News Ticker
  • Khofifah Puji Peran Tagana sebagai Ujung Tombak Penanggulangan Bencana di Jawa Timur
  • Puncak Pink Moon Bulan April 2026: Cek Waktu dan Posisi Terbaik untuk Melihatnya
  • Pemkab Bojonegoro Awali Hari Kerja Pasca lebaran dengan Apel dan Halal Bihalal, Tekankan Kinerja dan Efisiensi
  • Bill Gates Ungkap Tiga Profesi yang Paling Aman dari Disrupsi AI
  • Meninggal Malam Jumat Wage, Makam Warga Dander, Bojonegoro Dibongkar Orang Tak Dikenal
  • Harga Emas Hari Ini, 25 Maret 2026
  • Perkiraan Cuaca 25 Maret 2026
  • 25 Maret Dalam Sejarah
  • Menteri LH Hanif Faisol Dorong Bojonegoro Perkuat Tata Kelola Sampah
  • 1.007 Modin Perempuan Terima Santunan dari Pemkab Bojonegoro
  • Gubernur Khofifah Sebut Tradisi Riyayan Dekatkan Warga Dan Pemimpin
  • Rest Area Bojonegoro Beroperasi H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, Maksimalkan Pelayanan untuk Pemudik
  • Ramalan 12 Zodiak Hingga 29 Maret 2026, Taurus, Cancer, Leo, Libra, dan Pisces Beruntung
  • Ini Tips Mengatasi Microsleep Saat Berkendara
  • Harga emas di hari ini Rabu 24 Maret 2026
  • Perkiraan Cuaca Selasa, 24 Maret 2026
  • 24 Maret dalam Sejarah
  • 3.086 Penumpang Naik dan Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Puncak Arus Balik 2026 di Stasiun Bojonegoro Diprediksi Terjadi Hari Ini
  • Wajah Wisata di Bojonegoro Timur yang Layak Dicoba
  • Menag Dukung Pembatasan Bermedos untuk Anak sebagai Ijtihad Lindungi Generasi Muda
  • Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Setelah Lebaran
  • 23 Maret dalam Sejarah
  • 3.378 Penumpang Naik-Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
Budaya Transformasi dan Pentingnya bagi Rakyat Bojonegoro

Budaya Transformasi dan Pentingnya bagi Rakyat Bojonegoro

Oleh Rahmat Djunaidi

Selalu sederhanalah dalam melihat suatu permasalahan karena dengan kesederhanaan maka kesulitan dalam permasalahan akan terkurangi “

Confucius” Filsuf Cina 551-479 SM”

SAYA sebenarnya cukup ragu untuk menuliskan dan menyampaikan pemikiran dan hasil riset saya ke pembaca kali ini, karena seringkali lebih berkutat di dunia kesehatan dan beberapa masalah sosial. Tapi kali ini saya akan coba menyampaikan suatu pemikiran tentang “ budaya”, suatu dunia yang cukup baru bagi saya. Tapi, mau tidak mau, saya harus berani menyampaikan hal ini karena sangat penting.

Saya berusaha menyederhanakan sesuai filosofi Confucius di atas juga atas motivasi yang selalu saya terima dari mahaguru saya, Kang Yoto. Beliau yang mendorong saya untuk selalu berpikir global dan luas tak terbatas. Topik mengenai budaya transformasi di dalam sebuah organisasi termasuk organisasi besar seperti kabupaten Bojonegoro ini adalah topik yang harus disampaikan secara luas di masyarakat Bojonegoro dan siapapun. Sebagai gambaran, saya ingin memberikan pengertian bahwa transformasi itu sama esensinya dengan fenomena di alam. Sebuah tanaman yang memiliki siklus di mana sepanjang tahun akan terus berbuah. Jika ingin dipertahankan kualitasnya, maka dahan atau ujung yang sudah berbuah terus itu harus dipotong. Dari langkah pemotongan inilah akan muncul tunas baru dengan hasil buah yang sama kualitasnya atau bahkan lebih baik

Budaya perubahan ( transformasi) ke arah yang lebih baik adalah sesuatu yang tidak bisa ditahan. Misalnya, kalau dulu proses belajar mengajar sebagian besar menggunakan kapur, spidol dan papan tulis, sekarang dengan alat proyektor dan bahkan menggunakan gadget menjadi media pengganti yang jauh lebih efisien serta bisa menghemat biaya secara signifikan. Di sini, titik tekannya adalah evolusi yang sedang terjadi, dan itulah transformasi. Menurut saya transformasi di suatu daerah sangat erat kaitannya dengan budaya apa yang harus dibentuk. Budaya, meletakkan orang sebagai subyeknya. Sementara organisasi itu selalu bicara tentang 3 (tiga) hal yaitu strateginya apa? rakyatnya seperti apa? dan sistemnya bagaimana ? Ketiganya tidak bisa dipisah satu dengan yang lainnya. Nah, seringnya kita melupakan bahwa itu tadi saling terkait. Pertanyaannya, mana yang terlebih dahulu diprioritaskan? Tetap menurut saya adalah strategi yang harus dikedepankan. Strategi akan menentukan bagaimana mempersiapkan SDM (sumber daya manusia), dan bagaimana sistemnya bisa mendukung

Transformasi Bojonegoro

Dalam konteks Bojonegoro, di mana kang Yoto sebagai bupati telah melakukan berbagai tingkat transformasi budaya ke arah yang lebih baik atau yang beliau istilahkan sebagai enam level transformasi Bojonegoro. Salah satunya yang menjadi pokok pemikiran saya dalam tulisan ini adalah Transformasi Budaya.

