News Ticker
  • Tabrakan Motor di Ngraho Bojonegoro, Seorang Pengendara dan Seorang Pembonceng Luka-Luka
  • Tiga Unit Bangunan Warung di Jalan Hayam Wuruk Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Berikut Ini Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Terpilih dalam Pemilu 2019
  • KPU Bojonegoro Gelar Rapat Pleno Penetapan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD, Pemilu 2019
  • Ratusan Jamaah Calon Haji Asal Blora, Berangkat Menuju Asrama Haji Donohudan
  • Kartu Petani Mandiri, Solusi Bagi Para Petani Bojonegoro, Hadapi Gagal Panen
  • Polisi Beri Pengamanan Maksimal, Laga Uji Coba Persibo Bojonegoro Vs Arema Malang United
  • Pertandingan Uji Coba, Persibo Bojonegoro Taklukkan Arema Malang United 4-1
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Dander Bojonegoro Meninggal Dunia Saat Cari Damen
  • Tabrakan Motor di Balen Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Kecelakaan di Baureno Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal Dunia
  • Bupati Bojonegoro Lantik Kepala Bakorwil, Jadi Pejabat Sekda
  • Pengurus AMSI Terima Kunjungan 12 Perwira Sespimti Polri
  • Penetapan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD Bojonegoro Dilaksanakan 22 Juli 2019
  • Polisi di Bojonegoro Bagi-Bagi Nasi Bungkus pada Abang Becak
  • Fenomena Hijrah Kaum Milenial, Gelombang Hijrah dan Respon Masyarakat
  • BNN dan Biro Hukum Pemprov Jatim, Gelar Sosialisasi Hukum di Desa Campurejo Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Pembinaan Kepala Desa, Sinkronisasi Program Pemkab dengan Pemdes
  • Lagi Kebakaran Terjadi di Bojonegoro, Kandang Milik Warga Kepohbaru Ludes Terbakar
  • Kekeringan Landa Bojonegoro, Ribuah Hektar Padi Gagal Panen
  • Lomba Panjat Pinang, TNI-Polri dan Masyarakat, Meriahkan Hari Bhayangkara ke-73
  • Kirab Ancak dan Kroyokan Meriahkan Tradisi Sedekah Bumi Desa Bogorejo Blora
  • Kegiatan di Lahan Jalur Pipa Minyak Banyu Urip, Harus Dapat Izin EMCL
  • EMCL Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa Minyak pada 17 Desa di Bojonegoro
  • Kendi Blora dan Poci Barongan Terpilih Sebagai Juara Lomba Desain Peralatan Minum

Kawan Milenial: Rencanakanlah Dengan Cara Apa Anda Akan Hidup

Kawan Milenial: Rencanakanlah Dengan Cara Apa Anda Akan Hidup

*Oleh Suyoto

MERENCAKAN jalan kehidupan itulah satu tugas kemanusian kita semua. Baik sebagai pribadi, sebagai bagian dari keluarga, sebagai bagian dari anak bangsa dan sebagai bagian dari umat manusia dan bahkan sebagai bagian dari penghuni bumi. Ada yang menyebutnya sebagai career plan untuk rencana hidup seseorang. Semakin awal seseorang merencanakan karier hidupnya semakin optimal seluruh proses belajar yang akan dijalani seorang anak manusia.

Merencanakan karier pada dasarnya adalah usaha untuk menemukan dengan cara apakah seseorang akan hidup. Karena itu boleh juga disebut sebagai merencanakan cara hidup, hidup yang mandiri, yang tidak bersandar pada pihak lain dan sanggup berkontribusi untuk pihak lain.

Jika mempertanyakan cita-cita formal tidak lagi relevan untuk era 4.0 industri ini, lalu bagaimana generasi milenial kelak akan menghidupi dirinya. Menjadi tentara, polisi, guru atau PNS akan memberikan jaminan pendapatan, walau terbatas, yang dapat digunakan untuk hidup. Namun yang harus disadari formasi formal seperti itu jumlahnya sangat terbatas. Lalu bagaimana dengan job lain? Artificial intelligent, robotics, internet of everything dan teknologi blockchain dapat dengan mudah mengganti posisi manusia. Pekerjaan seperti operator, akuntan, kasir dan kontrol kualitas dengan sendiri dapat dihilangkan. Akan banyak pekerjaan yang menghilang namun akan lahir juga bermacam jenis pekerjaan baru yang muncul atau dapat dimunculkan.

