News Ticker
  • AMSI: Sengketa Pemberitaan Diselesaikan Melalui Dewan Pers, Bukan Lewat Buzzer dan Intimidasi Digital
  • Banjir Bandang di Desa Bobol Kecamatan Sekar Bojonegoro, 10 Rumah Warga Tergenang
  • Update Corona Bojonegoro 28 Mei: ODP 29, PDP 9 Meninggal 8, Positif 51 Sembuh 2 Meninggal 9
  • Tambah Lagi 1 Orang, Positif Corona di Bojonegoro Jadi 51, Dirawat 40, Meninggal 9, Sembuh 2
  • Seorang Warga Gondang Bojonegoro Dilaporkan Hanyut Terseret Banjir Bandang
  • Bupati Djoko Nugroho Pantau Langsung Rapid Test Massal di Pasar Wulung Randublatung Blora
  • Banjir Bandang di Temayang Genangi Ruas Jalan Bojonegoro - Nganjuk dan Pemukiman Penduduk
  • Update Corona Blora 28 Mei: OTG 196, ODP 28, PDP 9 Meninggal 8, Positif 24 Sembuh 2 Meninggal 3
  • Polsek Ngawen Polres Blora Amankan Pelaku Pembobol ATM Ratusan Juta
  • Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran Sembako di Desa Sugihwaras dan Desa Kepoh, Kepohbaru  
  • Inilah Prosedur Pengajuan Beasiswa Program D4, S1 dan S2, Pemkab Bojonegoro Tahun 2021
  • Inilah Prosedur Pengajuan Beasiswa Pendidikan Tinggi Satu Desa Dua Sarjana Pemkab Bojonegoro
  • Inilah Prosedur Pengajuan Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Scientis Pemkab Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Anggaran Rp 24,2 Miliar untuk Program Beasiswa Sarjana
  • Update Corona Bojonegoro 27 Mei: ODP 30, PDP 8 Meninggal 8, Positif 50 Sembuh 2 Meninggal 8
  • Pemkab Blora Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
  • Update Corona Blora 27 Mei: OTG 193, ODP 33, PDP 9 Meninggal 7, Positif 24 Sembuh 2 Meninggal 3
  • Polres Bojonegoro Distribusikan Beras Bantuan Mabes Polri pada Masyarakat Terdampak Covid-19
  • Hasil Rapid Test 2 Pasar Swalayan di Kota Bojonegoro, Semuanya Non Reaktif
  • Seorang Petani Warga Gondang Bojonegoro, Meninggal Dunia Disambar Petir di Sawah
  • Hari ini, Seorang PDP Corona Asal Bojonegoro Kota Meninggal Dunia
  • Hasil Rapid Test 2 Pasar Swalayan dan Pabrik Rokok di Bojonegoro, Semuanya Non Reaktif
  • Karyawan 2 Pasar Swalayan di Bojonegoro Kota dan Pabrik Rokok di Padangan, Dirapid Test
  • Update Corona Bojonegoro 26 Mei: ODP 29, PDP 7 Meninggal 9, Positif 49 Sembuh 2 Meninggal 7
  • 24 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Blora, 15 Kasus dari Klaster Temboro

Opini

Puasa Ramadan, Pola Hidup Sehat

Puasa di bulan Ramadan merupakan perintah Allah SWT. (Q.S Al-Baqarah 2: 183), yang tentu saja ditujukan kepada orang mukmin.
Puasa berarti menahan diri tidak makan, tidak minum dan bersetubuh, dengan niat tulus yang dilakukan hanya karena Allah SWT. (Ibnu Katsir).
Karena puasa merupakan perintah Allah SWT, maka kita wajib  melaksanakannya. Puasa kita laksanakan dengan cara yang sudah ditentukan, menahan diri tidak makan, minum, serta bersetubuh mulai fajar sampai dengan maghrib.
 