Budaya Bojonegoro adalah hasil pertarungan politik Majapahit yang Hindu dengan Demak yang Islam. Pertarungan pengaruh politik Demak ke Pajang, Pajang ke Mataram. Lalu pribumi dan penjajah. Juga produk pergaulan dengan budaya Tionghoa, Arab dan animesme masa lalu. Modernisme dan politik selama orde lama, orde baru dan orde demokrasi telah turut membentuk budaya Bojonegoro. Budaya Bojonegoro juga terbentuk dari respon terhadap fenomena alam Bojonegoro yang akrab dengan bencana banjir dan kekeringan, dan tanah gerak dan kawasan berkapur dengan hutan jatinya. Berbagai suasana itulah yang membentuk watak dan karakter. Rakyat Bojonegoro harus berani bertanggung jawab atas dirinya dan masyarakatnya. Berani menghadapi kesulitan. Menghargai dan sanggup menjalani segala proses. Menjauhkan mental meminta, dan selalu semangat menjadi pemberi. Inilah budaya baru yang harus diwujudkan.

Dari potongan pemikiran kang Yoto tersebut, yang menjadi titik perhatian saya adalah kaitannya adalah mempersiapkan Sumber daya manusia (SDM) kunci sejak dini. Di sini diperlukan upaya (effort) lebih, dan itu tidak murah. Inilah yang telah dilakukan oleh pemerintah Bojonegoro, dengan memberikan kesempatan pendidikan yang seluasnya bagi warganya yang mampu, menyediakan beasiswa pendidikan dan melatih tenaga kerja vocasional yang direncanakan sebanyak 12.000 orang di tahun 2015 ini.

Budaya, kalau ia ditarik sendirian, maka budaya tak ubahnya adalah sebuah program belaka. Dan begitu program tidak dijalankan, pada akhirnya balik ke kondisi semula. Bicara budaya, budaya itu ada di mana-mana dan ini berfungsi sebagai pilar. Jadi sebenarnya kita hanya perlu menekan button saja, dan kuncinya ada pada komitmen dari semuanya.

Memang, kita bilangnya semua pihak. Tapi seperti kita bersama mafhum, bangsa kita ini kan bangsa panutan, maka posisi leader menjadi penentunya. Maka kita selama ini telah dilatih oleh Kang Yoto untuk memilih pemimpin yang baik dan benar yang bisa jadi panutan rakyat. Maka terciptalah transformasi pengaturan (governance transformation). Transformasi yang berkembang saat ini yang penting bagi rakyat Bojonegoro adalah, kita perlu mengingatkan untuk terus fokus. Misalnya, di tiap kegiatan pada suatu instansi sudah ditetapkan bahwa tahun ini adalah tahun eksekusi, maka dalam setiap kegiatan harus tercermin. Tentu saja, ini semua berangkat dari evaluasi yang dilakukan, yang kurang dari kita itu apa, solusinya apa, itu yang harus fokus, maka inilah menunjukkan transformasi level operasional yaitu yang cepat, tepat bermanfaat untuk rakyat. Ini ditunjukkan dengan proses monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh satuan kerja di pemkab Bojonegoro saat ini.

Sistem transformasi budaya yang juga sangat penting bagi rakyat Bojonegoro adalah adanya satu transformasi niat, visi dan strategi. Tiga transformasi ini melengkapi tiga transformasi di atas. Transformasi visi menunjukkan keinginan rakyat Bojonegoro untuk meraih kesejahteraan bersama di masa depan pemerintah secara bertahap berhasil memotivasi warganya untuk berdaya. Selanjutnya, pemerintah selalu berusaha untuk memberikan solusi terbaik sebagai bagian dari transformasi strategi ini terbukti dengan dialog mencari solusi terus dilakukan lewat berbagai media. Dan yang utama bahwa semua didasari oleh niat yang luhur jujur dan semangat.

Bagaimana, Saudaraku..., semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Saat ini dan di masa depan. (RJ)

 

Penulis adalah Kabid Sosbud Bappeda Bojonegoro dan Peneliti di Djanggleng Institute

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026 telah digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles. Berikut adalah ...

1774475247.9631 at start, 1774475248.1575 at end, 0.1943690776825 sec elapsed