Generasi milenial dituntut untuk memahami esensi hubungan sosial yang berdampak pada penghasilan, kepercayaan, cinta dan pujian. Seseorang akan mendapatkan satu diantara empat hal tersebut karena kontribusinya pada pihak lain. Keempatnya tidak dapat diminta, karena itu fokus seluruh usaha kaum milenial pada apa yang menjadi sebab datangnya empat hal tersebut, dan konsisten memperbesar segala upaya dan karyanya.

Every one lives by selling something kata Robert Louis Stevenson. Setiap orang hidup dengan cara menjual sesuatu. Ada yang hidup cara meringankan, memudahkan, menggembirakan, mengambil masalah dan memecahkan orang lain. Alat suksesnya berbeda, bisa tangan, kaki, mulut, dan organ fisik lainnya yang digerakkan oleh niat, tekad dan kecerdasannya. Penyanyi mungkin sukses lewat lagunya, pemain bola mendapatkan uang dengan kehandalan bermain bola, guru mendapatkan honor dan penghormatan lewat dedikasi kependidikannya, pedagang mendapatkan uang dengan memenuhi kebutuhan pihak lain. Perhatikanlah uang atau rezeki lain seperti cinta, kedudukan dan cinta selalu didahului sebab.

Di era ini tidak ada posisi yang aman sepanjang masa, termasuk pegawai negeri atau karyawan sekalipun. Bila seseorang tidak lagi berkontribusi apalagi mengganggu dan merugikan pihak lain, mereka akan kehilangan posisinya. Dulu banyak orang berlomba menjadi dokter, karena mengira setelah menjadi dokter pekerjaan akan datang dan kepercayaan pasien mudah didapat. Seorang dokter yang tidak update ilmunya dan totalitas melayani pasien akan dijauhi pasien. Hidup ini seperti berdagang, berhenti berjualan akan bangkrut. Laksana sebuah perjalanan, berhenti akan tertinggal. Tanpa kesanggupan mendaki, seseorang selamanya akan dibawah. Ibarat berenang, berhenti berarti tenggelam dan mati.

Situasi dan kesadaran inilah yang harus menjadi kesadaran generasi millenial, para orang tua yang mendampingi dan para pendidik yang menjadi partnernya. Terus menerus berusaha memahami kehidupan, problem dan peluang berkontribusi. Menjaga niat baik dan menerjemahkannya menjadi karya nyata yang memberi solusi atas problem orang lain.

Beruntungnya peluang untuk berkarya itu selalu ada sampai kapanpun. Manusia ini unik salah satu keunikannya adalah selalu memiliki masalah. Sejak lahir hingga masuk keliang kubur selalu membawa dan mendapatkan masalah. Hidup hanyalah rangkaian masalah. Manusia tidak dapat sepenuhnya menyelesaikan masalahnya sendirian. Sejarawan Yuval Noah Harari menyebut enam masalah umat manusia yaitu; kelaparan, wabah sakit, perang, kematian, mendapat kebahagian dan menjadi homo deus atau dewa kebajikan. Dalam catatannya tiga masalah utama pertama dapat dikatakan berhasil diatasi umat manusia, selanjutnya tiga terakhir ia yakini akan menjadi proyek sejarah umat manusia kini dan akan datang. Penulis sendiri meyakini keenam masalah tersebut akan selalu ada sepanjang kehidupan, itu artinya peluang berkarya untuk ambil bagian menyelesaikan proyek tersebut selalu terbuka lebar. Itu artinya akan selalu ada peluang memproduksi karya baik yang dapat dikerjakan, untuk menjadi orang yang bermakna bagi sejarah kehidupan.

Sekali lagi, pada masalah itulah terdapat kesempatan untuk bekarya, para pebisnis sering mengatakan “your problem is my business”. Masalah itu dapat di temukan pada individu, keluarga dan komunitas. Setiap hari, setiap saat selalu ada masalah. Jadi temukan masalah orang lain, masalah orang banyak, masalah kehidupan dan dari sanalah rumuskan produk kehidupan anda.

Kenali diri sendiri, minat dan potensi diri, asahlah lewat belajar mengambil peran dalam dunia nyata. Belajar di lembaga pendidikan, belajar secara mandiri atau di manapun hanyalah cara untuk mempertajam kemampuan memahami kompleksitas kehidupan, kompleksitas masalah, menyederhanakannya, menentukan solusi, membuat produk hidup untuk solusi tersebut dan menjualnya kepada yang bermasalah.

