News Ticker
  • Di Warung Ini Buah Durian Bisa Semangkuk dengan Bakso
  • Pertamina Grup Gelar Gathering dengan Pemimpin Media Jatim dan Jateng di Kuta Bali
  • Iming-Iming Lowongan Kerja Palsu, Komplotan Penipu Diringkus Polisi
  • Berharap Pilkada Damai pada Para Tokoh Masyarakat
  • Minum Kopi Sambil Memeluk Ular Sanca di Animals Cafe  
  • Nyolong HP, Tukang Rosok Asal Balen Bojonegoro Diciduk Polisi
  • Kapolres dan Wartawan Deklarasi Pilkada Damai di Blora
  • Rencana Kegiatan Masyarakat || Senin, 19 Februari 2018
  • Bojonegoro Darurat Gantung Diri?
  • Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Bubulan Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
  • Kapolres Bojonegoro Serahkan Pengawal Pribadi Pada KPUD, Panwas dan Cabup-Cawabup
  • KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilukada Bojonegoro
  • Ambil Haluan Terlalu ke Kiri, Pemotor di Ngraho Terperosok dan Terjatuh di Bahu Jalan
  • Jelang Pilkada Serentak 2018, Kapolres Bojonegoro Pimpin Patroli Skala Besar
  • Seorang Warga Sukosewu Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri
  • Gangguan Pertanian di Bojonegoro Ke Depan yakni Pencemaran Lingkungan
  • Serunya Menjelajah Kawasan The Legend
  • Belajar Sejarah dan Kehidupan Dinosaurus di Dino Park
  • Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu
  • 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol di Baureno, 4 Orang Luka-Luka

Membangun Karakter Generasi Baru melalui PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Membangun Karakter Generasi Baru melalui PPDB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

*Oleh Said Edy Wibowo

TAHUN ajaran baru sudah di depan mata dengan liku-liku proses penerimaannya, Sudah seharusnya setiap tahun ajaran baru, dengan ikon utamanya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), disambut dengan gembira. Betapa tidak, di balik PPDB itu terjadi proses regenerasi, yang melibatkan puluhan juta pelajar dan mahasiswa, sejak dari TK hingga PT. Karena itu sudah seharusnya pula PPDB dijadikan momentum perubahan mengingat pada dasarnya niat para orang tua/wali menyekolahkan anak-anaknya adalah demi masa depan putra-putri mereka yang lebih baik.

Para orang tua/wali di sini terlanjur beranggapan bahwa sekolah mampu membuat anak-anak mereka bisa pandai, berperilaku baik, dan kelak bisa bekerja untuk bekal hidupnya. Mengingat dua hal di atas, maka sudah saatnya pola pikir (mind set) kita mengenai tahun ajaran baru ini juga berubah.

Kegiatan PPDB harus bisa kita manfaatkan untuk melahirkan generasi baru, sebuah generasi dengan karakter paripurna: (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat/Komunikatif, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca, (16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, dan (18) Tanggung Jawab, sebagaimana dirumuskan Pusat Kurikulum Kemdikbud (2009:9-10).

Lantas, bagaimana caranya?

Pertama, pada saat proses pendaftaran: (1) semua peserta didik dan atau orang tua/wali harus dapat mengakses sekolah/Madrasah dimana ia mendaftar baik secara teknologi, akademik, maupun sosial; (2) seleksi penerimaan semata-mata didasarkan pada kemampuan akademik, bukan atas dasar kekuatan ekonomi ataupun politik; dan (3) peserta didik dan atau orang tua/wali diberi keleluasaan untuk mengadakan sendiri hal-hal yang menjadi kewajiban personalnya, seperti membeli baju seragam, alat tulis, dan lain sebagainya. Khusus di sekolah/madrasah yang menerima dana BOS, orang tua/wali tidak dibebani oleh biaya investasi dan biaya operasional.

