News Ticker
  • Antisipasi Politik Uang, Panwaskab Bojonegoro Akan Laksanakan Patroli Pengawasan
  • Diduga Pengendara Mengantuk, Honda Supra di Dander Bojonegoro Ditabrak Yamaha Jupiter
  • Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Pasang Speed Alarm System pada Armada Bus AKDP
  • Kapolres Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Laksanakan Politik Uang
  • Jelang Masa Tenang, Panwaskab Bojonegoro Akan Tertibkan APK Pilkada 2018
  • Panwaskab Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Lakukan Kampanye Saat Masa Tenang
  • Diduga Pengemudi Kurang Kosentrasi, Mobil Xenia di Ngraho Bojonegoro, Tabrak Pagar Jembatan
  • KPU Bojonegoro Distribusikan Logistik Pemilukada 2018 ke PPK
  • Cinta
  • Mulai Juni 2018, 10 Kecamatan di Blora Bisa Cetak e-KTP
  • "VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan
  • Penghargaan
  • 4 Motor Terlibat Kecelakaan di Baureno Bojonegoro, 2 Orang Pengendara Luka Berat
  • Mendadak Belok, Beat Ditabrak Mio di Kanor Bojonegoro, Pengendara Beat Masuk Rumah Sakit
  • Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Blora Tekankan Pentingnya Semangat Kerja
  • Hari Pertama Kerja Usai Libur Cuti Bersama Idulfitri, Wakil Bupati Blora Sidak PNS
  • 2 Minggu Operasi Ketupat 2018 di Bojonegoro, Angka Kecelakaan Lalu-Lintas Menurun Drastis
  • Tersengat Listrik, Seorang Warga Kalitidu Bojonegoro Meninggal Dunia di Puskesmas
  • Usai Libur Cuti Bersama Idulfitri, Kapolres Bojonegoro Cek Pelayanan SIM dan STNK
Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan Metode Small Group

Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan Metode Small Group

Oleh. H. Qomaruddin, S.Ag, M. A*

            Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan Nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi pada masa depan.

            Untuk merealisasikan tujuan pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas, tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak, dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu, tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata. Perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar, akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif.

            Fudyartanto (dalam Baharudin & Wahyuni, 2007: 13) menyatakan dalam kamus besar bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu, menyimpulkan, dalam belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan, dan memiliki tentang sesuatu.

            Pembelajaran Aqidah Akhlak adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengimani Allah SWT, dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman, keteladanan dan pembinaan. Dalam masyarakat yang majemuk dalam bidang keagamaan, pembelajaran itu juga diarahkan pada peneguhan aqidah di satu sisi dan peningkatan toleransi serta saling menghormati dengan penganut agama lain dalam rangka mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa.

            Mata pelajaran Aqidah Akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengamalan peserta didik tentang Aqidah dan Akhlak Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pembelajaran yang lebih tinggi.

            Namun kenyataannya berdasarkan pengamatan penulis langsung di MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan-Tuban khusunya pada kelas VIII  ternyata siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran Aqidah Akhlak, karena selama ini pelajaran Aqidah Akhlak dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata dan kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak siswa di sekolah. Sehingga menyebabkan prestasi belajar rendah.

            Selain permasalahan hasil belajar anak, peneliti juga mengamati bagaimana proses belajar mengajar di dalam kelas. Pada saat pembelajaran anak terlihat belum sepenuhnya aktif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan guru belum menerapkan metode pembelajaran yang menstimulasi berbagai potensi anak, guru hanya menerapkan metode ceramah saja, meskipun pada dasarnya metode ceramah tidaklah buruk akan tetapi ada kalanya siswa juga terkadang merasa jemu atau bosan terhadap metode ceramah oleh guru. Guru harus mempunyai banyak variasi dalam metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tidak bosan, dan dalam tulisan ini penulis menyinggung masalah penerapan Small Group Discussion dalam pembelajaran Aqidah Akhlak pada MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan-Tuban.

