Buat Galian untuk Memenuhi Kebutuhan Air
Minggu, 01 November 2015 13:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Ngasem – Kemarau panjang dan belum kunjung datangnya hujan membuat masyarakat mengalami kesusahan. Banyak desa yang kehabisan sumber air. Termasuk Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Sumu-sumur mereka ssudah tidak ada yang mengeluarkan air.
Salah satu warga Desa Tengger, Iman, membenarkan itu, bahwa sumur di desanya tidak ada yang keluar airnya lagi. “
"Sudah lama kami mencari air bersih untuk mandi dan memasak. Sumur bor sudah tidak bisa megeluarkan air," kata Iman kepada BeritaBojonegoro.com (BBC).
Oleh sebab itu, kata Iman, banyak warga di desa itu yang berusaha mendapatkan air dengan cara menggali tanah yang kemungkinan punya sumber air. Beberpa berhasil, beberapa gagal. Tidak semua galian ada dan keluar airnya.
Warga lainnya, Fathul Albab, menjelaskan, mulai awal bulan Juni sampai sekarang masyarakat desa Tengger mengalami kekeringan. “Mereka hanya mengandalkan galian warga di tanah yang memiliki sumber air tinggi. Itu ada di Rt 1,2,dan ,” katanya. Galian itu dipakai untuk semua warga desa Tengger sehingga harus antri saat mengambilnya.
Meski setiap setiap seminggu sekali ada dropping air bersih dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan airnya di masukan ke penampungan, tetap saja belum bisa memenuhi kebutuhan warga.
"Sekarang volume air tinggal rendah, Mas. Paling-paling, satu sampai minggu ke depan, kalau tidak ada hujan, pasti airnya habis Mas," pungkas Albab. (nam/ moha)
Foto warga ssedang mengambil air di galian tanah di Tengger, Ngasem


































.md.jpg)






