News Ticker
  • Motor Tabrak Mobil di Baureno Bojonegoro, Pengendara Motor Luka Luka
  • Pertamina dan Kodim Bojonegoro Gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bencana
  • Lomba Menjahit Disabilitas, Peringatan HUT Kodam V Brawijaya, Digelar di Kepohbaru Bojonegoro
  • Gedung Satpas SIM Sat Lantas Polres Bojonegoro Diresmikan Kapolres
  • Komisi B DPRD Bojonegoro Kunker ke Kantor Pusat PT Rekind di Jakarta
  • Dinas Kesehatan Bojonegoro Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Demam Berdarah
  • Pemkab Blora Dukung Penuh Gelaran Pro Futsal League 2020 di GOR Blora Mustika
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 20 November 2019
  • Siswa-Siswi SMAN 1 Bojonegoro Antusias Ikuti Belajar Energi Migas, Bersama EMCL
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Kejuaraan Bola Voli Bupati Cup III Tahun 2019
  • Wakil Bupati Bojonegoro Hadiri Peringatan Hari Pangan Sedunia di Surabaya
  • Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, 17 Personel Polres Bojonegoro Terima Penghargaan
  • Kapolres Bojonegoro Resmikan Gedung Baru Polsek Dander
  • Kejar Target Produksi, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Tambah Sumur Injeksi
  • Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Sosialisasi Pengeboran Sumur Sukowati i003
  • BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Dorong Kepesertaan di Lingkup Pemerintah Desa
  • Bupati Bojonegoro Serahkan Alat Perekaman Data Kependudukan Tingkat Kecamatan
  • Mendadak Belok, Smash Ditabrak Vario di Dander Bojonegoro, 2 Orang Luka Berat
  • Dinas Perdagangan Bojonegoro Sebut, Kelangkaan Solar Akibat Kesalahan Teknis
  • Pemuda Asal Blora Ini Ubah Botol Bekas Air Mineral, Jadi Kerajinan Tangan Menarik
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 19 November 2019
  • Tanggap Bencana Saat Musim Hujan, Polsek Kalitidu Bojonegoro Cek Kesiapan Anggota
  • Seorang Kakek Pelaku Pencabulan Anak di Sukosewu Bojonegoro, Ditangkap Polisi
  • 2 Orang Pemuda Pelaku Pencurian di Sukowati Kapas, Diamankan Polres Bojonegoro

Budaya Transformasi dan Pentingnya bagi Rakyat Bojonegoro

Oleh Rahmat Djunaidi

Selalu sederhanalah dalam melihat suatu permasalahan karena dengan kesederhanaan maka kesulitan dalam permasalahan akan terkurangi “

Confucius” Filsuf Cina 551-479 SM”

SAYA sebenarnya cukup ragu untuk menuliskan dan menyampaikan pemikiran dan hasil riset saya ke pembaca kali ini, karena seringkali lebih berkutat di dunia kesehatan dan beberapa masalah sosial. Tapi kali ini saya akan coba menyampaikan suatu pemikiran tentang “ budaya”, suatu dunia yang cukup baru bagi saya. Tapi, mau tidak mau, saya harus berani menyampaikan hal ini karena sangat penting.

Saya berusaha menyederhanakan sesuai filosofi Confucius di atas juga atas motivasi yang selalu saya terima dari mahaguru saya, Kang Yoto. Beliau yang mendorong saya untuk selalu berpikir global dan luas tak terbatas. Topik mengenai budaya transformasi di dalam sebuah organisasi termasuk organisasi besar seperti kabupaten Bojonegoro ini adalah topik yang harus disampaikan secara luas di masyarakat Bojonegoro dan siapapun. Sebagai gambaran, saya ingin memberikan pengertian bahwa transformasi itu sama esensinya dengan fenomena di alam. Sebuah tanaman yang memiliki siklus di mana sepanjang tahun akan terus berbuah. Jika ingin dipertahankan kualitasnya, maka dahan atau ujung yang sudah berbuah terus itu harus dipotong. Dari langkah pemotongan inilah akan muncul tunas baru dengan hasil buah yang sama kualitasnya atau bahkan lebih baik

