Di Kanor, Harga Gabah Turun 200 Rupiah
Minggu, 04 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kanor - Pekan ini petani di Desa Piyak dan Semambung, Kecamatan Kanor, mulai panen padi. Meskipun kemarau, hasil panen padi tergolong cukup bagus. Sayangnya, harga gabah basah hasil panen di tingkat petani mengalami penurunan Rp 200 per kilogram.
Menurut Zainudi, petani asal Desa Piyak, penurunan sebesar Rp 200 rupiah per kilogram cukup membuat resah para petani. Penurunan harga itu cukup terasa di musim kemarau ini. Sebab, kemarin mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengatasi serangan penyakit mimik dan wereng.
"Apalagi, nanti hasil panen itu juga dibagi sepertiga dengan himpunan petani pemakai air, untuk mengganti biaya diesel pengairan sawah," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (03/10) kemarin.
Hal senada disampaikan Gozali, petani dari Desa Semambung. Dia mengungkapkan, pada panen musim kemarau ini harga gabah yang semula Rp 5.000 per kilogram sekarang turun menjadi Rp 4.800 per kilogram.
"Memang jika dibanding saat panen raya tahun lalu, harga gabah tahun ini masih lebih tinggi. Harga gabah hasil panen tahun lalu kisaran Rp 3.000 sampai Rp 3.500 per kilogram," tuturnya.
Gozali menjelaskan, terjadinya penurunan harga gabah ini karena penjualannya sulit. Sementara tidak semua petani di musim ini memanen padi. "Tapi ya lumayan Mas, paling tidak petani sini masih bisa panen dan tidak bero," pungkasnya. (nam/tap)
*) Foto petani panen di desa piyak


































.md.jpg)






