Seni Wayang Harus Tetap Dilestarikan.
Minggu, 27 September 2015 22:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Balen - Seni wayang merupakan budaya peninggalan leluhur. Karena itu seni budaya yang sarat dengan ajaran luhur ini harus dijaga dan dilestarikan. Selain tontonan, pakeliran wayang sering juga memberikan tuntunan. Termasuk juga sebagai sarana memohon doa, atau ruwatan, agar selamat dalam menjalani hidup.
Seperti yang dilakukan, Budi, warga Dusun Bujel, Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, pada Minggu (27/09) pagi. Dia mengadakan acara ruwatan keluarga dengan menggelar seni wayang kulit.
Budi, selaku pemilik hajat mengatakan, dahulu seni wayang sangat terkenal, karena salah satu tontonan yang sangat diminati masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur. Saat ini seni wayang mulai ditinggalkan generasi muda. Mereka malah senang dengan budaya manca negara.
"Kalau sekarang, pagelaran wayang hanya digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Ya, seperti acara ruwatan keluarga ini," ungkapnya kepada beritabojonegoro.com dengan nada sedih.
Sementara itu Sunaji, salah satu penonton, mengatakan, pagelaran wayang memang sudah mulai terkikis zaman. Seharusnya seni wayang harus lebih dilestarikan. Bagaimana caranya, paling tidak pemerintah mendorong para dalang agar mau dan mampu menularkan ilmu pedalangan kepada generasi muda.
"Sehingga pagelaran seni wayang tidak hilang tergerus kemajuan zaman," harapnya. (nam/tap)
*) Foto pagelaran wayang di desa suwaloh


































.md.jpg)