Budaya perubahan ( transformasi) ke arah yang lebih baik adalah sesuatu yang tidak bisa ditahan. Misalnya, kalau dulu proses belajar mengajar sebagian besar menggunakan kapur, spidol dan papan tulis, sekarang dengan alat proyektor dan bahkan menggunakan gadget menjadi media pengganti yang jauh lebih efisien serta bisa menghemat biaya secara signifikan. Di sini, titik tekannya adalah evolusi yang sedang terjadi, dan itulah transformasi. Menurut saya transformasi di suatu daerah sangat erat kaitannya dengan budaya apa yang harus dibentuk. Budaya, meletakkan orang sebagai subyeknya. Sementara organisasi itu selalu bicara tentang 3 (tiga) hal yaitu strateginya apa? rakyatnya seperti apa? dan sistemnya bagaimana ? Ketiganya tidak bisa dipisah satu dengan yang lainnya. Nah, seringnya kita melupakan bahwa itu tadi saling terkait. Pertanyaannya, mana yang terlebih dahulu diprioritaskan? Tetap menurut saya adalah strategi yang harus dikedepankan. Strategi akan menentukan bagaimana mempersiapkan SDM (sumber daya manusia), dan bagaimana sistemnya bisa mendukung

Transformasi Bojonegoro

Dalam konteks Bojonegoro, di mana kang Yoto sebagai bupati telah melakukan berbagai tingkat transformasi budaya ke arah yang lebih baik atau yang beliau istilahkan sebagai enam level transformasi Bojonegoro. Salah satunya yang menjadi pokok pemikiran saya dalam tulisan ini adalah Transformasi Budaya.

Budaya Bojonegoro adalah hasil pertarungan politik Majapahit yang Hindu dengan Demak yang Islam. Pertarungan pengaruh politik Demak ke Pajang, Pajang ke Mataram. Lalu pribumi dan penjajah. Juga produk pergaulan dengan budaya Tionghoa, Arab dan animesme masa lalu. Modernisme dan politik selama orde lama, orde baru dan orde demokrasi telah turut membentuk budaya Bojonegoro. Budaya Bojonegoro juga terbentuk dari respon terhadap fenomena alam Bojonegoro yang akrab dengan bencana banjir dan kekeringan, dan tanah gerak dan kawasan berkapur dengan hutan jatinya. Berbagai suasana itulah yang membentuk watak dan karakter. Rakyat Bojonegoro harus berani bertanggung jawab atas dirinya dan masyarakatnya. Berani menghadapi kesulitan. Menghargai dan sanggup menjalani segala proses. Menjauhkan mental meminta, dan selalu semangat menjadi pemberi. Inilah budaya baru yang harus diwujudkan.

Dari potongan pemikiran kang Yoto tersebut, yang menjadi titik perhatian saya adalah kaitannya adalah mempersiapkan Sumber daya manusia (SDM) kunci sejak dini. Di sini diperlukan upaya (effort) lebih, dan itu tidak murah. Inilah yang telah dilakukan oleh pemerintah Bojonegoro, dengan memberikan kesempatan pendidikan yang seluasnya bagi warganya yang mampu, menyediakan beasiswa pendidikan dan melatih tenaga kerja vocasional yang direncanakan sebanyak 12.000 orang di tahun 2015 ini.

Budaya, kalau ia ditarik sendirian, maka budaya tak ubahnya adalah sebuah program belaka. Dan begitu program tidak dijalankan, pada akhirnya balik ke kondisi semula. Bicara budaya, budaya itu ada di mana-mana dan ini berfungsi sebagai pilar. Jadi sebenarnya kita hanya perlu menekan button saja, dan kuncinya ada pada komitmen dari semuanya.

Memang, kita bilangnya semua pihak. Tapi seperti kita bersama mafhum, bangsa kita ini kan bangsa panutan, maka posisi leader menjadi penentunya. Maka kita selama ini telah dilatih oleh Kang Yoto untuk memilih pemimpin yang baik dan benar yang bisa jadi panutan rakyat. Maka terciptalah transformasi pengaturan (governance transformation). Transformasi yang berkembang saat ini yang penting bagi rakyat Bojonegoro adalah, kita perlu mengingatkan untuk terus fokus. Misalnya, di tiap kegiatan pada suatu instansi sudah ditetapkan bahwa tahun ini adalah tahun eksekusi, maka dalam setiap kegiatan harus tercermin. Tentu saja, ini semua berangkat dari evaluasi yang dilakukan, yang kurang dari kita itu apa, solusinya apa, itu yang harus fokus, maka inilah menunjukkan transformasi level operasional yaitu yang cepat, tepat bermanfaat untuk rakyat. Ini ditunjukkan dengan proses monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh satuan kerja di pemkab Bojonegoro saat ini.