Sudah tentu, jika proses pendaftaran dilakukan sedemikian adilnya di semua sekolah/madrasah, bukan saja dapat memulihkan kepercayaan publik pada proses PPDB, melainkan pula memberi dampak pada pembentukan karakter bangsa. Melalui proses pendaftaran ini saja, boleh jadi ke-18 karakter tersebut akan terbentuk sekaligus, bukan saja di antara para peserta didik baru dan orang tua/walinya tetapi seluruh lapisan masyarakat. Baik secara langsung atau tidak, semua kalangan akan terpapar pesan pentingnya menghargai dan melakukan sesuatu sesuai prosedur operasi standar yang berlaku.

Untuk menjalankan tiga prinsip ini dengan pasti, panitia pendaftaran yang diketuai oleh kepala sekolah mau tak mau harus menjaga kredibilitasnya, tetap independen, bebas dari tekanan dan tahan godaan materi dan jabatan. Panitia pendaftaran harus bisa menolak dengan tegas hal-hal yang diluar ketentuan PPDB.

Kedua, pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah/Madrasah(MPLS). Satu point sudah dikantongi jika proses pendaftaran dan seleksinya dilaksanakan dengan penuh tanggung-jawab. Sekarang waktunya mengisi kegiatan MPLS dengan nilai-nilai baru yang akan membuat para calon pemimpin bangsa Indonesia ini lebih percaya pada kemampuan dirinya sendiri.

Nilai-nilai baru tersebut tak lain  dan tak bukan adalah semua pengetahuan dan tindakan yang positif-konstruktif diukur dari moral agama, hukum, maupun sosial. Pada saat-saat MPLS itu, kepada para peserta didik yang masuk karena kemampuan dirinya sendiri -bukan karena surat sakti, hasil titipan, sogokan, dan atau ancaman, kita berikan ke-18 nilai karakter itu melalui penjelasan, praktik dan contoh baik.

Dengan metode ceramah, permainan yang mendidik, dan keteladanan kita tanamkan nilai-nilai karakter tersebut. Bersamaan dengan penanaman nilai-nilai karakter itu, dalam MPLS itu juga kita ingatkan mereka akan lingkungan baru fisik, psikologis, dan sosial, beserta kesiapan respon yang harus dimilikinya. Terkait lingkungan fisik, ditunjukkan kepada mereka dimana kini berada, ada apa saja di seputar mereka, dan bagaimana memandang serta memperlakukan beragam obyek di sekitar mereka.

Begitu pula dengan lingkungan sosialnya yang baru: teman, guru, staf administratif, satpam, tukang kebun, penjaga kantin, dan masyarakat sekitar. Mereka perlu diberi kesadaran arti kehadiran mereka di tengah orang lain dan arti orang lain bagi mereka sendiri. Perlu diingatkan bahwa sekalipun secara kemanusiaan hubungan sosial dengan setiap jenis orang itu sama, namun terdapat perbedaan cara berinteraksi menurut tugasnya masing-masing.

Mereka sebaiknya diberitahu bagaimana cara bersikap kepada sesama teman, guru, staf administratif, satpam, tukang kebun, penjaga kantin, dan seterusnya. Secara psikologis, lingkungan baru akan memberi tekanan kendati biasanya bersifat sementara. Justru karena kesementaraannya inilah, cara beradaptasi dengan lingkungan baru itu harus segera diberikan. Yang paling penting di sini, para peserta didik baru mesti dibawa ke suasana yang menyenangkan, bukan menegangkan, karena berada di sekolah baru dan lingkungan yang baru.

Rasa nyaman merupakan modal awal yang penting untuk kesuksesan belajar. Supaya tidak terkontaminasi oleh hal-hal negatif-destruktif, bibit unggul tersebut harus dijauhkan dari ide dan praktik yang tidak terpuji seperti kekerasan fisik dan simbolik, prilaku diskriminatif, berbangga-bangga, persekongkolan, dan perbuatan-perbuatan terkutuk lainnya baik menurut moral agama, hukum, maupun sosial.

Sebab itulah, pihak sekolah terutama kepala sekolah harus bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan monev MPLS ini. Kepala sekolah mesti terjun langsung guna memastikan materi dan kegiatan di lapangan MPLS adalah sejalan dengan misi menciptakan generasi baru Indonesia yang berkarakter. Akhirnya, yang ketiga, pada masa-masa awal kegiatan belajar.

