Pasar Lelang Komoditas di Bojonegoro Catat Transaksi Sebesar Rp 30 Miliar
Selasa, 27 Agustus 2019 14:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (27/08/2019), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, menggelar acara Temu Usaha dan Pasar Lelang Komoditas.
Dalam kegiatan tersebut, terjadi transaksi sebesar lebih dari Rp 30 miliar.
Sejumlah komoditas yang diperdagangkan dalam kegiatan Temu Usaha dan Pasar Lelang Komoditas yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro. Selasa (27/08/2019)
Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Kerjasama Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Titis Anganten Wiyanti SE, usai kegiatan tersebut kepada awak media menuturkan bahwa dalam kegiatan Temu Usaha dan Pasar Lelang Komoditas tersebut, terjadi transaksi dari sejumlah komoditas dengan total transaksi Rp 30.048.750.000.
Adapun rincian transaksi tersebut, Bawang Merah Bima sebesar Rp 800 juta; Beras Premium sebesar Rp 9,5 miliar; Beras Medium Rp 6,8 miliar; Kacang Tanah sebesar Rp 5,5 miliar; Kacang Hijau sebesar Rp 7,25 miliar; Jagung Kuning Rp 180 juta dan Arang Kayu Rp 18,75 juta.
"Total transaksi pada kegiatan tersebut lebih dari 30 miliar," tuturnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Drs Sukaemi MSi, saat beri sambutan dalam acara Temu Usaha dan Pasar Lelang Komoditas. Selasa (27/08/2019)
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Drs Sukaemi MSi, dalam sambutannya menuturkan bahwa tujuan kegiatan temu usaha dan pasar lelang komoditas tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya.
"Kegiatan ini untuk menjebatani agar perekonomian dan produk-produk Bojonegoro ini dikenal oleh kabupaten lain se indonesia dan internasional." tuturnya.
Menurut Drs Sukaeni, dengan kondisi Kabupaten Bojonegoro yag saat ini lagi berkembang membangun, berbagai pelaku usaha di bermunculan Bojonegoro, sehingga bagaimana Dinas Perdagangan bersinergi dengan dinas terkait, untuk mewujudkan kualitas produk maupun komoditas, sehingga prioduk-poduk yang dihasilkan dapat ditingkatkan.
"Dinas Perdagangan perlu menindaklanjuti untuk menigkatkan produk-produk dari Bojonegoro," katanya mengimbuhkan.
Lebih lanjut Drs Sukaemi menuturkan bahwa selain meningkatkan kualitas produk, pihaknya tentunya juga tidak lupa terkait dengan pemasaran.
"Salah satu sarana pemasaran yang adalah melalui kegiatan pasat lelang ini, untuk mempertemukan teman-teman pelaku usaha," katanya. (red/imm)