Sistem transformasi budaya yang juga sangat penting bagi rakyat Bojonegoro adalah adanya satu transformasi niat, visi dan strategi. Tiga transformasi ini melengkapi tiga transformasi di atas. Transformasi visi menunjukkan keinginan rakyat Bojonegoro untuk meraih kesejahteraan bersama di masa depan pemerintah secara bertahap berhasil memotivasi warganya untuk berdaya. Selanjutnya, pemerintah selalu berusaha untuk memberikan solusi terbaik sebagai bagian dari transformasi strategi ini terbukti dengan dialog mencari solusi terus dilakukan lewat berbagai media. Dan yang utama bahwa semua didasari oleh niat yang luhur jujur dan semangat.

Bagaimana, Saudaraku..., semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Saat ini dan di masa depan. (RJ)

 

Penulis adalah Kabid Sosbud Bappeda Bojonegoro dan Peneliti di Djanggleng Institute

Berita Terkait

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Web Series Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan, garapan Ademos Indonesia bekerja Yayasan Mannah dan Jampro, mengusung tema tentang ...

Berita Video

Viral! Video Pengendara Motor di Bojonegoro Masuk Got, Disenggol Truk Trailer

Berita Video

Viral! Video Pengendara Motor di Bojonegoro Masuk Got, Disenggol Truk Trailer

Bojonegoro - Video pengendara motor disenggol truk trailer di Bundaran Adipura Bojonegoro, yang diunggah oleh akun facebook @Mila Yanana, di ...

Teras

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

HARI INI, 2 Oktober 2019, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini terjadi ketika pada 2 Oktober ...

Opini

Peran Pancasila Dalam Era Globalisasi

Resensi Buku

Peran Pancasila Dalam Era Globalisasi

ERA keterbukaan sudah mulai mengakar kuat di era globalisasi seperti sekarang ini, sehingga identitas nasional adalah salah satu bagian mutlak ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

Mbah Sapurah, Nenek 80 Tahun Warga Trucuk Bojonegoro ini Bertahan Hidup di Usia Senja

Mbah Sapurah, Nenek 80 Tahun Warga Trucuk Bojonegoro ini Bertahan Hidup di Usia Senja

Di depan gedung Kantor Sat Reksrim Polres Bojonegoro yang sepi karena hari libur, pada Sabtu (16/11/2019) siang, nampak seorang nenek ...

Eksis

Pemuda Asal Blora Ini Ubah Botol Bekas Air Mineral, Jadi Kerajinan Tangan Menarik

Joko Purnomo

Pemuda Asal Blora Ini Ubah Botol Bekas Air Mineral, Jadi Kerajinan Tangan Menarik

Blora - Plastik saat ini merupakan bahan yang tak dapat lepas dari kehidupan manusia. Plastik semakin banyak diproduksi dalam berbagai ...

Infotorial

Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

Ramah lingkungan dan sangat menguntungkan, kata Sutrisno, warga Desa Glodog, Palang, Tuban, saat ditanya seputar penggunaan biogas di tempat tinggalnya. ...

Berita Foto

Bersepeda, Bupati dan Sekda Bojonegoro Pantau Kesiapan Hadapi Musim Hujan

Bersepeda, Bupati dan Sekda Bojonegoro Pantau Kesiapan Hadapi Musim Hujan

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, didampingi Sekda Bojonegoro, Dra Nurul Azizah MM, pada Minggu (03/11/2019) pagi, dengan ...

Religi

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Bojonegoro - Ribuan jemaah pada Minggu (06/10/2019) siang, tumpah ruah berdatangan ke Alun-alun Kota Bojonegoro, untuk menghadiri acara Gema Salawat ...

Pelesir

Festival Bengawan Bojonegoro Digelar 8-9 November 2019, di TPG Desa Pilanggede

Festival Bengawan Bojonegoro Digelar 8-9 November 2019, di TPG Desa Pilanggede

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar event Festival Bengawan 2019. ...

Hiburan

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 19 November 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 19 November 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (19/11/2019): KEGIATAN MASYARAKAT KOMERSIAL Waktu: Pukul 17.00 WIB s/d Selesai Tempat: Lapangan ...

Statistik

Hari ini

6.522 kunjungan

9.450 halaman dibuka

205 pengunjung online

Bulan ini

173.602 kunjungan

246.885 halaman dibuka

Tahun ini

1.980.016 kunjungan

3.066.733 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 605.561

Indonesia: 7.495

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1574262097.5419 at start, 1574262097.7055 at end, 0.1635479927063 sec elapsed