Untuk menjaga tunas-tunas baru itu tetap berkembang ke arah yang produktif, selama periode ini alangkah baiknya jika para guru mengikuti perkembangan nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada masa MPLS. Kenapa, karena priode ini merupakan waktu yang kritis.

Pada masa-masa ini, peserta didik baru di satu sisi cenderung masih mudah untuk mengikuti bimbingan dari pihak sekolah; di sisi lain sangat berpeluang untuk dipengaruhi oleh orang lain. Dalam sebuah buku yang dibaca oleh penulis (Sosiologi Pendidikan; Moh.Padil, Triyo S; UIN Maliki Press, 2010) dapat disimpulkan oleh penulis bahwa fungsi Pendidikan adalah: Transmisi  dan transformasi kebudayaan masyarakat ; peranan manusia social ; membentuk kepribadian sebagai dasar ketrampilan; sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan; Integrasi sosial.

Untuk itu, pihak sekolah tidak boleh kalah bersaing dari pihak luar sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Karena sekolah tidak saja mengajarkan tentang pengetahuan dan ketrampilan yang bertujuan mempengaruhi perkembangan intelektual anak, melainkan juga memperhatikan perkembangan watak/ karakter anak melalui latihan kebiasaan, tata tertib, Pendidikan Agama dan Pendidikan budi pekerti.

Dari paparan singkat ini, kiranya kita perlu meresapi arti dan proses PPDB dan MPLS  ini supaya berjalan dengan baik dan benar serta memberikan manfaat yang optimal, Semoga. (*/imm)

*) Guru MAN Padangan Bojonegoro dan Penggiat Pramuka Bojonegoro

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Kota) - Sambil menikmati sore hari di sekitar Alun Alun Kota Bojonegoro di bawah teduhnya pohon ...

Quote

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

Catatan Dahlan Iskan

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

*Oleh Dahlan Iskan Saya dapat kabar Audry lagi di Singapura. Gadis Surabaya yang genius. Dan pernah saya tulis panjang lebar. ...

Opini

Tak Hanya Valentine

Tak Hanya Valentine

*Oleh Liya Yuliana Gencarnya aneka tulisan yang nongol di sosmed seputar kontra valentine day ternyata belum sepenuhnya mengkonter peringatan acara ...

Eksis

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

*Oleh Mulyanto Batu - Dalam acara pelatihan Fungsi Teknis Kepolisian Binmas oleh Polres Batu yang digelar di Hotel Golden Tulip ...

Pelesir

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo SPd Blora - Kereta uap tertua yang lama tak berfungsi di Kabupaten Blora secara resmi diaktifkan kembali. Dalam ...

Religi

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

*Oleh Mulyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Menghadiri Maulid Nabi dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Santri Alumni Mambaul Falah di Pondok Pesantren (Ponpes) ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Selasa, 20 Februari 2018

Berita Foto

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Kalitidu) - Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Kamis (08/02/2018) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, kecelakaan lalu-lintas ...

Infotorial

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

Pengumuman KPU Bojonegoro

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BOJONEGORO PENGUMUMAN Nomor : 227/PL.03.3-PU/3522/KPU-Kab/II/2018 TENTANG: PENETAPAN NOMOR URUT DAN DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN ...

Resensi

Kisah Pi yang Inspiratif

Kisah Pi yang Inspiratif

Oleh Vera Astanti Ini adalah kisah petualangan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India ...

Feature

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Papercut Asal Bojonegoro

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Balen) Memegang gunting dan juga kater dengan penuh konsentrasi dan penuh hati hati, itulah yang dilakukan ...

Teras

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Gantung diri, sepertinya menjadi masalah sosial yang sangat serius di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Gantung diri ...

Statistik

Hari ini

39 pengunjung

73 halaman dibuka

0 pengunjung online

Bulan ini

38.594 pengunjung

111.586 halaman dibuka

Tahun ini

97.061 pengunjung

315.090 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 688.228

Indonesia: 15.940

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015