            Small Group Discussion merupakan bagian dari banyak metode pembelajaran yang memacu keaktifan peserta didik. Metode ini selain sebagai metode diskusi juga sebagai metode pemecahan masalah (problem solving). Small Group Discussion dilakukan dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. Pelaksanaannya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi dalam sub masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya. Dalam Small Group Discussion peserta didik membuat kelompok kecil (5 sampai 6 orang) untuk mendiskusikan bahan yang diberikan oleh guru atau bahan yang diperoleh sendiri oleh anggota kelompok tersebut.

            Small Group Discussion adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara lebih aktif dengan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Dalam Smaal Group Discussion siswa dirangsang untuk mengeksplorasi gagasan, meningkatkan pemahaman hal yang baru, tekhnik untuk memecahkan masalah, mendorong pengembangan berfikir dan berkomunikasi secara efektif, memperbaiki kerja sama kelompok, dan meningkatkan dan keterlibatan siswa dalam mengambil keputusan (Djamarah, 2005:159), metode tersebut berpijak dari beberapa teori pembelajaran yang menekankan agar siswa dapat mandiri dan aktif dalam pembelajarannya.

            Tujuan metode Small Group Discussion dalam pembelajaran yakni dapat meningkatkan kemampuan tanggung jawab peserta didik tentang apa yang mereka pelajari melalui cara yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Peserta didik selain individu juga mempunyai juga sebagai makhluk sosial. Dan dari segi sosial maka manusia diharapkan dapat menjalin kerjasama antar teman satu kelas maupun pengajar, (Ismail, 2005: 89). Disamping itu juga melatih peserta didik memiliki keterampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan pengertian mengajar yaitu menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar peserta didik, maka sikap guru hendaknya:

  1. Mau mendengarkan pendapat peserta didik
  2. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkann bila guru atau peserta didik lain berbicara.
  3. Menghargai perbedaan pendapat.
  4. “Mentolerir” salah dan mendorong untuk memperbaiki.
  5. Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.
  6. Memberi umpan balik terhadap hasil kerja guru.
  7. Tidak terlalu cepat membantu peserta didik.
  8. Tidak kikir untuk memuji atau menghargai.
  9. Tidak menertawakan pendapat atau hasil karya peserta didik sekalipun kurang berkualitas.
  10. Mendorong peserta didik untuk tidak takut salah dan berani menanggung resiko.

Dalam pembelajaran yang dimiliki dalam model Small Group Discussion, maka posisi

dan peran guru harus menempatkan diri sebagai:

  1. Pemimpin belajar, artinya merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan dan mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
  2. Fasilitator belajar artinya memberikan kemudahan-kemudahan pesreta didik dalam melakukan kegiatan belajarnya. Misal, menyediakan sumber dan alat belajar, menyediakan waktu belajar yang cukup, memberi bantuan, menunjukkan jalan keluar pemecahan masalah, menengahi perdebatan pendapat dan sebagainya.
  3. Moderator belajar artinya sebagai pengatur arus belajar peserta didik, guru menampung persoalan yang diajukan oleh peserta didik dan mengembalikan bagi persoalan tersebut kepada yang lain, untuk dijawab dan dipecahkan. Jawaban tersebut dikembalikan kepada penanya atau kepada kelas untuk dinilai benar salahnya. Selain itu guru sebagai motivator belajar sebagai pendorong agar peserta didik mau melakukan kegiatan.
  4. Evaluator artinya sebagai penilai yang objektif dan komperehensif, guru berkewajiban memantau, mengawasi, proses belajar peserta didik atau hasil belajar yang dicapainya.

Namun sebuah strategi pembelajaran yang ideal sekalipun tidak menutup kemungkinan

akan kekurangan dan kelebihan. Begitu juga strategi Small Group Discussion memiliki kekurangan dan kelebihan.

Kelebihan strategi Small Group Discussion

  1. Semua peserta didik bisa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Mengajarkan kepada peserta didik agar mau menghargai pendapat orang lain dan bekerjasama dengan teman yang lain.
  3. Dapat melatih dan mengembangkan sikap sosial dan demokratis bagi siswa.
  4. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi siswa.
  5. Mempertinggi partisipasi peserta didik baik secara individual dalam kelompok maupun dalam kelas.
  6. Mengembangkan pengetahuan mereka, karena bisa saling bertukar pendapat antar siswa baik dalam kelompoknya maupun dengan kelompok yang lain.