Hukum kehidupan ini sangat fair, anda benkontribusi, selanjutnya anda akan mendapatkan penghargaan atas karya anda. Sunnatullah, hukum ketuhanan dalam kehidupan ini sangat jelas. Setiap orang akan rela membayar, menghargai, menyerahkan kepercayaan dan pujian kepada siapa saja yang telah memberikan solusi atau produk kehidupan. Kerena hidup ini selalu dinamis, masalahnya juga selalu dinamis. Maka setiap orang harus terus dinamis meningkatkan kompetensi personal dan sosialnya. Lihat dan belajarlah kisah perusahaan sukses, orang-orang yang kecil dan sukses besar. Disebut sukses besar karena secara pribadi dia orang sukses, tidak bersandar pihak lain untuk hidup dan dapat mensukseskan atau menjadi jembatan bagi kesuksesan orang lain. Tapi belajarlah pula pada kejayaan dan kemundurannya.

Sebutlah perusahan Nokia, Samsung, Microsoft, Apple, Toyota dan nama nama perusahaan global. Mereka tumbuh karena mampu memberi jawaban atas problem besar umat manusia. Nokia, samsung dan Apple untuk menyebut produsen alat komunikasi, ketiganya hadir dengan semangat menghubungkan umat manusia yang terpisah jarak. Ketiganya berebut pasar memberikan jawaban terbaik bagi hubungan manusia. Tingkat kesuksesasannya ditentukan oleh kemampuannya memberikan jawaban terbaik atas problem hubungan antar manusia. Mirosoft dan sebut juga Facebook lahir karena semangat menjawab problem produktifitas berkarya dan berhubungan.

Perusahaan lokal seperti Wings Surabaya, Produsen Kecap Laron di Tuban dan Indofood lahir dan berkembang untuk menjawab selera dan kebutuhan konsumen. Kesulitan mendapat air bersih dan sehat melahirkan produk air minum kemasan. Kesulitan mendapatkan transportasi murah dan aman di sisi konsumen dan minat orang mendayagunakan kendaraan pribadi melahirkan Gojek.

Dimanapun dan kapanpun selalu ada masalah, selalu ada peluang, kesempatan untuk melahirkan karya, namun tidak semua orang dapat menangkap dan mendapatkan suksesnya.

"There's a Gap in the market, but is there a market in the gap? Finding profitable niche" pernyataan ini terdapat dalam buku the Business, DK Book. Pesan yang menggambarkan bahwa selalu ada celah, pasar potensial dan pentingnya mengisi celah dengan produk yang tepat. Dalam gap itulah ada peluang berkarya. Gap itulah kesempatan berbuat baik, mengisi ruang masalah yang ada pada pihak lain. Dalam gap itulah kesempatan setiap orang mengubah niat baiknya menjadi misi dan visi lalu menjadikannya sesuatu kongkrit berupa produk manfaat bagi kehidupan. Visi tanpa eksekusi hanyalah ilusi!

 

Siapa yang terbaik?

Rasulullah Muhammad SAW pernah ditanya sahabatnya: ayyuna khorunnas ya rasulullah? Siapakah sebaik baik manusia diantara kami ya Rasulullah? "Sebaik baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia" jawab Rasulullah.

Di dalam Al Quran karya yang baiknya diakui oleh orang lain disebut dengan amal saleh. Seorang disebut saleh kalau karyanya baik untuk dirinya dan baik buat orang lain (muslih). Dalam surat Al Ashr, iman, amal saleh dan saling belajar akan kebaikan dan kesabaran menjadi syarat agar seseorang yang beriman tidak jatuh dalam kerugian. Gambaran perjuangan manusia naik kelas, keluar dari lembah terendah kualitas kehidupannya dijumpai dalam Al-Qur'an Surat At Tin "sungguh telah kuciptakan manusia dalam bentuk terbaik lalu kutaruh ditempat terendah, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Mereka akan mendapatkan pahala atau reward yang tidak dapat dicegah". Dalam banyak ayat Al-Quran, iman dan amal saleh kerap disandingkan. Seakan memberi pesan bahwa keyakinan terhadap nilai dan hukum kebaikan tidak ada artinya sebelum dinyatakan dalam karya nyata yang baik dan diterima publik atau bereputasi. Sebaliknya tidak ada karya baik yang bereputasi tanpa didasari oleh keyakinan akan hukum kebaikan.

