Tempuh Jarak 0,5 Kilometer Demi Air Bersih
Sabtu, 10 Oktober 2015 19:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Gayam - Karena kemarau panjang, warga Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam mengalami kesulitan air bersih. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumur mata air yang berjarak sekitar 0,5 Kilometer. Hal ini karena sumur-sumur warga banyak yang mengering.
Warga setempat, Pasiti, mengatakan aktifitas ini sudah berlangsung sejak enam bulan terakhir. Hanya saja hingga saat ini warga belum menerima bantuan droping air bersih dari dinas terkait. "Memang saat ini belum ada bantuan sama sekali," ujar Pasiti.
Selama ini, tutur Pasiti, warga mengandalkan sumber air dari Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) yang dikelola oleh pemerintah desa setempat. Akan tetapi pada musim kemarau panjang ini distribusi air tersebut tidak mengalir dengan lancar ke rumah-rumah warga. Sebab itulah mereka terpaksa mengambil air dari mata air, yang letaknya relativ lebih jauh itu.
Perempuan paroh baya itu menambahkan untuk mendapatkan air bersih memang sedikit repot. Dalam sehari biasanya dia harus mengambil air sebanyak 8 - 10 jeriken. Selain untuk mandi dan mencuci, air tersebut juga digunakan untuk minuman ternak.
"Kalau untuk minum keluarga saya beli air isi ulang dengan galon," katanya menjelaskan.
Hal senada juga dialami oleh warga lain, Jamini. Bahkan dia sempat beberapa kali mengebor pekarangan rumah untuk mendapatkan sumber mata air baru. sungguh malang, usahanya tersebut sia-sia. Karena air yang didapat cenderung keruh dan tidak layak konsumsi. Masalah kekeringan di daerah ring 1 Eksplorasi Migas Banyu Urip, lanjut dia, terus terjadi setiap tahun. Akibatnya warga kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Kami berharap instasi terkait segera menyalurkan bantuan air bersih ke warga," harapnya. (rul/moha)
Foto warga sedang antri mendapatkan air bersih


































.md.jpg)






