Kenaikan Cabai Semoga Tidak Ekstrim
Minggu, 20 September 2015 14:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Beberapa hari terakhir ini harga cabai di pasar tradisional di Bojonegoro mengalami kenaikan. Hal ini lantaran meningkatnya jumlah penjualan karena menjelang Idul Adha, ditambah lagi banyak masyarakat yang punya hajat. Terpantau di lapangan oleh BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, harga cabai di pasar naik hingga Rp5.000/ Kg.
Fauzi, salah satu pedagang kebutuhan pokok yang berjualan di pasar tradisional desa Campurejo mengatakan, kenaikan harga dipicu faktor musim dan penjualan yang meningkat. Walau harga cabai mahal, tetapi stoknya tetap aman meskipun kualitasnya sedikit berkurang lantaran cuaca panas yang ekstrim.
Saat ini, harga cabai rawit merah Rp85.000/ Kg yang sebelumnya Rp80.000/ Kg. Cabai rawit biasa Rp55.000/ Kg yang sebelumnya Rp50.000/ Kg. Cabai hijau Rp45.000/ Kg sebelumnya Rp40.000/ Kg.
"Kalau cabai lompong harganya tetap Rp50.000 perkilo," ujar pria 30 tahun itu.
Pedagang lain, Kusma, juga menjelaskan, diprediksi harga cabai ini akan terus mengalami kenaikan sampai Hari Raya Idul Adha. Tidak hanya cabai saja, harga-harga sembako lainnya juga ikut terkerek naik. Seperti harga telur yang sudah mulai naik, semula Rp21.000/ Kg naik menjadi Rp23.000/ Kg.
"Harganya sudah mulai naik semua. Banyak yang syukuran haji kemarin," katanya.
Kusma juga berharap kenaikan harga ini tidak ekstrim. Sebab akan mempengaruhi dagangannya. Pembeli mengeluhkan kenaikan harga dan pembelian menurun. "Saya berharap ada penanganan dari pemerintah agar harga teratur," imbuhnya.(nam/ moha)































.md.jpg)






