Alasan Gubernur Khofifah Tetapkan WFH ASN Jatim di Hari Rabu
Senin, 30 Maret 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan kebijakan uji coba kerja dari rumah atau Work From Home bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Jatim mulai 1 April 2026. Berbeda dengan perkiraan banyak pihak, Khofifah memilih hari Rabu sebagai waktu pelaksanaan WFH dan menegaskan tidak akan menggelarnya pada hari Jumat.
Khofifah menjelaskan, keputusan memilih hari Rabu sebagai titik tengah pekan kerja diambil dengan pertimbangan strategis untuk menjaga produktivitas dan kedisiplinan pegawai.
“Kita memang memutuskan di hari Rabu, harapannya Senin-Selasa offline, Rabu online, Kamis-Jumat offline. Ini kan yang kita lakukan bisa dievaluasi di hari Rabu, apa yang menjadi plan of action bisa kita maksimalkan di hari Kamis dan Jumat,” katanya, Senin (30/03/2026).
Dengan skema tersebut, Pemprov Jatim tetap bisa melakukan evaluasi langsung terhadap capaian kerja awal minggu pada hari Rabu untuk kemudian dimaksimalkan pada sisa pekan kerja.
Penetapan hari Rabu juga bertujuan untuk menghindari risiko penurunan disiplin kerja yang mungkin terjadi jika WFH ditempatkan di akhir pekan. Khofifah secara tegas mengantisipasi agar kebijakan ini tidak disalahgunakan untuk memperpanjang libur akhir pekan atau long weekend yang justru dapat mengganggu ritme pelayanan publik. Menurutnya, bekerja dari rumah dinilai lebih terkontrol dibandingkan konsep kerja dari mana saja karena memungkinkan ASN tetap fokus pada tugas masing-masing tanpa hambatan mobilitas yang berlebihan.
Selama masa uji coba yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juni mendatang, seluruh ASN tetap diwajibkan memenuhi kewajiban administratif. Sistem presensi digital telah disiapkan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah untuk memastikan kehadiran dan kinerja pegawai tetap terpantau secara ketat meskipun tidak berada di kantor.
“Jadi kita ingin koordinasi semakin maksimal, kita memberikan keleluasaan kabupaten/kota, bahwa hari ini kita semua tidak sekedar melakukan efisiensi penggunaan BBM, tapi juga efisiensi listrik, air, AC, energi secara fisik,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Pemprov Jatim berupaya menciptakan budaya kerja yang lebih adaptif sekaligus berkontribusi pada penghematan energi di lingkungan pemerintahan.











































.md.jpg)






