Diserang Hama Wereng, Petani di Blora Terpaksa Panen Dini Tanaman Padi
Kamis, 01 Februari 2018 12:00 WIBOleh Priyo Spd
Oleh Priyo Spd
Blora - Tanaman padi milik para petani di Desa Kamolan, Blora, tampaknya jauh dari membanggakan. Bagaimana tidak, tanaman padi yang siap panen mulai diserang hama wereng. Hal ini membuat para petani terpaksa memilih panen lebih awal. Langkah ini dilakukan petani untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Salah satu petani Sutikno (42) warga di Desa Kamolan Kabupaten Blora mengaku memilih panen lebih awal untuk menekan kerugian yang lebih besar dan agar padinya tidak habis diserang hama wereng.
“Sebenarnya sebentar lagi panen, namun karena diserang wereng, terpaksa saya panen lebih awal”, kata Sutikno, Kamis(01/02/2018).
Menurutnya, sejak seminggu terakhir, hama wereng mulai menyerang padinya yang hampir memasuki masa panen. Tentu ini membuat warga resah akan hasil panen.
“Sebenarnya bagus tapi jika terkena hama wereng seperti ini mau gimana lagi,” keluhnya.
Tikno mengaku, meski baru seminggu diserang hama, namun hama wereng sudah merusak sebagian tanaman padinya. Dirinya khawatir, jika tidak segera dipanen, maka tanaman padinya di area seluas 125 meter persegi tersebut akan habis diserang wereng.
“Kalau ini dibiarkan dan tidak segera dipanen, tentu akan menular dan menjadikan gagal panen,padahal saat panen harus masih mengeluarkan ongkos untuk buruh panen,” ungkapnya.
Akibat serangan hama wereng ini, Sutikno mengaku mengalami kerugian cukup besar. Jika biasanya sekali panen ia biasa mendapat 70 sak kini ia prediksi produksi panennya akan berkurang mencapai 30 persen.
“Biasanya sekali panen bisa dapat 3 ton, tapi ini belum tahu, tapi yang jelas berkurang”, ujarnya.
Berbagai upaya untuk membasmi hama wereng sudah ia lakukan, namun karena ganasnya hama wereng yang ada, membuat hama tersebut cepat menyebar ke tanaman padinya
“sudah 3 kali semprot obat tapi tetap aja masih ada hama”, ucapnya.
Sementara itu Suryati petani lainnya mengaku, padi yang mulai menguning secara perlahan diserang hama wereng yang menjadikan tanaman mengering.
“Meski sudah sering ditangani dengan penyemprotan pestisida namun hama tersebut tidak mati,” urainya.
Yati mengaku meski tanaman padi bisa berbuah namun padi tidak berisi lantaran batang buah membusuk dan menjadikan hasil panen menurun.
“Jika biasanya untuk setengah hektare petani mampu menghasilkan panen puluhan karung namun kini hasil panen padi akan menurun yang mengakibatkan petani merugi hingga puluhan juta,” ungkapnya.
Saat ini para petani hanya bisa pasrah karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi. Para petani berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk menekan hama wereng yang menyerang tanaman padi.
“Semoga setelah ini nantinya ada solusi yang di berikan pemerintah sehingga tanaman padi milik petani tidak terserang hama kembali,” harapnya. (teg/kik)


































.md.jpg)






