Ekonomi Sulit, Penjualan Kambing Kurban Terancam Turun
Sabtu, 19 September 2015 12:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Permintaan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini diperkirakan menurun. Sebab, hingga H-5 hari raya kurban, hasil penjualan hewan kurban dari sejumlah pedagang kambing di wilayah Kota Bojonegoro, masih minim. Para pedagang menduga turunnya pembeli disebabkan semakin sulitnya perekonomian masyarakat dengan harga kebutuhan pokok yang terus melambung.
Hal ini seperti yang diungkapkan, Agus, salah satu pedagang kambing kurban dari Desa Ledok, Kecamatan Bojonegoro. Dia menjelaskan, penjualan hewan kurban tahun ini turun drastis. Jauh, jika dibanding penjualan tahun lalu.
"Tahun lalu, pada H-5 jelang hari raya kurban saya bisa menjual hingga 50 ekor kambing. Sekarang ini baru terjual 3 ekor. Padahal untuk harga kambing menjelang Idul Adha ini masih relatif stabil," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (19/09).
Pedagang yang membuka lapak kambingnya di tepi Jalan Veteran ini menambahkan, semakin sulitnya perekonomian dan naiknya harga kebutuhan pokok menjadi pemicu turunnya pembeli. Disamping itu, banyaknya penjual kambing bermunculan di wilayah kota juga bisa berakibat turunnya omset penjualan.
"Yang pasti, sulitnya ekonomi yang bikin turunnya penjualan. Kalau banyaknya pedagang sih tidak masalah. Karena saya sudah biasa berjualan bersama banyak pedagang serupa di pasar hewan setiap Kamis," imbuhnya.
Tidak lupa, dalam kesempatan itu Agus juga mempromosikan dagangan kambingnya. Dia berani memastikan bahwa kambing kurban dagangannya dijamin aman dari penyakit.
"Kambing jenis gibas saya ini tahan penyakit. Saat kemarau ini saya beri pakan kulit kedelai yang digiling. Pakan ladekan tidak pengaruh, tapi tambah bagus. Harga jual per ekornya mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, tergantung besar dan kecil badannya," pungkasnya. (nam/tap)
*) Foto penjual kambing kurban































.md.jpg)






