhan itu beranak, lantas siapa bidannya…?. Pernyataan ini justru dilaporkan oleh pemeluk agama lain, karena menurut mereka pernyataan  tersebut menistakan agama yang dianutnya. Apabila fakta ketidakharmonisan hubungan ummat beragama yang seperti ini dibiarkan berlarur-larut, maka akan dapat merusak harmoni dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara yang pada akhirnya akan dapat memicu munculnya persoalan horizontal yang sangat merugikan masyarakat.

Kecuali ulama itu menjelekkan-jelekkan agama lain di hadapan pemeluknya. Akan tetapi faktanya kejadian di hadapan ummat Islam yang sedang mendalami akidah Islam! Ulama itu hanya dapat menegaskan keyakinan dan ini merupakan prinsip bahwa Allah tidak punya anak dan tidak pula di peranakkan!

Ini prinsip utama keesaan dalam Islam. Betapa ironinya jika seorang ulama menjelaskan  prinsip dasar akidah Islam di hadapan umat Islam lantas dengan tiba-tiba secara sepihak dilaporkan oleh umat yang beragama lain dengan tuduhan menistakan agama. Karena itu dalam urusan yang seperti ini pemerintah harus hadir dengan otoritas dan ketegasan dalam menegakkan pancasila sebagai nilai dasàr yang melandasi. Karena itu dalam konteks yang seperti ini bisa  dikatakan masih ada warga masyarakat yang gagal paham dalam memaknai toleransi umat beragama.

Apabila urusan yang seperti ini dibiarkan berlalu tanpa ada penanganan  yang serius, maka modus-modus yang seperti ini akan dapat merusak harmoni. Demikian pula rusaknya harmoni lebih banyak disebabkan  katena hilangnya rasa cinta pada diri seorang atau bahkan bisa dikatakan,“Matinya rasa cinta aka berakibat timbulnya disharmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Karena itu, ayo tumbihkan rasa cinta dengan saling memahami, menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama, sesama warga negara. Cara ini diyakini akan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita.

Cinta, kerja dan harmoni merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kekuatan utama bangsa ini yang dirasakan semakin menghilang dari realitas kehidupan kita. Sekaligus pesan ini menjadi inspirasi dan spirit bahwa jika kita mampu menghadirkan cinta di hati kita, maka kerja- kerja nyata walaupun tidak ada jepretan kamera akan menjadi ringan dan akan memberikaan manfaat yang nyata dalam menyumbangkan  kesejahteraan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Apapun suku bangsa dan rasnya, apapun agama dan adàt istiadatnya, apapun yang sedang kita urusi harus terus dibingkai dengan spirit cinta, kerja nyata dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membangkitkan kesaaran untuk bisa hidup lebih baik, lebih bermanfaat dan berkemajuan. Damailah Indonesiaku. Bahagialah bangsaku.

28 Desember 2016

 

*)Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Ingin Jadi Contoh Untuk Semua Buruh Migran di Manapun

Yanne, Buruh Migran yang Jadi Model di Hongkong

Ingin Jadi Contoh Untuk Semua Buruh Migran di Manapun

Oleh Vera Astanti KEMARIN diberitakan, ada seorang TKW yang saat ini lebih sering disebut Buruh Migran Indonesia akan menggelar fashion ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Promosikan Bojonegoro Melalui Festival

Promosikan Bojonegoro Melalui Festival

*Oleh Asep Fahza BANYAK cara dalam mempromosikan suatu daerah agar para wisatawan terpancing untuk berkunjung ke daerah tersebut. Seperti dengan ...

Eksis

Di Tangan Parni, Limbah Plastik Raup Puluhan Juta Rupiah

Di Tangan Parni, Limbah Plastik Raup Puluhan Juta Rupiah

Oleh Vera Astanti Kapas - Di dalam ruang tamu yang minimalis, beragam model produk tas dan bunga plastik terpajang di ...

Pelesir

Jelajahi Mojodeso Lengkap dengan Wisatanya

Jelajahi Mojodeso Lengkap dengan Wisatanya

Oleh Vera Astanti Kapas - Sektor wisata bisa menjadi upaya untuk mengembangkan potensi alam sekaligus sumber daya manusianya. Seperti yang ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Pos Sholat

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Polres Bojonegoro, pada Kamis (23/02/2017) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Minggu, 26 Februari 2017

  • Parade Drumband Tk SD/MI

    Kantor kecamatan Sumberejo Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Diklat ( Training OF Traier ) Paspanter PSHT

    Ds. Papringan Kec.Temayang Kab.Bjn PSHT Cabang Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Electone

    Ds. Sumodikaran Kec. Dander Bojonegoro - Pukul 07:00 WIB

  • Apel Bersama Saka Bhayangkara

    Stadion Letjen H Soedirman Kab. Bojonegoro - Pukul 08:00 WIB

  • Musda ke. IV

    Ds. Ngraseh Kec.Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 09:00 WIB

  • Bakti Sosial

    Dsn Bluru dan Dsn Tretes Ds Pragelan Kec.Gondang Kab. Bojonegoro - Pukul 10:00 WIB

  • Pasar Malam

    Lap Kec.Kalitidu Kab.Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds.Pagerwesi Kec.Trucuk Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds. / Kec. Baureno Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Turnamen Futsal Cup III

    Ds.Plesungan Kec.Kapas Kab.Bojonegoro - Pukul 19:00 WIB

  • Electone

    Sungkono Desa Kedungsari kec. Temayang Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

Berita Foto

Hujan Deras Genangi Jalan Dalam Kota

Hujan Deras Genangi Jalan Dalam Kota

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota Hujan deras yang mengguyur dalam kota Bojonegoro sore hari ini, Rabu (22/02/2017) sejak sekitar pukul 14.00 ...

Infotorial

Industri Hulu Migas Prioritas Tenaga Kerja Indonesia

Industri Hulu Migas Prioritas Tenaga Kerja Indonesia

*Oleh Imam Nurcahyo PENGOPTIMALAN sumber daya alam minyak dan gas bumi (migas) selalu menyimpan tantangan tersendiri bagi industri hulu migas ...

Resensi

Cinta itu Tak Harus Memiliki

Resensi Film You Are The Apple Of My Eye

Cinta itu Tak Harus Memiliki

Oleh Vera Astanti CINTA pertama semasa SMA memang susah dilupakan. Meski pada akhirnya takdir memutuskan untuk memisahkan, cerita asam manisnya ...

Feature

Curhat ke Kapolres, Berbalas Bea Balik Nama BPKB Gratis

Kisah 3 Anak Yatim Piatu di Malo

Curhat ke Kapolres, Berbalas Bea Balik Nama BPKB Gratis

Oleh Heriyanto Malo - Kemarin Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi bersama Pejabat Utama serta Bhayangkari melaksanakan ...

Teras

Cerita Teman Tentang Amplop Pejabat

Cerita Teman Tentang Amplop Pejabat

Oleh Muliyanto MALAM itu saya bertemu dengan seorang teman di Alun-Alun Kota Bojonegoro. Kami pun berbincang-bincang, tak lupa memesan dua ...

Statistik

Hari ini

1.213 pengunjung

2.469 halaman dibuka

188 pengunjung online

Bulan ini

150.958 pengunjung

340.529 halaman dibuka

Tahun ini

321.120 pengunjung

736.804 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 525.614

Indonesia: 10.552

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015