Peristiwa Penemuan Mayat
Jenazah Warga Sragen Yang Ditemukan di Bendung Gerak Bojonegoro, Telah Dimakamkan
Kamis, 02 Mei 2019 12:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, mayat seorang laki-laki yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya yang akhirnya diketahui bernama Isnaini (35) warga binaan Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen, yang ditemukan mengapung di Bendung Gerak Bengawan Solo, turut wilayah Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (30/04/2019) sekira pukul 20.21 WIB lalu, jenazahnya pada Kamis (02/05/2019) pukul 11.30 WIB, dimakamkan di tempat pemakaman milik RSUD Bojonegoro, di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota.
Mayat Isnaini (35) warga binaan Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen yang ditemukan di Bendung Gerak Bengawan Solo Bojonegoro, saat dimakamkan di pemakaman milik RSUD Bojonegoro. Kamis (02/05/2019)
Menurut keterangan tim medis RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr Soepadjar, bahwa sehubungan korban adalah penderita gangguan kejiawaan yang tidak diketahui asal-usulnya atau keluarganya, yang selama ini menjalani perawatan atau pembinaan di Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo, sehingga dengan mempertimbangkan waktu dan kondisi mayat, akhirnya jenazahh korban diputuskan dimakamkan di Bojonegoro
“Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen, jenazah korban diputuskan dimakamkan di tempat pemakaman RSUD Bojonegoro,” tutur dokter Soepadjar. Kamis (02/05/2019) siang.
Mayat Isnaini (35) warga binaan Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen yang ditemukan di Bendung Gerak Bengawan Solo Bojonegoro, saat dimakamkan di pemakaman milik RSUD Bojonegoro. Kamis (02/05/2019)
Sementara, berdasarkan pantauan media ini, prosesi pemakaman kerangka tersebut dilaksanakan oleh Modin Rasim dan Mundofar, petugas dari RSUD Bojonegoro serta dibantu dua orang warga setempat.
Menurut Modin Rasim, meskipun menurut informasi sebelumnya menderita gangguan kejiwaan atau belum tentu tentu sebagai umat muslim, namun dia tetap diperlakukan seperti layaknya seorang muslim. Hal ini mengingat mayoritas warga indonesia beragama Islam sekaligus sebagai bentuk sikap berhati-hati terhadap jenazah.
“Dimakamkan dengan cara Islam.” tutur Modin Rasim. (red/imm)