Bupati Bojonegoro Resmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin di Kecamatan Margomulyo
Kamis, 29 Agustus 2019 20:00 WIBOleh Mulyanto Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna MuAwanah pada Kamis (29/08/2019), resmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin di Dusun Jepang Desa Maromulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.
Tugu tersebut sebagai penanda bahwa hingga saat ini di Bojonegoro ada tonggak sejarah keberadaan ajaran Samin yang dipelopori oleh Samin Soerosentiko. Selain dibangun patung di ujung jalan menuju dusun tersebut, di tengah hutan juga ada sebuah tugu separuh badan yang di belakangnya ditulikan 5 pilar Pitutur Luhur Sedulur Sikep.
Adapun Pitutur Luhur Sedulur Sikep yaitu: Laku jujur sabar trokal lan nrimo; Ojo dengki srei dahwen kemeren pekpinek barange liyan; Ojo mbedo mbedakne sapodo padaning urip kabeh iku sedulure dewe; Ojo waton omong omong sing nganggo waton; Biso roso rumongso.
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna MuAwanah saat beri sambutan dalam peresmian Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin di Dusun Jepang Desa Maromulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Kamis (29/08/2019)
Bupati Anna Muawanah, dalam sambutannya menuturkan bahwa 5 pilar Pitutur Luhur Sedulur Sikep mengajarkan nilai nilai luhur tentang kejujuran, spiritual dan sosial, peduli pada alam, serta menjauhkan diri dari sifat mengambil hak orang lain.
"Ajaran Samin ini ialah sebagai sebuah pergerakan atau sikap bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan cara kasar, karena ketegasan atas sikap akan berbuah keberhasilan. Dalam ajaran samin juga diajarkan bahwa pucuk eleng bongkot, bongkot eleng pucuk, yang artinya pimpinan ingat rakyat, rakyat mendukung pimpinan," tutur Bupati Anna Muawanah.
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna MuAwanah saat resmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin di Dusun Jepang Desa Maromulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Kamis (29/08/2019)
Ajaran Samin, lanjut Bupati Anna, merupakan ajaran turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang yang mempunyai nilai luhur dan menjadi bagian dari prilaku keseharian masyarakat Bojonegoro yang dapat menjadikan sebuah identitas pembeda dengan masyarakat didaerah lain.
"Sebagai masyarakat Bojonegoro, kita harus bangga, karena ajaran Samin Soerosentiko Bojonegoro telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda." kata Bupati Anna Muawanah.
Menurut Bupati, selain sebagai ikon, tugu sedulur sikep yang berdiri di antara lima pilar ini merupakan wujud dari semangat dan sikap masyarakat yang masih terjaga.
"Saya berharap ajaran Samin ini dapat menjadi inspirasi untuk membangun dan memajukan SDM yang unggul untuk Bojonegoro," tutur Bupati di akhir sambutannya. (red/imm)