Berlomba lombalah menjadi orang baik tidak mengganggu, tidak merugikan, tidak membebani dan memberi manfaat. Hanya dengan cara itu manusia dapat naik kelas.

Dalam usahanya naik kelas manusia memerlukan pedoman sukses, cara paling pendek untuk mendapatkannya salah satunya dengan percaya (iman) pada hukum atau prinsip sukses. Diantara prinsip yang dipercayai akan membawa sukses hidup manusia itu antara lain: kejujuran, pertanggungjawaban setelah kematian dan kasih sayang. Setiap orang yang memelihara dan menumbuhkembangkan rasa kasih sayang terhadap pihak lain, sesama manusia, binatang dan makhluk lainnya akan dengan mudah menemukan peluang atau pasar beramal saleh. Lewat kasih sayang itulah empati seseorang mendapatkan ruang untuk memahami masalah orang lain (pasar), lewat niat baik manusia terus berkembang, lewat kejujuran manusia terus belajar. Lewat tanggung jawab manusia akan berusaha memberikan yang terbaik.

Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam bukunya Blue Ocean Shift menyebut tiga cara menciptakan pasar khususnya peluang baru, ketiganya hanya bisa dilakukan oleh orang baik atau saleh .

1. Menawarkan pemecahan baru untuk satu masalah yang sudah ada di industri. Seperti masalah penyimpanan suara. Tadinya piringan hitam, lalu kaset, diganti oleh CD dan kemudian Mp3. Contoh lain soal bagaimana manusia merekam momen kenangannya, tadinya diselesaikan dengan foto film lalu muncul terobosan foto digital. Mungkin juga akan muncul terobosan baru lagi.

2. Mendefinisikan kembali satu masalah yang sudah ada di industri dan memecahkannya. Dulu setiap orang berpikir kentang goreng harus digoreng dengan alat yang perlu minyak banyak, lalu muncul alat goreng kentang, baru yang hanya perlu sedikit minyak. Sebelum ada perusahaan jasa penerbangan berbiaya murah naik pesawat itu identik dengan kemewahan atau banyak uang lalu muncullah solusi low cost dimotori oleh Lion Air dan Air Asia. Kedua pesuhaan ini membaca pasar dan menemukan celahnya, maka keduanya bersemboyan we make people fly.

3. Mengidentifikasi dan memecahkan satu masalah baru atau meraih kesempatan baru. Mendengar bank selalu terbayang untuk menjadi debitor atau mendapatkan pinjaman harus punya aset untuk menjadi colateral. Dengan demikian Bank hanya cocok untuk mereka yang sudah punya sumberdaya. Bagaimana dengan mereka yang lemah, miskin tapi mau usaha? Masalah inilah yang coba dipecahkan Muhammad Yunus dan lahirlah Bank Grameen. Di Indonesia muncullah produk keuangan yang menawarkan penyelesaian masalah serupa baik berupa program pemerintah atau koperasi dan lembaga keuangan mikro baik konvensional maupun syariah. Munculnya produk ring tone yang menghasilkan pemasukan cukup besar adalah hal baru disaat penjualan CD menurun. Ini adalah contoh menemukan masalah baru, peluang baru, alih alih mendengarkan suara tut tut tut kini diganti dengan lagu yang cukup menghibur. Lahirnya Go Jek menggeser atau merebut sebagian pasar taksi konvensional jelas karena ada anak-anak muda yang mampu melihat masalah baru dan memberi jawaban dengan cara baru. Lahirlah karya, lahirlah amal saleh dan lahirlah bisnis.

Bagaimana dengan anda wahai kawan millenial? Pasti ada celah yang kalian dapat temukan, Isilah, belajarlah, berkaryalah dan berkolaborasilah dengan siapapun yang memungkinkan. Kampus hanyalah taman untuk kita semua belajar dan sukses hidup. (*/imm)

Kampus Unmuh Gresik, 1 November 2018

*) Penulis: Dosen, kawan kaum milenial dan Bupati Bojonegoro 2008-2018

Ilustrasi: Entrepreneur (Foto: pixabay)

Berita Terkait

Videotorial

Wakil Bupati Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1440 H

Wakil Bupati Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1440 H

Wakil Bupati Bojonegoro, Drs Budi Irawanto MPd, sampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1440 Hijriyah. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal minna ya karim, ...

