Kemarau Parah, Permintaan Sambungan Baru PDAM Naik
Sabtu, 24 Oktober 2015 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Purwosari – Sulitnya mendapatkan air bersih selama musim kemarau ini membuat masyarakat di sekitar Kecamatan Purwosari memilih mulai berlangganan air PDAM Cabang Purwosari. Selama musim kemarau ini, air di sumur gali mengering. Sementara, menyedot air memakai mesin penyedot air juga sudah sulit.
Menurut Abdul Khoiron, 45, warga Dusun Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari, sulitnya mendapatkan air bersih mulai sangat terasa sejak Agustus, September, hingga Oktober. Bahkan, kata dia, mesin pompa penyedot air yang dipasang di samping rumahnya sudah tidak mengeluarkan air setetes pun.
“Sulit sekali mendapatkan air bersih. Padahal, jarak rumah saya dengan Bengawan Solo hanya 300 meter saja,” ujarnya.
Kalau pun air bisa disedot, kata dia, kondisi airnya itu keruh. Berwarna kuning kecokelatan. Beberapa rumah warga lainnya, kata dia, yang mengandalkan air dari pompa diesel itu masih bisa mengeluarkan air tetapi kondisi airnya sudah tidak bagus.
Oleh karena itu, kata dia, ia dan beberapa warga lainnya memilih berlangganan air PDAM. Apalagi, kata dia, kini untuk berlangganan baru mudah dan murah. Kalau tarif normal pasang sambungan baru PDAM rumah tangga dipatok Rp1,1 juta, tetapi dalam rangka hari jadi Bojonegoro ini pasang baru hanya dikenai tarif Rp900.000. Itu pun, kata dia, masih bisa diangsur yakni angsuran pertama Rp200.000 dan angsuran selanjutnya per bulan Rp100.000 ditambah biaya pemakaian air.
“Air menjadi kebutuhan yang sangat penting saat musim kemarau seperti saat ini,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (24/10).
Menurut Nur Khozin, 43, petugas PDAM Cabang Purwosari, mengatakan, pemasangan baru pelanggan rumah tangga PDAM saat musim kemarau ini memang cenderung naik. Ia menyebutkan, pada September 2015 lalu pelanggan baru PDAM di Purwosari sebanyak 18 rumah tangga, kemudian pada Oktober 2015 pelanggan baru PDAM bertambah menjadi 24 rumah tangga.
“Iya ini masih ada lagi permintaan pasang baru pelanggan PDAM dari rumah tangga. Tetapi, petugas di lapangan yang mengerjakannya masih kewalahan,” tuturnya.
Sementara itu menurut Kepala PDAM Cabang Purwosari, Ucok Widata, ia memasang target pemasangan sambungan baru rumah tangga setahun sebanyak 200 sambungan rumah tangga. Namun, sampai saat ini baru sebanyak 150 sambungan rumah tangga. Sementara, jumlah total pelanggan PDAM Cabang Purwosari sebanyak 536 pelanggan. Padahal, kapasitas pelanggan yang bisa dilayani PDAM Purwosari bisa mencapai 1.500 pelanggan.
Sementara itu, meski kondisi Sungai Bengawan Solo sedang surut, tidak mempengaruhi persediaan air baku yang disalurkan pada pelanggan. Untuk saat ini, kebutuhan air baku yang diolah sebanyak 10 liter per detik.
Kebutuhan air baku itu menyesuaikan dengan jumlah pelanggan. Apabila pelanggannya di atas 1.000 pelanggan maka kebutuhan air bakunya sekitar 20 liter per detik.
Menurut Ucok, jumlah seluruh pelanggan PDAM di wilayah Bojonegoro sebanyak 26 ribu rumah tangga. Pelanggan itu tersebar mulai di daerah Padangan hingga Baureno. Sedangkan, air baku untuk pelanggan itu yang mengambil dari Sungai Bengawan Solo yakni di PDAM Padangan, PDAM Purwosari, PDAM Kalitidu, dan PDAM Kanor. Sementara, PDAM Bojonegoro dan lainnya mengandalkan air baku dari sumber mata air. (rul/kik)
Pekerja PDAM sedang membuat saluran pipa untuk pemasangan sambungan baru pelanggan


































.md.jpg)






