Program 1000 Embung
Warga Sesalkan Pembangunan Embung yang Tidak Tepat
Rabu, 07 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Masih tentang program 1.000 embung oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Semestinya dibangunnya embung dapat difungsikan sebagai tandon air untuk pengairan sawah saat kemarau.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, tentang masalah pembangunan embung di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, yang ternyata tidak jadi dilaksanakan.
Kasi Pelaksanaan Teknis Dinas Pengairan Bojonegoro, Raditio, membenarkan hal tersebut. Permasalahan seperti itu, kata Raditio, memang kebanyakan kendalanya ada di sosialisasi pemerintah desa tentang program tersebut. "Seharusnya pemerintah desa itu jadi pelaku utama dalam pembangunan embung yang dibantu Dinas Pengairan," katanya
Raditio menambahkan, proses pengadaan embung dan realisasinya di desa-desa Bojonegoro dimulai dari pengajuan pihak pemerintah desa. Pemerintah desa mengajukan proposal pengajuan pembangunan embung, yang disertai berita acara, lalu baru dipertimbangkan dan disetujui oleh Dinas Pengairan.
Raditio melanjutkan, bahwa pada intinya, embung itu digunakan sebagai tandon air hujan untuk pengairan lahan pertanian warga yang ada di desa-desa Kabupaten Bojonegoro. Sehingga petani tak kesulitan untuk mencari air saat membutuhkan.
"Untuk pengelolaan embung adalah pemerintah desa. Temasuk pelaksanaan pembangunannya, juga tergantung pemerintah desa setempat," tandasnya
Seorang petani di Balenrejo, Kusnan (35), menjelaskan, sebenarnya adanya embung bisa membantu para petani untuk memperoleh pengairan untuk lahan persawahannya dengan mudah. Tetapi, kata Kusnan, terkadang program embung hanya dibuat ajang mencari uang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di desa.
Kusnan sebenarnya menyambut positif dan mengaku bahwa embung sangat bermanfaat. Tetapi dia menyesalkan adanya tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dia berharap ada keikutsertaan pemerintah kabupaten untuk mengatasi itu.
"Paling tidak pemerintah kabupaten juga ikut bergerak dengan adanya penggunaan embung yang tidak sesuai fungsi utamanya," imbuhnya. (nam/ moha)
Foto Kasi Pelaksanaan Teknis, Raditio


































.md.jpg)






