Kang Yoto Pastikan Parade Keroncong Jadi Agenda Rutin
Minggu, 11 Oktober 2015 19:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Ternyata, yang tidak kalah dinanti oleh masyarakat Bojonegoro, dari sekian banyak rangkaian HJB ke-338 Kabupaten Bojonegoro, digelarnya Parade Keroncong Nusantara, Sabtu (10/10) malam.
Sabtu malam, sejak pukul 19.00 WIB, Jalan AKBP M Soeroko, tepatnya di panggung terbuka Radio Malowopati FM, dipadati oleh ratusan masyarakat yang datang menyodorkan diri sebagai penggemar musik keroncong. Mereka berbondong-bondong menyaksikan Parade Keroncong Nusantara dalam rangka Peringatan HJB ke-338.
Parade tersebut dihadiri oleh berbagai orkes musik keroncong Jawa Timur. Di antaranya Klangenan 13 Bojonegoro, Orkes Keroncong Pesona Senja (Rembang), Orkes Keroncong Marabunta (Tuban), Orkes Keroncong Maheswari (Surabaya) dan Orkes Keroncong Kanigoyo (Jatirogo, Tuban).
Ketua Panitia Parade Keroncong Nusantara, Djagat Pramudjito, mengungkapkan bahwa parade keroncong ini merupakan pertama kali dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro-338. Ratusan penonton seolah tersihir oleh alunan yang mampu mendamaikan hati dan jiwa tersebut.
"Harapannya, melalui parade ini mampu merangsang semangat generasi muda untuk terus melestarikan musik keroncong," ujar Djagat Pramudjito.
Ketua Komunitas Keroncong Klangenan 13 Bojonegoro, Onny Supriyadi, mengatakan bahwa parade ini mampu memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan hiburan Peringatan HJB lainnya.
"Masyarakat sangat berharap hiburan musik keroncong di Bojonegoro ini bisa berlanjut menjadi rutinan (tiap HJB)," ujar Onny diiringi riuh tepuk tangan para penonton, baik tua maupun muda.
Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M.Si, kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, menyatakan apresiasinya terhadap seni musik keroncong. Meskipun menikmatinya melalui radio, Kang Yoto memastikan Parade Keroncong Nusantara tersebut akan digelar rutin pada peringatan HJB.
"Bojonegoro mempunyai kekayaan alam dan kehidupan sosial yang dapat menjadi inspirasi bagi seniman. Tentunya, selain menjadi agenda rutin (HJB), diharapkan dapat diwujudkan secara komersial," begitu kata Kang Yoto.(lyn/moha)






































