Malam Laboratorium Sayap Jendela ke 4
Agar Generasi Muda Terus Berkarya
Sabtu, 24 Oktober 2015 22:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Malam minggu yang cukup menghibur. Pendapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Jl. Teuku Umar, terlihat ramai. Sebuah acara kesenian dihelat di sana. Namanya MLSJ atau Malam Laboratorium Sayap Jendela. Acara kesenian ini berlangsung mulai hari ini hingga 4 hari ke depan, Rabu (28/10).
MLSJ adalah perhelatan kesenian rutin setiap bulan oleh Sanggar Sayap Jendela, sebuah sanggar yang berkiprah di bidang produktivitas kesenian dan kreativitas kebudayaan. Dalam acara ini, dipamerkan bermacam produk kesenian, mulai dari seni peran, rupa, foto, dan musik.
Acara di hari pertama dibuka pada pukul 19.30 WIB malam ini dengan penampilan Tari Gambyong oleh Komunitas Hayuningrat dan live akustik dan perkusi oleh Sayap Jendela.
Direktur presidium Sayap Jendela, Ekopeye Fibermans mengatakan bahwa MLSJ ini adalah sebuah pertunjukan seni hasil laboratorium (latihan) para seniman Bojonegoro. "Intinya MLSJ ini adalah sebuah wadah untuk pemula agar bisa berekspresi di depan khalayak orang. Baik dari anggota sanggar sendiri atau luar sanggar," kata dia menerangkan.
MLSJ malam ini adalah perhelatan yang ke-4. Sebelumnya adalah awal bulan tahun ini. Ekopeye menerangkan, malam ini tidak jauh berbeda dengan MLSJ sebelumnya. Namun manajemen seninya lebih tertata. Selain itu penataan tempat juga berbeda. Pada MLSJ sebelumnya, panggung menyatu dengan tempat pameran seni rupa dan foto, sekarang dipisah tempatnya. Sedangkan panggung ada di luar pendapa.
MLSJ dihadiri oleh berbagai kalangan penikmat dan pelaku seni Bojonegoro. Mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan juga masyarakat beragam usia umum.
"Harapan diadakan MLSJ ini agar Bojonegoro lebih berwarna. Semakin tumbuh generasi muda yang terus berkarya. MLSJ sebagai media ekspresi di mana karya mereka agar bisa ditampilkan dan diapresiasi," terang Ekopeye. (ver/moha)


































.md.jpg)






