Bupati Bojonegoro Hadiri Panen Raya Tembakau di Kepohbaru
Rabu, 25 September 2019 20:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Hj Anna Muawanah pada Rabu (25/09/2019), lakukan kunjungan kerja di Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan kerja ini dalam rangka panen raya tembakau.
Sebanyak kurang lebih 800 orang yang anggota kelompok tani se Kecamatan Kepohbaru, Kades se Kecamatan Kepohbaru dan Kades Sekecamatan Kepohbaru, hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol inf Bambang Hariyanto; Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabet; Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim; Forpimda Kabupaten Bojonegoro; Forpimca se Kabupaten Bojonegoro, Perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, serta Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APPI).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Hely Elisabeth SP, saat beri sambutan rangka panen raya tembakau di Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Rabu (25/09/2019)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Hely Elisabeth SP, dalam smbutannya menyampaikan, bahwa luas areal dan produksi tembakau di Bojonegoro sangat fluktuatif, yang artinya tergantung oleh banyak, hal terutama serapan pabrik dan iklim.
Menurutnya, tahun 2019 luas areal tembakau tercatat seluas 11.210 hektare, yang terbagi menjadi 3 jenis tembakau yang, yaitu tembakau Virginia, seluas 6.027 hektare, berada di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, Baureno, Sumberrejo dan Kanor. Kemudian Tembakau Jawa, seluas 4.039,8 hektare, dan Tembakau RAM seluas 1.144 hektare.
"Tembakau Jawa dan RAM banyak tersebar di wilayah Bojonegoro bagian barat. Luas areal tembakau jawa terbesar ada di Kecamatan Ngasem." kata Helmy.
Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, saat hadiri panen raya tembakau di Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Rabu (25/09/2019)
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dalam sambutnya menuturkan bahwa panen raya ini merupakan cara pemerintah untuk memberikan semangat kepada para petani agar terus meningkatkan kualitas tembakaunya.
"Jika kualitas tembakau di Bojonegoro semakin baik maka hal ini akan menarik pabrikan untuk bekerja sama atau membeli tembakau langsung di Bojonegoro." tutur Bupati.
Bupati berharap tembakau di Bojonegoro dapat terus berjaya, tentunya hal ini tak lepas dari dukungan para stakeholder di dalamnya.
"Pemerintah kini sedang berupaya untuk memberikan jaminan asuransi kepada petani jika terjadi gagal panen, asalkan tidak melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku." kata Bupati. (dan/imm)