Harga Tembakau Masih Dibawah Harapan Petani
Minggu, 08 November 2015 10:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kanor - Memasuki masa akhir panen tembakau di beberapa desa di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, harga tembakau rajangan masih dibawah harapan para petani tembakau. Harga tembakau rajangan berkisar pada Rp 15.000 hingga Rp 17.000 rupiah untuk tembakau yang berkualitas bagus.
Murahnya harga tembakau rajangan tersebut, para petani tembakau tidak tahu secara persis penyebab murahnya harga tembakau ini. Dari pantauan BeritaBojonegoro.com di area persawahan Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor dan Desa Simorejo Kanor, tampak tanaman tembakau sudah memasuki masa akhir panen.
Masa panen tersebut, terlihat ketika tanaman tembakau itu daunnya yang bagian atas belum dipetik. Pada tahun ini, banyak petani tembakau yang mengeluhkan murahnya hargbakau,a tembakau tersebut, misalnya di Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor para petani tembakau banyak yang menguhkan harga tersebut.
Hal itu seperti apa yang dikatakan oleh Marti (45), petani asal Desa Sumberwangi mengeluhkan bahwa, meski masa panen tembakau ini memasuki masa akhir panen harga tembakau masih murah, "Saya juga tidak tahu mas apa penyebabnya," keluhnya kepada BeritaBojonegoro.com (BBC), Minggu (08/11) siang.
Ia menambahkan, hasil panen pada tahun ini hanya bisa kembali modal, tidak seperti pada tahun yang lalu yang masih ada sisa untuk ditabung dan cukup untuk kebutuhan. "Tahun ini uang hasil panen cuman kembali modal mas, dan memasuki masa akhir panen ini semoga tembakau rajangan masih laku," imbuhnya
Hal senada juga diungkapkan oleh Samijan (50), petani asal Desa Simorejo Kecamatan Kanor, menurutnya ada yang bermain dibalik murahnya harga tembakau ini. "Ini cuma kira-kira saja mas, karena saya juga tidak dapat memastikan. Kami berharap pada tahun depan harga tembakau dapat meningkat," tandasnya. (yud/moha)


































.md.jpg)






