Tembakau Rajangan Petani Tak Banyak Diserap Pabrikan
Minggu, 27 September 2015 14:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Baureno – Sebagian petani tembakau di Bojonegoro tengah memasuki musim panen tembakau. Meski berbagai upaya sudah dilakukan oleh petani untuk menyesuaikan kriteria yang diminta oleh pabrikan, namun hasilnya masih banyak tembakau rajangan yang tidak diserap oleh pabrikan. Akibatnya, kini tembakau rajangan milik petani banyak yang ditimbun saja di rumah.
Seperti yang diungkapkan oleh Totok Hermanto, petani tembakau asal Kepohbaru, Kecamatan Baureno. Tembakau miliknya yang telah dirajang kini menganggur dan disimpan saja di rumah. Kualitas tembakau miliknya sesuai dengan yang diminta oleh pihak pabrikan. Namun, kata dia, tembakau rajangan itu belum diterima oleh pihak pabrikan. “Sulit sekali menyesuaikan rajangan tembakau seperti yang diminta oleh pabrikan atau gudang,” ujar Totok Hermanto pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Minggu (27/09).
Ia mengungkapkan, hasil petikan daun tembakau ketiga ini menghasilkan kisaran empat sampai lima kuintal tembakau rajangan. “Dari semuanya itu, daun tembakau masih banyak yang menumpuk di rumah karena tidak sesuai dengan permintaan gudang,” terangnya.
Petani tembakau lainnya, Sumariono, asal Desa Kauman, Kecamatan Baureno, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia memilih menimbun tembakau hasil rajangannya itu. Pasalnya, jika ia menjual saat ini, maka tembakaunya hanya akan dihargai murah oleh pemasok. “Hasil rajangan yang tidak masuk kriteria gudang ini hanya seharga Rp 5.000 sampai Rp 8.000 per kilogramnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, padahal tembakau yang ditanam ini adalah tembakau yang dirasa cocok di lahan persawahan Bojonegoro. Sebagaimana hasil laboratorium beberapa tahun lalu oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bahwa tanah di Bojonegoro cocok ditanami tembakau jenis T-45.
Adapun kriteria hasil rajangan yang diminta oleh pihak pabrik yakni berwarna cerah, bersih, petikan tua. Sedangkan, yang dihindari adalah daun muda, warna pucat, mudah rontok atau pecah, nglaras, rajangan brol. "Semuanya itu sudah saya lakukan, namun masih tidak lolos" pungkasnya. (ori/kik)


































.md.jpg)






