Pemkab Bojonegoro Gelar Musrenbang, Tekankan Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Belanja
Sabtu, 28 Maret 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai memetakan skala prioritas pembangunan untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Dalam forum yang digelar di Ruang Angling Dharma pada Jumat (27/03/2026) tersebut, efisiensi anggaran dan penguatan sektor riil menjadi poin krusial di tengah ribuan usulan yang masuk.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengatakan bahwa fokus pembangunan Bojonegoro ke depan akan dititikberatkan pada sektor pertanian, kesehatan, kelestarian lingkungan, serta tata kelola manajemen air. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi dengan menekankan pada peningkatan pendapatan daerah dan efisiensi belanja.
"Maka yang perlu ditekankan kaitannya dengan efisensi dan menaikkan pendapatan dengan kondisi ekonomi saat ini. Musrenbang menjadi salah satu tahapan penting untuk pembangunan daerah yang partisipatif, transparan dan akuntabel dengan keterbatasan anggaran yang kita punya," tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengungkapkan bahwa tercatat sebanyak 3.068 usulan telah masuk dalam perencanaan RKPD 2027. Jumlah tersebut terdiri dari 1.734 usulan pokok pikiran (Pokir) DPRD, 1.293 usulan dari tingkat desa/kelurahan, serta puluhan usulan dari instansi vertikal dan provinsi.
"Mengingat banyaknya aspirasi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dituntut untuk lebih selektif. Usulan yang bersifat konstruktif, inovatif, dan solutif akan diprioritaskan, terutama yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat luas," kata Helmy.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyebutkan bahwa proses ini merupakan ruang konsultasi publik untuk melakukan penyelarasan, negosiasi, dan harmonisasi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan agar tercapai konsensus bersama mengenai proyek mana yang benar-benar mendesak untuk dilaksanakan pada 2027 mendatang.
Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, memaparkan lima transformasi isu strategis yang akan dikawal. Isu tersebut meliputi pengentasan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas SDM, transformasi ekonomi berkelanjutan, kelestarian lingkungan dan ketangguhan bencana, hingga transformasi tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Adapun pembangunan Bojonegoro tahun 2027 mengusung tema 'Perkuatan Ekonomi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan, SDM Berkarakter, dan Tata Kelola Inklusif untuk Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan'. Seluruh usulan yang layak nantinya akan diverifikasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum RKPD resmi ditetapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir











































.md.jpg)