Berita Video

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Gayam Bojonegoro

Berita Video

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Gayam Bojonegoro

Kebakaran tersebut menghanguskan rumah yang sekaligus dipergunakan sebagai tempat penggilingan padi, milik Moh Uzaini (58), warga Desa Gayam RT 004 ...

Teras

Hukum Mengapung di Atas Samudera Etika

Hukum Mengapung di Atas Samudera Etika

*Oleh Muhammad Roqib Akhir-akhir ini Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi , memberi perhatian lebih pada pentingnya etika ...

Opini

Fenomena Hijrah Kaum Milenial, Gelombang Hijrah dan Respon Masyarakat

Fenomena Hijrah Kaum Milenial, Gelombang Hijrah dan Respon Masyarakat

Di tengah situasi tahun politik yang panas akhir-akhir ini, muncul fenomena arus hijrah yang luar biasa dari kalangan generasi milenial. ...

Quote

Perbedaan Gugatan Cerai dan Permohonan Cerai Talak

Perbedaan Gugatan Cerai dan Permohonan Cerai Talak

Ketika memberi sosialisasi Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun ...

Sosok

Mochlasin Afan, Caleg DPRD Bojonegoro Partai Demokrat, Peraih Suara Terbanyak Pemilu 2019

Serba-Serbi Pemilu 2019

Mochlasin Afan, Caleg DPRD Bojonegoro Partai Demokrat, Peraih Suara Terbanyak Pemilu 2019

Bojonegoro - Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 telah usai dilaksananan dan perolehan suara partai politik peserta Pemilu 2019 tingkat ...

Eksis

Talenta Kartika Putri, Pelajar SD Asal Blora Peraih Juara 3 Lomba Sempoa Tingkat Nasional

Talenta Kartika Putri, Pelajar SD Asal Blora Peraih Juara 3 Lomba Sempoa Tingkat Nasional

Blora - Prestasi membanggakan datang dari putra daerah Kabupaten Blora. Dia adalah Talenta Kartika Putri (11), siswi SDN Kunden 1 ...

Infotorial

Ikuti Giveaway HUT Bhayangkara ke-73 Polres Bojonegoro

Ikuti Giveaway HUT Bhayangkara ke-73 Polres Bojonegoro

Bojonegoro - Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-73, Polres Bojonegoro menggelar kuis menarik melalui media sosial (facebook), yang diberi nama ...

Berita Foto

Foto-Foto Pertandingan Bola Voli Indoor Porprov Hari Kedua di GOR Dabonsia Bojonegoro

Porprov Jatim 2019

Foto-Foto Pertandingan Bola Voli Indoor Porprov Hari Kedua di GOR Dabonsia Bojonegoro

Bojonegoro - Pertandingan cabang olahraga Bola Voli Indoor, Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VI tahun 2019, hari ...

Feature

Sekjen Kemendes PDTT Dukung Pengembangan Wisata Heritage Loco Tour Cepu Blora

Sekjen Kemendes PDTT Dukung Pengembangan Wisata Heritage Loco Tour Cepu Blora

Blora - Wisata Heritage Loco Tour yang ada di kawasan KPH Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, sebenarnya sangat menjanjikan untuk ...

Religi

Tuntunan Pelaksanaan dan Tata Cara Salat Idulfitri

Tuntunan Pelaksanaan dan Tata Cara Salat Idulfitri

Waktu dan Tempat Salat Id. Salat Idulfitri dikerjakan setelah matahari terbit dan berketinggian dua kali panjangnya penggalah (kurang lebih 6 ...

Pelesir

Air Terjun 'Niagara Mini' Kracakaan di Ngloram Blora, Mulai Ramai Didatangi Pengunjung

Air Terjun 'Niagara Mini' Kracakaan di Ngloram Blora, Mulai Ramai Didatangi Pengunjung

Blora - Datangnya musim kemarau membawa keberuntungan sendiri bagi warga di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, khususnya warga yang tinggal ...

Hiburan

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Bojonegoro - Marching Band gabungan Taruna Akademi TNI, Akpol dan Praja IPDN, yang tergabung dalam Satlak Hiu Latihan Integrasi Taruna ...

Statistik

Hari ini

3.574 kunjungan

5.119 halaman dibuka

86 pengunjung online

Bulan ini

81.728 kunjungan

123.250 halaman dibuka

Tahun ini

1.158.874 kunjungan

1.862.611 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 668.531

Indonesia: 9.905

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015