PWI Bojonegoro Gelar Resepsi HPN 2026, Soroti Aksi Oknum Wartawan Bodong
Sabtu, 28 Maret 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Resepsi dan Awarding Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (27/03/2026) menjadi momentum penting untuk menyoroti profesionalisme dan marwah jurnalisme di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro tersebut menekankan pentingnya uji kompetensi di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengungkapkan bahwa dinamika dunia pers saat ini menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Meski jumlah wartawan di Bojonegoro tumbuh pesat, hal tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kompetensi yang memadai. Ia menyoroti keberadaan wartawan bodong, yaitu oknum yang mengatasnamakan wartawan namun tidak menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik.
Menurut Sasmito, praktik oknum tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik profesi. PWI Bojonegoro secara tegas menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendampingan hukum bagi korban yang dirugikan oleh oknum yang melanggar kode etik tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi pers.
“Perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat. Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Wartawan harus benar-benar kompeten, meski dalam praktiknya tidak mudah,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, mengingatkan bahwa peringatan HPN bukan sekadar seremonial. Ia menekankan bahwa profesi jurnalis diatur oleh berbagai regulasi ketat yang menuntut setiap insan pers bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Momentum ini diharapkan menjadi motivasi bagi wartawan di Bojonegoro untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Yang terpenting bukan hanya peringatannya, tetapi bagaimana kita menjadikannya sebagai motivasi untuk terus menjadi jurnalis yang profesional dan bertanggung jawab,” katanya.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas pers juga datang dari pemerintah daerah. Sinergi antara pers dan pemerintah diharapkan mampu menjaga transparansi dan akuntabilitas melalui pemberitaan yang objektif, konstruktif, serta mampu menangkal disinformasi.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada insan pers atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah.
“Pers memiliki peran luar biasa sebagai alat kontrol sosial. Kami berharap pers dapat menyampaikan informasi secara objektif, memberikan edukasi, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Perintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Bupati, juga mendukung upaya peningkatan kompetensi wartawan, termasuk melalui pelaksanaan uji kompetensi. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks seiring dengan derasnya arus perkembangan informasi.
Bupati Wahono mengajak insan media pers untuk terus menjunjung tinggi etika jurnalistik, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya, serta berperan aktif dalam menangkal disinformasi.
“Kami berharap sinergi yang baik terus terjalin. Fungsi kontrol harus tetap berjalan, namun dengan pemberitaan yang konstruktif dan inspiratif untuk pembangunan Bojonegoro yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi bagi masyarakat, PWI Bojonegoro memberikan penghargaan Angling Dharma PWI Award kepada sejumlah tokoh di berbagai bidang. Di antaranya adalah Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah yang menerima penghargaan kategori Kepala Daerah Penggerak Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kepemimpinan yang dinilai signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta memperkuat ketahanan pangan dan konektivitas wilayah di Kabupaten Bojonegoro.











































.md.jpg)