Pola makan yang dianjurkan menurut ilmu kesehatan adalah tiga kali sehari, namun pada realitasnya banyak orang makan hanya dua kali sehari, atau bahkan makan hanya sekali, tetapi snack yang berkali-kali. Sehingga pola makan yang klasik seakan-akan tidak berlaku lagi.
Dan dewasa ini banyak orang  mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan bebas, tanpa mempertimbangkan kesehatan diri maupun nilai gizi yang terkandung dalam makanan itu, hanya semata memuaskan nafsu belaka.
 
Sejalan dengan hal tersebut diatas, pada dua dekade terakhir ini pola penyakit yang dominan di Indonesia bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit yang berhubungan dengan kelebihan makanan. Sebagai contoh seseorang yang kelebihan kholesterol atau seorang penderita diabetes melliteus, ternyata sebagian besar karena tidak mengatur diet sama sekali. Bahkan banyak orang yang kelebihan berat badan, lebih rela untuk minum obat penurun berat badan yang harganya cukup mahal dari pada mengurangi makanan ataupun melaksanakan puasa sunnah.
 
Ternyata memang benar, salah satu kunci hidup sehat adalah mengurangi makanan (tertentu) dan mengatur waktu makan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kesehatan individu.
Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT tentang puasa di bulan Ramadan bagi orang yang beriman, yaitu mengurangi makanan dengan cara menahan diri tidak makan dan minum mulai terbit fajar hingga matahari terbenam (maghrib).
 
Sahur dan berbuka merupakan waktu yang telah diatur Allah SWT untuk makan, ini adalah contoh pengaturan waktu makan. Dan perintah puasa memang ditujukan kepada orang yang sehat, karena ada beberapa perkecualian misalnya bagi orang yang sedang sakit, dalam perjalanan tertentu atau bagi yang berat menjalankannya dan dibenarkan secara syariah, misalnya orang yang terlalu tua (QS Al-Baqarah 2:184).
Namun ternyata diakhir ayat tersebut Allah SWT mengingatkan, “... dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui..”. Inilah (rahasia Allah) yang harus kita yakini bahwa kalau kita menjalankan ibadah puasa, kita akan lebih baik (sehat).
 
Kita di sunnahkan mengakhirkan sahur, ternyata hal ini memang sejalan dengan kekuatan tubuh kita. Sahur merupakan bekal kebutuhan tubuh kita dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga sampai 4 atau 6 jam kedepan bisa terhindar dari rasa lapar. Tetapi bisa juga sahur kita memenuhi kebutuhan tubuh selagi menjalankan ibadah puasa, walau rasa lapar kadang kadang memang muncul pada saat kebiasaan waktu makan kita.
 
Kalau kita mengetahui masalah kesehatan, seharusnya tidak usah khawatir tubuh kita kekurangan zat makanan. Justru disinilah hikmah puasa bagi kesehatan manusia. Cadangan makanan dalam tubuh kita (lemak), akan dibakar untuk memenuhi kekurangan atau kebutuhan tubuh kita dalam menjalankan aktifitas. Tetapi kalau sahurnya cukup, hal ini tidak terjadi. Bagi orang orang dengan obesitas atau kegemukan, kesempatan inilah yang seharusnya sangat ditunggu tunggu, bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, dengan mengucap marhaban ya Ramadhan. Begitu juga bagi orang dengan kholesterol tinggi, dengan menjalankan ibadah puasa, kesehatannya menjadi lebih prima.
 
Bagi orang dengan berat badan normal, sahur merupakan barokah (inna fis sahuri barokah). Dengan sahur yang cukup, dirinya akan tetap terjaga kesehatannya, walau mungkin sebagian lemak tubuhnya juga akan terbakan, yang nantinya akan terganti dengan cadangan lemak yang baru.
 
Di saat tubuh kita membutuhkan zat makanan yang dibawa oleh aliran darah, setelah 8 jam dari sahur, kita harus melaksanakan shalat dzuhur. Dengan menjalankan shalat, kita melakukan gerakan yang hikmahnya membantu aliran darah kita lebih dinamis, sehingga seluruh bagian tubuh kita akan lebih tercukupi aliran darah, dan makanan dapat didistribusikan keseluruh bagian tubuh. Sehingga tidak ada alasan bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadan untuk tidak bekerja, karena sari makanan akan terdistribusi, kebutuhan makanan tubuh (dan kesehatan) tetap terjamin.
 
