7 Rumah Warga Bojonegoro di Bantaran Bengawan Solo Terancam Longsor, Penanganan Terganjal Dokumen
Jumat, 27 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Nasib tujuh kepala keluarga di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terasa memprihatinkan. Bagaimana tidak, rumah mereka yang terletak di tepian atau bantaran Sungai Bengawan Solo terancam ambles akibat longsor yang kian parah. Namun, upaya penanganan permanen hingga kini belum terealisasi lantaran terkendala masalah administratif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, keterlambatan penanganan teknis ini disebabkan oleh belum lengkapnya dokumen persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan rekomendasi teknis (Rekomtek) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sementara rekomtek tersebut bisa dikeluarkan oleh BBWS setelah ada kelengkapan dokumen dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro. Dinas PU SDA sendiri belum menunjukkan tanda mengirimkan dokumen pengajuan hingga kini. Padahal Pemerintah Desa setempat sudah berkali-kali menyampaikan keluhan.
Kondisi tersebut memicu kritik tajam karena keselamatan warga dianggap tergadaikan oleh urusan birokrasi.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menegaskan bahwa persoalan dokumen seharusnya tidak menjadi penghalang utama di tengah situasi darurat yang mengancam nyawa.
"Tujuh rumah itu bukan angka kecil. Itu nyawa dan tempat tinggal warga. Jangan sampai kita terlambat hanya karena dokumen belum selesai," tegas Sally, Jumat 927/03/2026).
Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro untuk bergerak cepat menuntaskan kekurangan berkas tersebut agar bantuan fisik atau pembangunan tanggul penahan dapat segera dilaksanakan.
"Kalau kendalanya di dokumen, ya harus segera dilengkapi. Jangan dibiarkan berlarut-larut sementara tanah terus tergerus," imbuhnya.
Namun, di tengah desakan publik dan ancaman bencana yang kian nyata, pihak Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro justru belum memberikan pernyataan resmi. Saat dikonfirmasi oleh awak media, pihak terkait cenderung menutup diri dan enggan memberikan penjelasan mengenai sejauh mana progres pemenuhan dokumen tersebut.
Senada dengan PU SDA, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, juga belum memberikan jawaban saat dimintai konfirmasi terkait langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelamatkan warga di bantaran sungai tersebut.
Saat ini, kondisi tujuh rumah milik warga—di antaranya milik Rasmadi, Sudirman, dan beberapa warga lainnya—sudah sangat memprihatinkan. Beberapa bangunan bahkan memiliki jarak "nol meter" dari bibir sungai. Sebagian warga telah memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya masih bertahan di tengah bayang-bayang longsor susulan, terutama saat debit air Bengawan Solo mengalami kenaikan.












































.md.jpg)






