Kurang Air, Padi di Desa Katur Tumbuh Kerdil
Jumat, 02 Oktober 2015 11:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Gayam - Tanaman padi di lahan persawahan Desa Katur, Kecamatan Gayam, tampak tumbuh kerdil. Bulir padinya banyak yang kopong. Bahkan ada yang tidak berbuah sama sekali. Padahal usia tanam sudah memasuki dua bulanan. Kondisi itu diduga karena kurangnya kelepan air.
"Hasilnya memang kurang maksimal dan tampak tidak berbuah. Padahal semestinya sudah berbuah," ujar Amirudin, petani Desa Katur, Jumat (02/10).
Menurut Amir, salah satu penyebabnya adalah sulitnya mendapatkan air akibat kemarau panjang. Biasanya mereka mengandalkan aliran sungai dan hujan, jika waktunya tiba. Namun, saat ini sungai sudah tidak mengalir dan hujan tidak kunjung turun.
Dia menambahkan, beberapa petani di desanya sejak awal kemarau kemarin ada yang mulai menanam tembakau. Karena mereka memprediksi bahwa kemarau bakal panjang. Kalau ketersediaan air minim, tanaman tembakau masih bisa mendapatkan hasil yang bagus.
"Sekitar satu bulan lagi petani tembakau itu sudah bisa mulai panen. Tapi, saya masih bertahan tanam padi, ya hasilnya begini, kurang baik," tuturnya. (rul/tap)


































.md.jpg)






