Kajian Budaya I San di Kenduri Langit Tobo
Rabu, 05 Agustus 2015 20:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
(Bojonegoro) - Komunitas penggerak baca dan karya, Langit Tobo, kembali mengadakan acara bulanan kenduri dengan tema kajian budaya I San Thailand, bareng Ashri Kacung di Rumah Makan (RM) Ayam Geprek di Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (02/08).
Kali ini Kenduri Langit Tobo jilid 6 juga menggelar pementasan teater monolog “Sumini Semok” yang ditampilkan oleh Binti Khairunnisa. Ia tampil total. Dengan dandanan ala ronggeng, ia memerankan tokoh “Sumini Semok” yang mencari cinta dan jati diri. Penampilan Binti Khairunnisa cukup mengesankan sehingga 30 peserta kenduri ikut larut dalam cerita.
Ada pula penampilan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Atiek Setiyawan. Pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkab Bojonegoro ini membawakan puisi berjudul “Desaku”. Kebetulan, Atiek Setiyawan lahir dan tinggal semasa kecil di Desa Beged Kec. Gayam. Lewat puisinya itu, ia mengekspresikan kegelisahan dan kegetirannya tentang perubahan sosial kebudayaan di kampung masa kecilnya itu. “Orang-orang desa menanam cinta. Orang-orang kota datang membawa perkara,”. Itu salah satu penggalan puisi yang dibawakannya. Para peserta kenduri pun menikmati lantunan puisi itu.
Tiba pada acara pokok yakni kajian budaya I San Thailand. Penyaji, Ashri Kacung, - kebetulan saat ini ia sedang studi kebudayaan di Thailand - bisa berbagi ilmu dan pengalamannya tentang negeri Gajah Putih itu.
Ia bercerita, I San berasal dari bahasa Pali dan ada juga yang mengatakan dari bahasa Sansekerta yang berarti timur laut. Pada perkembangannya, I San dulunya merupakan daerah pemukiman orang Khmer yang merupakan penduduk negara Kamboja. Kemudian, apda abad 11-13 ketika kerajaan Khmer menyerang kerajaan Sukhotai dan menghancurkannya, lambat laun karena belum memiliki sistem pemerintahan yang baik, kerajaan Khmer pun melemah.
Selain punya pengaruh dari Khmer, I San juga sangat dekat dengan Laos yang memang hanya berbatasan dengan Sungai Mekong dengan Vientin yang merupakan wilayah negara Laos. Dengan hancurnya Sukhotai, kemudian Thaksin mendirikan kerajaan Siam dengan menyatukan kembali sisa-sisa daerah Sukhotai.
Langir
Dari perjalanan sejarah itu, I San mempunyai kebudayaan dan ciri khas yang berbeda dengan penduduk Thai di Bangkok dan sekitarnya. Karena kondisi kemiskinan dan letaknya yang agak jauh dari Bangkok, kawasan I San ini pernah menjadi basis partai komunis pada tahun 1960-an.
“Sampai sekarang, penduduk I San ini berbeda dengan penduduk Thai di Bangkok. Kalau penduduk I San ini identik dengan perjuangan kaus merah, sementara penduduk Thai di Bangkok ini identik dengan kaus kuning,” ujar Ashri Kacung.
Penduduk I San ini, kata dia, sebagian besar petani. Mayoritas menganut ajaran Budha atau Hindu. Namun, dalam kehidupan beragama di Thailand urusan keyakinan itu diserahkan sepenuhnya pada penduduknya. “Jadi di sekolah tidak ada pelajaran agama itu. Kalau ingin belajar agama ya di kuil,” ujarnya.
Thailand juga identik dengan tiga hal yaitu kuil, gajah, dan kudeta. Konflik politik
dan kudeta seringkali terjadi di Thailand. Perbincangan soal kudeta di Thailand itu seperti segampang kalau makan kacang goreng. “Tetapi orang-orang Thailand itu mempunyai nasionalisme yang tinggi. Kalau diperdengarkan Lagu Nasional mereka di radio, mereka akan langsung akan berdiri dan memberi hormat,” ujar Ashri Kacung sambil tertawa. [rul]
Langit Tobo : Komunitas penggerak baca dan budaya































.md.jpg)






