Penutupan Saluran Irigasi Dusun Suko
Petani Sukosewu Terancam Gagal Panen
Kamis, 01 Oktober 2015 15:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Sukosewu - Para petani di wilayah Kecamatan Sukosewu mengeluhkan lamanya perbaikan saluran irigasi dari Waduk Pacal dan sumber air Buntalan. Perbaikan yang dilakukan hingga dua bulan ini harus menutup jalur irigasi di Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sukosewu. Akibatnya, puluhan hektare lahan persawahan petani kering dan terancam gagal panen.
Hal ini diungkapkan Musiran, petani di Desa Bitingan, Kecamatan Sukosewu. Dia mengatakan, sejak ada perbaikan dan penutupan saluran irigasi di Dusun Suko, sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Sukosewu mengering. Saluran irigasi di Dusun Suko adalah jalur pengairan ke lahan persawahan Desa Jajar, Bitingan, Sidodadi, dan Sukosewu.
"Akibat ditutupnya saluran irigasi itu tanaman padi milik saya dan petani lain yang semestinya sudah mbrobot, kini masih tampak kerdil karena kurang air," tandasnya saat ditemui beritabojonegoro.com, Kamis (01/10).
Keluhan senada disampaikan Sarji, petani Desa Jajar. Dia menambahkan, saat ini satu hektare lahan sawah miliknya yang ditanami padi kering. Padahal, kata Sarji, tanaman padi miliknya sudah menghabiskan banyak biaya. Apalagi usia padinya kini sudah hampir memasuki musim panen.
"Bukan milik saya saja, tapi puluhan hektare tanaman padi milik sejumlah petani juga kering dan terancam gagal panen," keluhnya.
Kini sejumlah petani hanya bisa pasrah, dan membiarkan tanaman padinya kering. Awalnya, satu bulan sejak dilakukan perbaikan, air irigasi masih dialirkan.
"Namun, karena mungkin dirasa mengganggu pihak pelaksana perbaikan, sejak awal September saluran Dusun Suko ditutup. Kalau saluran air ditutup petani di sini tidak bisa apa-apa lagi," pungkas Sarji. (ori/tap)


































.md.jpg)






