Pabrikan Hanya Menyerap Tembakau Kualitas Bagus
Minggu, 27 September 2015 16:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Kapas - Gudang penyerapan tembakau dari petani Bojonegoro sejak 15 September kemarin telah dibuka. Setiap hari sejumlah pemasok dan petani antre menyetorkan tembakau hasil rajangannya. Tak pelak, dikarenakan penyerapan tembakau di Bojonegoro tahun ini hanya dilakukan oleh PT Djarum.
Adapun pabrik dalam hal ini PT Djarum tentu mempunyai standarisasi dan kriteria terhadap rajangan tembakau yang telah disetorkan oleh pemasok. Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, kriteria rajangan tembakau dari PT Djarum adalah sebagai berikut yakni berwarna cerah, bersih, petikan tua. Sedangkan, tembakau yang dianggap jelek dan tidak layak diserap oleh pabrikan adalah daun muda, berwarna pucat, mudah rontok, pecah, pucat, nglaras, dan rajangan brol.
Kriteria tersebut nampaknya sulit dijangkau oleh petani di Bojonegoro. Akibatnya hasil rajangan yang disetorkan oleh pemasok banyak yang dikembalikan.
Menurut Rodhi, 48, Ketua APTI ( Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Rayon Sumberrejo, ia menerangkan, kriteria yang diminta PT Djarum ini memang sulit. Terbukti saat penyetoran, 50 persen tembakau rajangan dari sejumlah pemasok ditolak karena tak sesuai dengan kriteria.
"Saya menyetorkan 20 besek, hanya diterima 10 besek, separuhnya ditolak " ujarnya, usai menyetorkan tembakau di gudang Plesungan, Minggu (27/ 09) siang tadi.
Pemasok lain Munandar juga mengatakan hal yang sama. Dari 23 besek tembakau yang disetorkan, 11 di antaranya dikembalikan karena tak lolos uji seleksi. “Bukan hanya saya saja semua pemasok juga mengeluhkan hal yang sama,” ujarnya.
Rodhi asal Sumberrejo tadi melanjutkan, adapun hal yang sulit dihindari oleh sejumlah petani tembakau saat ini adalah hasil rajangan yang nglaras dan mudah pecah. Tak pelak, tembakau yang disetorkan banyak yang dikembalikan. “Nglaras dan pecah ini disebabkan tembakau tahun ini kekurangan air,” pungkasnya. (ori/kik)


































.md.jpg)






