News Ticker
  • Bupati Bojonegoro dan Bupati Blora Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Penghubung
  • Pelajar di Bojonegoro Ikuti Edukasi Tosan Aji pada Gelaran Festival Pusaka Nusantara 2018
  • Usia Hujan Deras Disertai Angin, Aparat dan Warga di Blora Lakukan Kerja-bakti
  • Memperingati
  • YKIB Tampilkan Program Magang di Festival Banyu Urip 2018
  • Diduga Korupsi Alokasi Dana Desa, Kades Sukosewu Bojonegoro Ditahan Polisi
  • Ditabrak Motor, Seorang Pejalan Kaki di Malo Bojonegoro Luka Berat
  • Hujan Deras Disertai Angin dan Petir Landa Sejumlah Wilayah di Blora
  • Festival Pusaka Nusantara 2018 Digelar di Bojonegoro
  • Festival Banyu Urip Digelar Mulai Hari Ini
  • BPBD Bojonegoro Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Banjir, Longsor, dan Angin Kencang
  • Berhasil Dorong UMKM, Pemkab Tuban Raih Penghargaan Natamukti
  • KUPP Brondong Gelar Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran pada Nelayan
  • Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren
  • Kepemimpinan Perempuan Bojonegoro dalam Usaha Kecil dan Mikro
  • Job Fair Bojonegoro 2018 Diharapkan Tekan Angka Pengangguran
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kalitidu Bojonegoro
  • Seorang Perempuan Asal Kedungadem Bojonegoro Dilaporkan Hilang
  • Ribuan Guru TPQ Tuban Geruduk Pendapa Kridho Manunggal
  • Operasi Zebra 2018 di Bojonegoro, Potensi Laka Lantas dan Pelanggaran Menurun
Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM

PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi bebas memadu kasih  hingga masyarakat yang melihat menjadi risih. Tindak asusila marak dilakukan di tempat terbuka maupun sembunyi. Sebagaimana diberitakan beritabojonegoro.com (14/08/2018) seorang perempuan ditemukan meninggal dunia setelah berhubungan asmara di tegalan sawah kawasan Montong Tuban. Ironis dan membuat kita bertambah miris.

Berbagai data makin menunjukkan buramnya potret generasi yang telah dihinggapi syahwat birahi, hingga tak mampu memikirkan kepatutan dan kehormatan diri. Data penelitian yang pernah dilakukan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Tahun 2012 menyebutkan bahwa 62,7% remaja tidak perawan lagi. Penelitian lain oleh Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi FKUI Prof Biran Affandi menghasilkan data tentang angka pergaulan bebas serta tingginya angka kehamilan diluar pernikahan. Terdapat 51% remaja perkotaan tidak perawan, dan 41% remaja pedesaan juga tidak perawan (Jawa Pos, 4 Oktober 2017). Sedangkan di Kabupaten Bojonegoro, Data Dinas Kesehatan tahun 2016 menyebutkan ada 47 kasus kehamilan di luar nikah yang menjadi penyebab mereka ingin melakukan tindakan aborsi (beritabojonegoro, 5 Oktober 2016)

Gaya hidup bebas tidak hanya menjangkiti pasangan beda jenis. LGBT (lesbianisme, gay, biseks dan transgender) pun makin eksis. Komunitas mereka secara terbuka bertebaran di sosial media. konten pornografi begitu mudah di dapat, dan tak sedikit yang menjadikannya “rujukan” dalam menunjukkan eksistensi diri. Tanpa kontrol etika moral dan agama, niscaya generasi mudah terbawa arus kebebasan hingga terjerumus berbagai prilaku yang menyimpang.

Prilaku inilah yang menjadi pemicu makin tingginya kasus HIV/ AIDS, termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang disampaikan dr. Wheny Dyah selaku Kasi Pengendalian Penyakit bahwa hingga akhir Mei 2018 terdapat 1.103 penderita, dan 3 diantaranya adalah balita. Selama Jan-Mei 2018 terdapat 43 kasus baru dan 2 penderita meninggal dunia. Ibarat fenomena gunung es, jumlah ini diperkirakan lebih banyak dari kasus yang sebenarnya. dr. Wheny juga menyampaikan bahwa selama ini proses sosilalisasi terus dilakukan, dengan mendorong kelompok risiko tinggi melakukan pemeriksaan dan deteksi dini, guna mempertahankan sistem imun yang masih ada (beritabojonegoro.com, 14 Agustus 2018) .