Disinilan kalau dicermati bahwa atas petunjuk Allah SWT, Rasulullah SAW sangat memperhatikan masalah kesehatan ummatnya. Aspek kesehatan tadak pernah terabaikan, dengan mengajarkan cara yang sangat selaras dengan ilmu kesehatan seperti diatas.
Sahur sebagai bekal makanan untuk beberapa jam kedepan, setelah energi mulai surut (saat Dzuhur), diwajibkan melakukan shalat, yang mempunyai hikmah sebagai distribusi sumber enerji. Beberapa jam kemudian energi (yang sedikit) itu juga akan berkurang atau habis. Namun saat mengerjakan shalat ashar, energi tubuh akan lebih terpenuhi karena penambahan aliran darah ke tubuh akan terjadi lagi.
Memang pada saat itu tubuh kita sudah sangat kekurangan sumber energi segar, saat inilah terjadi pembakaran lemak kita yang merupakan energi simpanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Inilah hikmah yang sangat nikmat yang sangat kurang disyukuri, dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, lemak tubuh yang berlebihan akan dimanfaatkan, dibakar, sehingga mengantar kita lebih sehat. Dibandingkan dengan harus membeli obat penurun berat badan yang harganya relatif mahal, belum lagi obat yang masuk kemungkinan akan mengganggu organ tubuh kita.
 
Puasa juga merupakan salah satu indikator kesehatan kita. Pada saat seorang dokter akan menegakkan diagnosa diabetes melliteus, harus ditentukan kadar gula darah saat puasa. Untuk menyiapkan seseorang akan dilakukan operasi, juga diharuskan puasa. Harus difahami juga bahwa diabetes, hipertensi, hiperkholesterolemia, obesitas adalah golongan penyakit metabolis. Dan terapi yang paling tepat adalah mengatur makanan yang di konsumsi harus terukur, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh kita, bukan keinginan kita. Cara yang efektif untuk mengatur makanan adalah dengan melakukan puasayang tentunya mempunyai nilai lebih yaitu ibadah.
 
Disaat maghrib disunnahkan berbuka dengan tiga biji kurma (terukur), yang ternyata khasiat kurma sangat menyehatkan tubuh. Atau berbuka dengan makanan minuman yang manis. Tubuh kita saat itu sangat mengharapkan nutrisi instan yang digunakan sebagai energi untuk aktivitas. Makanan yang bisa segera diserap dan digunakan tubuh kita tidak lain adalah glukosa atau zat gula alias makanan minuman manis, sehingga tubuh kita akan segera menjadi segar dan tenaga akan segera pulih pula.
 
Setelah solat maghrib dan berbuka dengan sedikit istirahat, kita melaksanakan shalat isya’ dan tarawih, hal ini sangat selaras denagn hidup yang sehat. Kecenderungan pola makan dewasa ini, setelah makan akan istirahat bahkan tidur. Pada saat itu darah kita sedang dibebani sarat dengan sari makanan, sedangkan saat kita istirahat atau tidur aliran darah kita menjadi pelan, sehingga selain distribusi kurang merata, kemungkinan terjadi pengendapan terutama yang dikhawatirkan adalah kholesterol.
 
Dengan melakukan serangkaian ibadah (malam) di bulan suci Ramadan insyaAllah kita akan lebih memenuhi kriteria sehat. Dengan menjalankan ibadah secara ikhlas karena Allah, mengantar kita mengambil hikmahnya untuk kita jadikan sebagai pola hidup (diluar bulan Ramadhan) antara lain mengenai disiplin waktu, strategi pengaturan makanan, prioritas jenis makanan yang sesuai dengan keperluan tubuh kita, dan cara hidup sehat yang yang berhubungan dengan makanan.
 
