Mengantre Lama, Nasabah BRI Bojonegoro Kesal
Sabtu, 17 Oktober 2015 10:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Nasabah yang mengantre mau mengambil uang tunai di bank BRI Cabang Bojonegoro hari ini, Sabtu (17/10) cukup panjang. Bahkan, nasabah yang mengantre mulai pagi ini saja sudah mencapai 50 orang lebih.
Pantauan BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, antren nasabah ini terjadi karena banyak guru taman kanak-kanak (TK) di Bojonegoro yang mengambil pencairan sertifikasi. Seharusnya untuk guru yang mengambil tunjangan sertifikasi ini harus mengambil nomor antrean dulu agar tidak mendahului antrean yang mengambil lebih awal.
Salah satu nasabah, Lely Agustin selaku guru TK Harapan saat mengambil pencairan sertifikasi mengatakan memang untuk guru yang mengambil pencairan sertifikasi itu tidak perlu mengambil nomor antrean. Sebab, kata dia, untuk guru TK yang mengambil pencairan sertifikasi itu didahulukan dari nasabah umum.
Namun, kondisi itu dikeluhkan oleh nasabah BRI lainnya. Ida, misalnya warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, mengaku jengkel karena harus menunggu antrean lama. Sebab, ia mengaku sudah mengantre lebih dulu tetapi disalip oleh guru TK yang mengambil pencairan sertifikasi.
“Ini namanya tidak adil. Yang antre lebih dulu semestinya didahulukan. Bukan yang belakangan bisa menyerobot. Mengapa guru yang semestinya memberi contoh baik malah tidak mencontohkan budaya antre. Saya juga heran kenapa pihak bank BRI membiarkan prosesnya seperti ini,” keluhanya kesal.
Sementara itu menurut salah satu Satpam BRI Cabang Bojonegoro, Didik Sugiarto, mengatakan, memang nasabah dari guru TK yang mengambil sertifikasi itu didahulukan karena memang itu dilakukan setiap periode tertentu. “Kalau nasabah umum tidak mau mengantre, silakan membuat rekening baru di hari Senin. Jangan membuat hari ini,” ujarnya. (mol/kik)


































.md.jpg)