Kian maraknya kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang berkembang menjadi AIDS (Adquired Immuno Deficiency Syndrome) ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia kesehatan. Jumlah kasus yang makin bertambah, risiko penularan yang tinggi, pengobatan dan penanganan penderita yang kompleks menjadi masalah pelik yang terus dihadapi. Berbagai upaya pencegahan juga dilakukan untuk menghentikan penyebaran/penularan virus ini, diantaranya lewat program kondomisasi dan pendidikan seks usia dini.

Akan tetapi, upaya kondomisasi ini hingga kini menuai kontroversi. Sebagai bangsa beragama, pemakaian alat kontrasepsi bagi pasangan di luar pernikahan (bagi remaja dan para PSK) adalah pelegalan terhadap perzinahan, dan itu bertentangan dengan syariah Islam.  Begitu juga pendidikan seksual sejak dini.  Bila hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang seksual yang aman (dari kehamilan), didukung dengan alat kontrasepsi yang mudah di dapat di toko-toko obat, justru sangat berbahaya bagi generasi. Bisa jadi prilakunya aman dari kehamilan, tapi kebebasan pergaulan mereka tidak aman dari murka Sang Pencipta Alam.

Sejatinya HIV/AIDS bukan sebatas masalah kesehatan, tetapi juga masalah prilaku. Karena prilaku menyimpang menjadi faktor pemicu diantaranya seks bebas, sering berganti pasangan, seks menyimpang (LGBT, inses) serta pemakaian jarum suntik secara bersamaan pada pemakai narkoba. Tak jarang keluarga tak berdosa menjadi korban, misal istri yang tertular suami atau anak yang tertular krn dikandung dan disusui oleh ibu yang terinfeksi. Oleh karena itu, maka penyelesaian HIV/AIDS harus menyentuh akar masalah dengan menghentikan faktor pemicunya. Beberapa upaya untuk penanggulangan HIV/ AIDS antara lain :

1). Memberikan penyadaran ke masyarakat tentang HIV/ AIDS, bahaya dan faktor pemicunya.  Sebagai muslim, maka perlu untuk menjadikan agama sebagai panduan dalam mengatur prilaku kita. Remaja harus aktif membekali diri dengan pemahaman agama agar bisa membedakan baik dan buruk bagi kehidupan mereka. Jauhilah pergaulan bebas dan prilaku menyimpang lainnya ;

2). Membangun kepeduliaan antar masyarakat dengan saling menasehati dalam ketakwaan dan kebaikan ;

3). Peran penting negara untuk mengatur prilaku setiap warga, termasuk pergaulan generasi muda. Pemblokiran tayangan dan situs-situs pornografi wajib dilakukan, serta pemberlakuan sanksi terhadap berbagai kemaksiatan.

4). Melakukan karantina terhadap penderita guna menutup peluang penularan (dengan tidak mengabaikan hak dan kebutuhan kemanusiaan) dan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Oleh karena itu, merebaknya kasus HIV/AIDS ini marilah kita jadikan renungan untuk bertobat, dan sadar atas segala kesalahan kita yang semakin menjauh dari-aturan-Nya. Hakikatnya, taat agama membawa berkah dan jauh agama datangkan bencana. (*/imm)

*) Penulis Pemerhati Perempuan dan Keluarga, Staf di Pemkab Bojonegoro

Foto Ilustrasi Tinkstockphotos

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Oleh Muhammad Roqib Kuliah tamu bersama Dr Norazlina binti Abdul Azis dari Faculty Law UITM Malaysia di Pascasarjana Ilmu Hukum ...

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

*Oleh Rizki Amelia Kurnia Dewi SIKom PEMUDA adalah tonggak perubahan bangsa. Di pundak-pundak merekalah masa depan bangsa digantungkan. Pemuda sejatinya ...

Quote

Memperingati

Memperingati

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Memperingati dapat diartikan mengadakan suatu kegiatan untuk mengenang atau memulyakan suatu peristiwa, mencatat suatu ...

Sosok

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Oleh Nova Andriyanto Bojonegoro - Kopi biji secang, adalah minuman ringan dari olahan biji secang. Leluhur dulu biasa menggunakan kayu ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Program Peningkatan Literasi Siswa

Program Peningkatan Literasi Siswa

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) gelar kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Oleh Priyo Spd Blora - Panorama indah matahari pagi (sunrise) dan pemandangan Gunung Lawu di pagi hari menjadikan salah suasana ...

Statistik

Hari ini

5.605 kunjungan

8.913 halaman dibuka

77 pengunjung online

Bulan ini

63.490 kunjungan

112.395 halaman dibuka

Tahun ini

1.193.086 kunjungan

2.098.267 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 640.776

Indonesia: 12.085

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015