Sedangkan kekurangan strategi Small Group Discussion

  1. Diskusi biasanya lebih banyak memboroskan waktu, sehingga tidak sejalan dengan prinsip efisiensi.
  2. Dapat menimbulkan ketergantungan pada kelompok sehingga ia tidak ikut terlibat dalam kegiatan diskusi, karena hanya mengandalkan teman dalam kelompoknya.
  3. Dapat menimbulkan dominasi dari kelompok yang sekiranya lebih banyak dan lebih mampu mengungkapkan ide sehingga kelompok yang lain tidak memberikan kontribusi yang berarti.
  4. Bagi guru, diskusi kelompok kecil dapat mempersulit dalam mengelola iklim kelas.

Penerapan metode pembelajaran Small Group Discussion dalam Aqidah Akhlak

sangatlah mendukung karena pada dasarnya pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah berfungsi untuk:

  1. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia akhirat.
  2. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga.
  3. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui Aqidah Akhlak.
  4. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Pencegahan peserta didik dari hal-hal yang negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan dihadapinya sehari-hari.
  6. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak, serta sistem dan fungsionalnya.
  7. Penyaluran peserta didik untuk mendalami Aqidah Akhlak pada jenjang pembelajaran yang lebih tinggi.

Selain fungsi mata pelajaran Aqidah Akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan

meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui peberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, serta pengamalan peserta didik tentang Aqidah dan Akhlak Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pembelajaran yang lebih tinggi.

            Dan setelah dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan-Tuban dengan menggunakan metode Small Group Discussion ada beberapa perkembangan yang cukup signifikan karena hasil data pra siklus menunjukkan bahwa prosentase aktivitas siswa adalah hanya sebesar 45% atau dalam kriteria kurang. Hasil ini masih jauh harapan. Setelah diterapkan metode Small Group Discussion pada siklus I yang dilaksanakan pada pertemuan selama (2x45 menit) dalam materi pokok pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karomah maunah dan irhash), aktivitas anak meningkat menjadi 70% atau meningkat 25% dari pra siklus. Hasil ini tergolong pada kriteria cukup. Pada siklus 2 dalam perbaikan aktivitas siswa meningkat menjadi 90%, hasil ini sangat memuaskan karena pada kegiatan pembelajaran anak sangat aktif. Anak merasa senang dalam pembelajaran dan mereka termotivasi untuk semangat dalam pembelajaran.

*Penulis Kepala MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan

ilustrasi foto www.equator.co.id

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

Hari Bidan Nasional 24 Juni

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

*Oleh dr Achmad Budi Karyono GARDA terdepan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan para ibu, khususnya ibu hamil adalah bidan. Hari ...

Quote

Cinta

Cinta

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I CINTA merupakan perasaan kebaikan kasih sayang pada seseorang atau benda. Secara psikologis cinta dibagi ...

Sosok

Muhayatun Khoiriyah, Pelukis Sketsa Wajah Asal Kedungadem

Muhayatun Khoiriyah, Pelukis Sketsa Wajah Asal Kedungadem

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - "Mimpi itu harus dikejar. Mumpung ada kesempatan dan keadaan. Selagi masih muda kita gunakan ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Religi

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

Oase Ramadan

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes LEBARAN hampir tiba. Hari kemenangan, hari iedul fitri. Berikut ini beberapa nukilan yang ...

Berita Foto

Menabrak Formalitas

Menabrak Formalitas

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Tak ingin terlihat monoton dengan pose foto bersama yang begitu begitu saja, sejumlah pejabat yang ...

Feature

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas ...

Resensi

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur Oleh Muhammad Roqib Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. ...

Statistik

Hari ini

1.250 kunjungan

2.117 halaman dibuka

95 pengunjung online

Bulan ini

79.215 kunjungan

135.782 halaman dibuka

Tahun ini

685.478 kunjungan

1.205.783 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 644.461

Indonesia: 12.203

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015