Dan kita harus yakin firman Allah SWT Surat Al Baqarah akhir ayat 184 “... wa anta Shumu khoirul lakum inkuntum ta’lamun”, yang artinya, ... dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
 
Taqobbalallahu minna wa minkum.
Semoga kita selalu sehat. (*/imm)
 
*) Penulis Direktur RS Muhammadiyah Cepu-Blora
Berita Terkait

Videotorial

InsertLive Covid Campaign: Kampanye Lawan Corona

#MediaLawanCovid19

InsertLive Covid Campaign: Kampanye Lawan Corona

#MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama, salah satunya melalui video, pada Minggu (29/03/2020) . Kampanye besar kedua ini dilakukan untuk ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Covid-19 Warga Kelurahan Ledok Wetan Bojonegoro Kota

Virus Corona

Video Prosesi Pemakaman Positif Covid-19 Warga Kelurahan Ledok Wetan Bojonegoro Kota

Bojonegoro - Seorang warga Bojonegoro Kota yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, pada Sabtu (23/05/2020), meninggal dunia saat dalam perawatan di ...

Teras

Mempertanyakan Keseriusan Manajemen Persibo Bojonegoro #2

Mempertanyakan Keseriusan Manajemen Persibo Bojonegoro #2

DALAM tulisan sebelumnya, untuk kembali membangun Persibo, menurut penulis paling tidak ada tiga hal utama yaitu, pertama aspek legalitas, kedua ...

Opini

Peran Media dalam Mempengaruhi Massa di Tengah Pandemi Covid-19

Opini

Peran Media dalam Mempengaruhi Massa di Tengah Pandemi Covid-19

Di tahun 2020 ini, dunia menghadapi hal sulit yang mungkin jarang sekali dihadapi umat manusia, yaitu pandemi virus Corona atau ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Mahasiswa Bojonegoro Ini Serahkan Bantuan Sembako ke Masyarakat Tak Mampu

Mahasiswa Bojonegoro Ini Serahkan Bantuan Sembako ke Masyarakat Tak Mampu

Bojonegoro - Salah seorang mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), turut bergerak menggalang dana bantuan bagi masyarakat Bojonegoro ...

Eksis

Perajin Batik Tulis Blora Gigih Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Perajin Batik Tulis Blora Gigih Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Blora - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menangah (UMKM) di Kabupaten Blora nampaknya ikut terdampak dampak pandemi virus Corona (Covid-19). ...

Infotorial

Program Pengembangan Masyarakat ExxonMobil Cepu Limited: Merajut Asa, Mendobrak Batas

Program Pengembangan Masyarakat ExxonMobil Cepu Limited: Merajut Asa, Mendobrak Batas

HARI Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei merupakan momentum bersejarah yang berhasil meletakkan fondasi bagi kemajuan pendidikan bangsa. Salah ...

Berita Foto

Jenazah ODP Asal Surabaya Dimakamkan di Kanor Bojonegoro dengan Protokol Covid-19

Virus Corona

Jenazah ODP Asal Surabaya Dimakamkan di Kanor Bojonegoro dengan Protokol Covid-19

Bojonegoro - Jenazah warga Kota Surabaya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona (Covid-19), yang meninggal di Rumah Sakit ...

Feature

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Bojonegoro - Sebagian masyarakat Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (07/02/2020) pagi, menggelar tradisi Nyadran atau Manganan, dengan ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Wakil Bupati Resmikan Wisata Edukasi Kebun Anggur Blora

Wakil Bupati Resmikan Wisata Edukasi Kebun Anggur Blora

Blora - Kabupaten Blora kini punya Wisata Edukasi Kebun Anggur, yang berloksi di Kelurahan Kunden Kecamatan Blora Kota. Kebun anggur ...

Hiburan

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Full Moon Festival #2

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Bojonegoro - Full Moon Festival kembali digelar untuk yang kedua kalinya, Selasa (10/03/2020) malam, di puncak di Negeri Atas Angin ...

Statistik

Hari ini

43 kunjungan

50 halaman dibuka

58 pengunjung online

Bulan ini

393.941 kunjungan

568.453 halaman dibuka

Tahun ini

2.008.576 kunjungan

2.896.295 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 421.993

Indonesia: 7.814

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1590686396.7983 at start, 1590686396.9808 at end, 0.18242907524109 sec elapsed